Dogecoin Anjlok 5%, Bitcoin Bertahan di US$78.000

feat bitcoin doge crypto

Tech Pulse ID — Dogecoin memimpin koreksi di pasar kripto: harganya jeblok lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir, sementara bitcoin “hanya” melemah sekitar 1% dan tetap bertahan tepat di atas level US$78.000. Pola lamanya kembali terlihat — yang paling kuat bertahan, yang paling spekulatif jatuh paling keras.

Data CoinDesk menunjukkan bitcoin diperdagangkan di sekitar US$78.026, turun sekitar 1,13%. Tapi koin-koin besar lainnya jatuh jauh lebih dalam.

Dogecoin paling parah, Tron satu-satunya yang hijau

  • Dogecoin (DOGE) — turun lebih dari 5%, menjadikannya yang terburuk di antara koin-koin utama.
  • BNB — menyusul di belakang dengan penurunan sekitar 4%.
  • XRP — melemah sekitar 3%, diperdagangkan di kisaran US$1,38.
  • Solana (SOL) — turun sekitar 2,5% ke level sekitar US$101.
  • Ether (ETH) — terkoreksi di rentang 1%–3%, bertahan sedikit di bawah US$2.475.
  • HYPE milik Hyperliquid — ikut tergerus di rentang 1%–3%.
  • Tron (TRX) — satu-satunya yang mencatat kenaikan, kurang dari 1%, ke sekitar 34 sen.

Indeks CoinDesk 20 (CD20), yang merangkum 20 aset kripto terbesar, turun sekitar 2,35%. Angka itu cukup menjelaskan bahwa ini bukan sekadar “koreksi bitcoin”, melainkan tekanan yang merata ke seluruh pasar.

Golden cross: sinyal bullish di waktu yang canggung

Ada satu detail teknis yang menarik untuk dicatat. Rata-rata harga bitcoin 50 hari memotong ke atas rata-rata 200 hari pada hari Selasa. Pola ini dikenal sebagai golden cross, dan di dunia analisis teknikal umumnya dibaca sebagai sinyal bullish jangka menengah.

Analis FxPro mengingatkan bahwa crossover serupa pada Oktober 2024 dan Mei 2025 berakhir tanpa hasil — atau istilah mereka, “produced nothing”. Tapi menurut FxPro, kali ini konteksnya berbeda.

“Situasi saat ini lebih mirip dengan apa yang kita lihat pada 2019,” tulis FxPro, merujuk pada reli 90% dalam waktu kurang dari dua bulan setelah sinyal tersebut muncul.

Alasannya: golden cross kali ini muncul setelah bull market yang panjang, bukan setelah fase koreksi. Perbedaan itu, kata FxPro, yang membuat sinyal ini lebih layak diperhatikan.

Minyak, yield, dan bayang-bayang CPI Jumat

Masalahnya, sinyal teknikal tidak bergerak di ruang hampa. Latar makro sedang tidak bersahabat sama sekali.

Brent crude menyentuh hampir US$102 per barel di perdagangan Asia, setelah Iran menyatakan siap menghadapi perang yang lebih intens. Harga minyak yang naik langsung menular ke ekspektasi suku bunga.

Imbal hasil Treasury 10 tahun bertahan di sekitar 4,85% — level yang terakhir terlihat pada akhir 2023. Pemicunya: rencana pemerintah AS membeli hingga US$6 miliar obligasi berjangka panjang dinilai terlalu kecil oleh investor yang mengharapkan angka lebih besar.

Wall Street pun ikut turun. S&P 500 ditutup melemah sekitar 1% pada Rabu, sementara Nasdaq 100 turun sedikit lebih ringan. Indeks MSCI Asia Pacific turun hampir 1%, dengan bursa Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Australia semuanya merah. Hanya futures AS dan Eropa yang bergerak tipis ke atas.

Di pasar valuta, indeks dolar tetap bertahan di kisaran 98 dan gagal mempertahankan kenaikan intraday-nya. Yen kembali ke zona 150 per dolar setelah peringatan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, sementara dolar Kanada menekan greenback ke bawah 1,38 setelah tarif balasan mulai berlaku dan AS melarang sejumlah impor dari Kanada.

Yang paling ditunggu pasar sekarang adalah laporan CPI hari Jumat. Kalau angkanya panas, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bisa kembali masuk ke hampir semua aset yang jatuh hari Kamis. Untuk kripto, itu artinya potensi volatilitas tambahan menjelang akhir pekan.

Catatan Tech Pulse ID

Yang menarik dari sesi ini bukan angka merahnya, tapi komposisinya: bitcoin bertahan di atas US$78.000 sementara dogecoin jatuh lebih dari 5%. Artinya, uang tidak keluar dari kripto secara menyeluruh — uang hanya pindah mejauh dari aset paling berisiko. Golden cross memang sinyal bullish yang secara historis pernah jadi awal reli besar, tapi sejarah 2019 juga menunjukkan bahwa sinyal itu butuh bahan bakar berupa makro yang tenang. Dengan Brent di dekat US$102, yield Treasury 10 tahun di 4,85%, dan CPI Jumat menunggu di depan, bahan bakar itu belum tersedia. Buat investor Indonesia, ini pengingat lama yang selalu relevan: dalam fase seperti ini, altcoin dengan beta tinggi — DOGE, XRP, SOL — akan selalu bergerak dua sampai lima kali lebih liar dibanding bitcoin, ke atas maupun ke bawah.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top