Juice ESA Manfaatkan Bumi untuk Sling ke Jupiter
Wahana antariksa Juice milik European Space Agency (ESA) baru saja memakai Bumi sebagai ‘mesin’ tambahan di tengah perjalanannya. Pada 28 September 2026, spacecraft ini melintas sangat dekat dengan planet kita, menyapu bagian terluar atmosfer, lalu memanfaatkan gravitasi Bumi untuk mengubah lintasannya menuju Jupiter — nyaris tanpa membakar banyak bahan bakar. Manuver gravity assist yang direncanakan matang ini membelokkan arah Juice sampai 20 derajat dari trajectory sebelumnya, sekaligus menambah kecepatannya sekitar 3,5 km per detik.
Titik terdekatnya terjadi pukul 13:45 CEST (11:45 UTC), saat Juice melintas hanya 8.640 km di atas Samudra Hindia. Momen itu dipakai untuk mengambil rangkaian gambar lewat monitoring camera di badan wahana. Ini memang bukan flyby pertama Juice, tapi jadi salah satu langkah krusial yang mengantarkan misi ini ke sistem Jupiter.
Kenapa Bumi dipakai sebagai mesin tambahan
Terbang langsung ke Jupiter sebenarnya jauh lebih cepat, tapi butuh roket raksasa dan bahan bakar yang luar biasa banyak — belum lagi untuk pengereman saat mau masuk orbit. Karena itu ESA memilih opsi yang lebih panjang tapi jauh lebih hemat. Contohnya kelihatan dari Europa Clipper milik NASA: karena diluncurkan dengan Falcon Heavy yang lebih kuat, wahana itu cuma perlu dua gravity assist, dan bakal tiba di Jupiter pada April 2030. Juice justru menempuh rute yang lebih berkeliling, memakai Venus plus dua kali melintas Bumi sebagai slingshot.
Presisi jadi taruhan utama. Selama empat minggu sebelum pertemuan, tim pengendali cuma perlu melakukan satu koreksi lintasan kecil dari enam kesempatan yang sudah disiapkan. Pemantauan intensif sendiri mulai 17 Agustus dan berlanjut sampai 10 Oktober.
“The flyby required ultra-precise navigation in real time. Thanks to our very careful planning, we used only a small amount of the propellant reserved for this flyby,” kata Angela Dietz, Juice’s Spacecraft Operations Manager. “This gives us more to use at Jupiter to carry out observations of the planet’s icy moons.”
Bahan bakar yang dihemat itu memang berharga, karena Juice nanti masih butuh banyak propelan untuk menjalankan kampanye sainsnya di sekitar Jupiter dan bulan-bulannya.
Yang sebenarnya diukur Juice saat melintas
Mengubah trajectory memang tujuan utamanya, tapi flyby ini juga jadi kesempatan langka buat menguji instrumen sains Juice dengan target planet sungguhan. Ini kesempatan ketiga sepanjang misi: sebelumnya ada lunar-Earth gravity assist pada 2024, lalu pengamatan Komet 3I/ATLAS pada 2025. Semua sepuluh instrumen sains dihidupkan dari 23 September sampai 3 Oktober, sementara tim menyusun jadwal agar tiap alat dapat waktu kalibrasi maksimal. Saat Juice berada di bayangan Bumi dan hanya mengandalkan daya baterai, aktivitas instrumen pun harus diprioritaskan.
Juice juga beberapa hari melintasi magnetotail Bumi, ekor medan magnet yang menjulur menjauh dari Matahari. Dari situ ia bisa mengukur medan magnet dan partikel bermuatan yang jauh dari planet. Misi Smile, kerja sama Eropa-Tiongkok, kebetulan sedang mengamati aurora utara sambil mengukur medan dan partikel yang lebih dekat ke Bumi. Menggabungkan data keduanya bisa menghubungkan aktivitas di kedalaman magnetotail dengan peristiwa di wilayah kutub. Ada juga uji coba baru: navigation camera diarahkan ke tepi Bulan untuk menguji metode optical navigation yang nanti dipakai saat terbang di antara bulan-bulan Jupiter. Beberapa pekan ke depan, tim menjanjikan gambar dan spektrum dari instrumen Juice, termasuk citra resolusi tinggi Bumi dan Bulan dari JANUS.
Kapan sampai Jupiter
Setelah flyby ini, Juice masih perlu kembali ke Bumi sekali lagi. Pada Januari 2029, ia bakal melintas untuk ketiga dan terakhir kalinya, dan manuver itulah yang menempatkannya di trajectory final menuju Jupiter pada Juli 2031. Kalau semuanya lancar, masih ada cukup bahan bakar di tangki untuk masuk orbit Jupiter, lalu pada 2034 pindah mengorbit Ganymede — bulan yang jadi target sains utama Juice.
Di sana Juice dijadwalkan melakukan 35 flyby terhadap Ganymede, Callisto, dan Europa, dengan pendekatan sedekat 400 km untuk Europa dan 200 km untuk Callisto. Misi ini diluncurkan April 2023 dengan roket Ariane 5 dari Kourou, dan seluruh cruise-nya dirancang berlangsung sekitar delapan tahun. Perjalanannya berakhir pada 2035, saat Juice menghantam permukaan Ganymede.
Sources
ScienceDaily (ESA) — ESA’s Juice just used Earth as a slingshot to Jupiter
Silicon Republic — Juice: ESA’s Jupiter mission completes third gravity assist


