Ancaman spyware untuk pengguna iPhone kembali muncul dengan wajah baru. Perusahaan keamanan seluler iVerify melaporkan varian terbaru dari exploit kit DarkSword yang mereka beri nama P7 DarkSword, dan temuan itu dipublikasikan pada 8 Oktober 2026. Yang membuatnya menonjol: ia tidak menuntut korban memasang aplikasi apa pun, cukup membuka satu halaman web yang salah saat bermain ponsel.
Apa Itu P7 DarkSword
DarkSword sendiri bukan barang baru. Exploit kit ini pertama didokumentasikan pada Maret 2026 oleh Google Threat Intelligence Group, iVerify, dan Lookout, dan menyasar iPhone yang menjalankan iOS versi lama. Nama “P7” berasal dari kebiasaan pelaku yang memakai awalan variabel “p7_” saat memodifikasi kode DarkSword asli.
Menurut iVerify, P7 ditemukan saat mereka menyelidiki infeksi misterius di iPhone milik seorang karyawan institusi keuangan pada Agustus 2026. Bedanya dengan pendahulunya, varian ini memperluas kompatibilitas ke iOS 18.7, naik dari iOS 18.6 yang diincar varian sebelumnya. Artinya, perangkat pada rentang iOS 18.6 sampai 18.7 masuk radar. iVerify juga menyebut pelaku belum berhasil menyesuaikan kerangka serangan ini untuk iOS 26, dan menilai upaya itu masih mentah serta kemungkinan dibantu model AI.
Hanya Perlu Membuka Situs Beriklan Jahat
Yang bikin waswas, serangan ini tidak menargetkan orang tertentu. Pelaku mendistribusikan P7 lewat iklan berbahaya dalam pola watering hole: korban bisa terjebak hanya dengan mengunjungi situs yang memuat iklan terinfeksi. Tidak ada aplikasi yang perlu dipasang, tidak ada lampiran yang perlu diklik. Cukup halaman web itu terbuka, bahkan tanpa interaksi berarti dari pengguna.
Dari situ, rantai eksploit memanfaatkan sejumlah kerentanan iOS untuk lolos dari sandbox browser, menaikkan hak akses sampai level kernel, lalu menyuntikkan payload utama ke SpringBoard, proses iOS yang mengurus layar utama dan peluncuran aplikasi. Karena yang diserang adalah lapisan sistem, kerusakannya tidak berhenti di satu aplikasi saja.
Menguras Keychain Setiap 15 Detik
Inilah bagian yang paling mengkhawatirkan. Varian P7 tidak lagi menyalin seluruh basis data Keychain untuk diolah di server penyerang. Ia mengekstrak data Keychain langsung di dalam iPhone menjadi JSON, baru mengirimkannya ke luar. Keychain adalah tempat iOS menyimpan kredensial: password situs, token, sampai data dompet kripto.
“Compared with the variants we usually observe, P7 reduces its on-device footprint, adds on-device keychain and crypto-wallet theft, and adds two way C2 communication with the attacker’s infrastructure.” — iVerify
Implant yang bersarang di SpringBoard itu memanggil server penyerang (beacon) setiap 15 detik untuk meminta perintah, dan interval itu bisa diubah dari jarak jauh. Efeknya, penyerang bisa menelusuri berkas di ponsel dan memilih apa yang mau dicuri secara real-time. Perintah yang tersedia mencakup pengambilan foto, inventarisasi aplikasi yang terpasang, penyalinan basis data Apple Notes, pemindaian sistem file, hingga pengekstrakan data dompet seperti imToken.
P7 juga lebih licin dari pendahulunya. Ia menonaktifkan log debug yang biasanya membocorkan keberadaannya, mengurangi jumlah injeksi proses, dan memakai penyimpanan browser (localStorage) untuk menandai ponsel yang sudah pernah dibobol agar tidak mencoba dua kali.
Yang Bisa Anda Lakukan di iPhone
Kabar baiknya, celah DarkSword yang mendasari serangan ini sudah ditutup Apple lewat pembaruan sistem. Detikinet mencatat Apple menambal celah DarkSword versi asli di iOS 26.3.1, dan 9to5Mac melaporkan Apple bahkan merilis pembaruan khusus (iOS 18.7.7, plus iOS 15.8.7 dan 16.7.15) supaya perangkat yang memilih bertahan di iOS lama tetap terlindungi. Beberapa langkah praktis yang bisa Anda lakukan:
Perbarui iOS. Buka Setelan, lalu Umum, lalu Pembaruan Perangkat Lunak, dan pasang versi terbaru. Kalau tersedia, aktifkan Pembaruan Otomatis supaya Anda tidak perlu mengingatnya. Ini pertahanan paling penting, karena tanpa celah yang bisa dieksploitasi, rantai serangan ini putus di langkah pertama.
Cek versi Anda. Setelan dan bagian Umum lalu Tentang memuat versi iOS yang berjalan. Kalau perangkat masih di 18.6 sampai 18.7, jangan tunda pembaruan.
Waspadai iklan dan situs sembarangan. Karena vektornya halaman web beriklan jahat, hindari mengklik iklan mencurigakan atau membuka tautan dari sumber yang tidak dikenal, terutama dari pesan singkat dan media sosial.
Tidak ada aplikasi untuk dihapus. P7 tidak menempel di aplikasi yang bisa Anda temukan dan buang lewat ikon. Karena itu deteksi mandiri sulit dilakukan; bila Anda sempat membuka situs janggal atau merasa kredensial dipakai tanpa izin, segera ganti password penting dan hubungi vendor keamanan tepercaya.
Sumber
- iVerify — “Sleep, Beacon, Steal, Repeat – The Story of P7 DarkSword Variant” (8 Oktober 2026): https://www.iverify.com/blog/darksword-variant-threat-research
- Detikinet — “Spyware DarkSword Kembali Intai Pengguna iPhone, Serangannya Makin Ganas” (12 Oktober 2026): https://inet.detik.com/security/d-8702664/spyware-darksword-kembali-intai-pengguna-iphone-serangannya-makin-ganas
- The Hacker News — “P7 DarkSword iOS Exploit Kit Adds Crypto Wallet Data Theft and Remote Commands” (11 Oktober 2026): https://thehackernews.com/2026/10/p7-darksword-ios-exploit-kit-adds.html
- 9to5Mac — “Researchers uncover new DarkSword spyware variant affecting unpatched iPhones” (8 Oktober 2026): https://9to5mac.com/2026/10/08/researchers-uncover-new-darksword-spyware-variant-affecting-unpatched-iphones/


