BYD Upgrade SUV Listrik Kecilnya: Jarak Lebih Jauh, Mulai US$11.000

feat byd ev

BYD memperbarui SUV listrik kecil andalannya, Yuan Up — yang dijual di luar Tiongkok dengan nama Atto 2 — dengan jarak tempuh lebih jauh dan harga awal yang justru lebih murah. Model 2027 ini diluncurkan di Tiongkok pada Kamis, 17 September 2026, dan menambah satu varian jarak tempuh terpanjang ke dalam jajaran. Harga awalnya kini mulai 74.800 yuan, atau sekitar US$11.000.

Jarak Tempuh, Baterai, dan Fitur yang Diperbarui

Perubahan paling terasa ada di sisi jarak tempuh. Seperti model yang beredar sekarang, Yuan Up 2027 tetap tersedia dengan paket baterai 32 kWh dan 45,12 kWh, yang masing-masing memberi jarak tempuh CLTC 301 km dan 401 km. Yang baru adalah varian “Excellent”, yang menawarkan jarak tempuh hingga 501 km berkat baterai berkapasitas lebih besar, 51,13 kWh. Varian ini melengkapi jajaran di atas opsi 401 km.

Ukuran bodinya tidak berubah: panjang 4.310 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.675 mm, dengan jarak sumbu roda 2.620 mm. Sebagai gambaran, dimensinya kurang lebih sebesar Hyundai Kona.

Bagian dalamnya dirombak. Setirnya kini bermodel dua palang (two-spoke), tuas transmisi dipindah ke kolom setir, layar infotainment berukuran 12,8 inci, dan kluster instrumen LCD penuh 8,8 inci. Semua varian memakai DiLink 100 Advanced Smart Cockpit dari BYD, lengkap dengan kontrol suara pintar, konektivitas ponsel, dan sejumlah tema tampilan.

Dari sisi keselamatan dan bantuan mengemudi, seluruh unit membawa sistem pencitraan 360 derajat, plus sistem bantuan mengemudi God’s Eye C yang tersedia sebagai opsi. Fitur ADAS-nya mencakup Navigate on Autopilot di jalan tol dan Remote Parking Assist untuk parkir dari jarak jauh.

Harga dan Posisinya di Jajaran BYD

Edisi 2027 dengan nama “Flying Spur” ditawarkan dalam lima varian (trim), dengan rentang harga 74.800 yuan sampai 104.800 yuan, atau sekitar US$11.000 hingga US$15.500. BYD juga memberi subsidi “super replacement” bersifat terbatas sebesar 5.000 yuan untuk seluruh jajaran, sehingga harga turun menjadi 69.800 yuan sampai 99.800 yuan (US$10.000 sampai US$14.500).

Yang menarik, selisih harga antarvarian ikut dipangkas. Varian 301 km tetap dibanderol di harga awal yang sama seperti sebelumnya, sementara varian 401 km kini sekitar 18.000 yuan (US$2.500) lebih murah dibanding Yuan Up yang beredar saat ini. Artinya, pembeli yang ingin jarak tempuh lebih jauh justru membayar lebih sedikit daripada model generasi sebelumnya.

Kenapa Ini Penting untuk Persaingan EV Murah Global

Yuan Up, atau Atto 2, bukan model pinggiran. Berdasarkan data Cleantechnica, mobil ini menjadi EV terlaris kelima di dunia sepanjang semester pertama 2026, berada di bawah Tesla Model Y, Tesla Model 3, BYD Song/Seal U, dan Geely EX2. Jadi setiap kali BYD menggeser harga dan jarak tempuh di model ini, efeknya terasa ke seluruh segmen SUV listrik murah.

Langkah ini juga dibaca sebagai upaya BYD merebut pangsa pasar di salah satu segmen paling ramai. Pesaing terdekatnya adalah Geely Xingyuan, yang di pasar luar Tiongkok dijual sebagai EX2. Menaikkan jarak tempuh sambil menurunkan harga pada varian menengah adalah cara paling langsung untuk membuat pesaing sulit menandingi nilai jual.

Posisi Atto 2 yang dijual di Eropa, Inggris, dan sejumlah kawasan global lain membuat perubahan spesifikasi di Tiongkok kerap jadi acuan versi ekspor. Model ini punya peran ganda: alat perang harga di pasar domestik, sekaligus produk yang harus tetap kompetitif saat masuk ke pasar dengan ambang keselamatan dan standar yang berbeda.

Relevansi untuk Pasar Indonesia

Catatan penting: laporan Electrek ini sama sekali tidak menyebut pasar Indonesia, apalagi harga di Indonesia. Angka US$11.000 di atas adalah harga di Tiongkok dan tidak bisa dipakai sebagai patokan harga jual di sini.

Yang relevan justru pola bermainnya. Yuan Up menyasar segmen SUV listrik kecil berharga murah — kategori yang paling banyak diperbincangkan di pasar Indonesia. Ketika BYD memangkas harga varian 401 km sebesar 18.000 yuan di Tiongkok dan menambah opsi baterai 51,13 kWh, itu menunjukkan perusahaan punya ruang untuk menekan biaya pada varian menengah. Seberapa cepat kebijakan harga itu ikut ke versi ekspor, termasuk ke Indonesia, belum dijelaskan dalam sumber ini.

Buat calon pembeli, sinyalnya sederhana: spesifikasi di kelas ini bergerak cepat, dan apa yang terlihat sebagai “harga wajar” tahun ini bisa berubah dalam hitungan bulan. Sebelum memutuskan, ada baiknya membandingkan jarak tempuh, kapasitas baterai, dan fitur bantuan mengemudi antarvarian, bukan hanya melihat harga pembukaannya saja.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top