Apple Perketat Izin Full Disk Access macOS, Ada Bayang-Bayang AI Agent
Apple mengumumkan akan mengubah pengaturan privasi macOS untuk mencegah pengembang aplikasi pihak ketiga menyalahgunakan izin Full Disk Access (FDA) demi membaca riwayat pesan. Pengumuman itu dirilis Jumat, 2 Oktober 2026, lewat tulisan di situs Developer Apple. Langkah ini menyusul kehebohan besar di media sosial soal AI agent yang dianggap kebobolan data pribadi pengguna.
Apa yang Sebenarnya Berubah
Full Disk Access bukan izin sembarangan. Menurut Apple, izin ini memang disediakan agar aplikasi backup bisa berfungsi semestinya di Mac. Masalahnya, sebagian pengembang memakai FDA dengan cara yang berisiko bagi pengguna.
Apple menegaskan bakal menambah kontrol baru. Tujuannya, siapa pun yang benar-benar ingin memberi aplikasi “extraordinary level of access” ini hanya bisa melakukannya dengan tindakan pengguna yang sangat eksplisit. Sayangnya Apple belum membocorkan bentuk kontrol tersebut atau versi macOS mana yang akan membawanya.
Yang menarik, Apple tidak menyebut nama Meta, Muse, atau aplikasi lain mana pun dalam pernyataannya. Meski begitu, isi pernyataan itu terang-terangan berlawanan dengan bantahan Meta soal cara kerja Muse.
Kenapa Apple Melakukannya Sekarang
Dua minggu sebelumnya, kolumnis teknologi Jason Aten mengaku menerima notifikasi tak diminta dari Muse, AI agent general-purpose milik Meta. Notifikasi itu merujuk sebuah percakapan antara dirinya dan rekan kerja di Apple Messages. Aten menegaskan ia tidak pernah memberi Muse izin membaca pesannya.
CTO Meta, David Singleton, membantah keras tuduhan itu. Menurutnya integrasi Messages di Muse bersifat opt in dan butuh dua hak akses: Full Disk Access di level sistem macOS, plus penyalakan Messages connector. Ia bersikeras Muse hanya bisa membaca konten Messages kalau keduanya aktif.
Pakar keamanan macOS, Patrick Wardle, meragukan bantahan itu. Menurutnya, sekali FDA diberikan, nyaris semua file non-root bisa dibaca, mulai riwayat peramban, cookie, sampai obrolan. Meta pun hanya mengulang pernyataan Singleton yang sama saat dimintai penjelasan.
Some developers are using Full Disk Access in ways that could put users at risk, exposing everything on their systems—including files, mail, messages, and even browsing history—without users’ full knowledge and understanding. For communication apps, this can also compromise the privacy of the people users are communicating with.
Apple menyebut risiko ini bakal makin besar seiring AI agent kian canggih dan otonom. Konteksnya juga makin pelik: 11 hari sebelum pengumuman, Wardle membeberkan konfigurasi Muse yang memungkinkan aplikasi atau kode apa pun di Mac mengambil alih AI assistant tersebut.
Dampak buat Pengguna dan Admin IT
Buat pengguna biasa, perubahan ini menandakan satu hal: jangan asal menekan “Allow” saat aplikasi meminta Full Disk Access. Aplikasi cadangan yang sah memang masih butuh izin ini, tapi aplikasi lain, terutama AI agent, wajib ditinjau ulang.
Langkah praktisnya, buka System Settings, masuk ke Privacy & Security, lalu periksa daftar Full Disk Access. Cabut izin aplikasi yang tidak Anda kenali atau tak lagi pakai, dan pahami bahwa FDA hanya menyentuh file non-root.
Untuk admin IT, langkah ini sebaiknya jadi rutinitas audit. Jangan berikan FDA secara borongan ke seluruh perangkat, dan pertimbangkan pengelolaan izin lewat MDM. Ingat, AI agent seperti Meta Muse dan OpenAI Dots termasuk yang meminta akses besar demi bisa selalu aktif.
Karena Apple belum menyebut detail maupun jadwal rilisnya, pantau terus pengumuman developer resmi. Sampai kontrol baru itu tiba, kebijakan pemberian izin FDA sepenuhnya ada di tangan Anda.


