CATL Rilis Baterai TECTRANS II untuk Truk Listrik

feat catl truk

CATL memperkenalkan generasi baru baterai untuk kendaraan niaga, TECTRANS II, di ajang IAA Transportation. Baterai ini dirancang sebagai platform listrik modular dan universal untuk truk, dengan klaim bisa menghapus dua momok lama armada logistik: waktu pengisian yang panjang dan kekhawatiran soal umur pakai baterai. Peluncurannya sekaligus memberi dorongan untuk Swaptopus, proyek jaringan tukar baterai di Eropa yang digarap CATL bersama Octopus Energy.

Apa yang CATL Umumkan Lewat TECTRANS II

Menurut rilis pers CATL, TECTRANS II memperbaiki ekonomi armada lewat tiga hal sekaligus:

  • Kepadatan energi lebih tinggi. Baterai ini punya kepadatan energi gravimetrik 170 Wh/kg, sekitar 13% di atas rata-rata industri. Efeknya, kendaraan bisa mengangkut tambahan muatan sekitar 0,6 ton pada kapasitas baterai yang sama.
  • Jarak lebih jauh, pengisian lebih cepat. Pada konfigurasi maksimalnya, baterai ini menawarkan jangkauan hingga 1.000 km dan pengisian 80% dalam 25 menit lewat pengisian cepat tingkat megawatt. Tujuannya jelas: memangkas waktu berhenti truk di rute jarak jauh.
  • Efisiensi energi lebih baik. Desain full-tab low-impedance yang disebut pertama di dunia menghasilkan efisiensi round-trip (RTE) sistem sebesar 96%, sehingga rugi-rugi saat mengisi daya berkurang dan energi yang benar-benar bisa dipakai operasi harian jadi lebih banyak.

Zhu Lingbo, Chief Technology Officer CATL Global Business Unit, menekankan bahwa ini proyek jangka panjang. “Elektrifikasi kendaraan niaga akan berlangsung lebih dari satu dekade,” katanya. “Dengan keahlian teknis dan komitmen jangka panjang kami, CATL siap menjadi partner paling andal bagi pelanggan di seluruh dunia dan untuk elektrifikasi transportasi barang secara global.”

Swaptopus: Ide Tukar Baterai yang Mulai Jadi Kenyataan

Swaptopus adalah usaha patungan antara CATL dan Octopus Energy untuk membangun jaringan tukar baterai (battery swap) bagi truk komersial di Eropa. Konsepnya pertama kali diumumkan di Energy Tech Summit milik Octopus Energy pada Juni, lalu mendapat panggung baru di IAA Transportation.

Battery swap itu sederhana kalau dijelaskan dengan bahasa awam: pengemudi tidak menunggu baterai terisi penuh di tempat pengisian, melainkan menukar paket baterai yang kosong dengan paket yang sudah terisi penuh di stasiun tukar. Mirip tukar tabung gas atau baterai kamera, tapi skalanya baterai truk dan dilakukan otomatis. Baterai yang kosong lalu diisi di luar kendaraan, dan siap dipakai kendaraan berikutnya.

Kenapa Truk Lebih Cocok Tukar Baterai Ketimbang Ngecas Biasa

Untuk mobil pribadi, ngecas di rumah sambil istirahat tidak masalah. Untuk truk logistik, waktu adalah uang: setiap jam truk berhenti berarti muatan terlambat, jadwal pengiriman bergeser, dan biaya operasional naik. Baterai TECTRANS II memang sudah memangkas waktu pengisian, tapi truk jarak jauh butuh daya yang sangat besar, sehingga pengisian cepat tingkat megawatt menuntut infrastruktur yang berat dan tidak tersedia merata di sepanjang rute.

Di sinilah battery swap masuk akal. Menukar baterai memindahkan beban menunggu dari jalan raya ke stasiun atau depo, sehingga truk bisa kembali berjalan lebih cepat. Karena pengisian dilakukan di luar kendaraan, operator juga lebih fleksibel mengatur kapan dan di mana daya dipakai. Dan karena TECTRANS II dibangun sebagai platform modular yang universal, satu desain baterai bisa dipakai lintas model truk — syarat penting supaya jaringan tukar baterai tidak terpecah ke banyak standar.

Siapa Saja yang Sudah Diajak Kerja Sama

Selain Octopus Energy, CATL menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan raksasa logistik global DHL Group. Tujuannya mempercepat elektrifikasi dan dekarbonisasi transportasi barang di jalan raya di seluruh Eropa dengan mengajak koalisi pemangku kepentingan yang luas.

Koalisi itu mencakup Quibo Energy, spesialis pembangkit listrik bergerak yang didukung Xiaomi, serta FleetBoost, penyedia pengisian daya bergerak dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS). FleetBoost menyertakan trailer “FleetBooster” yang mengintegrasikan teknologi baterai CATL.

Dalam versi penuh, CATL dan Octopus mengklaim jaringan yang mereka usulkan bisa mendukung lebih dari 300.000 truk listrik dan membuka lebih dari £30 miliar investasi swasta, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan Eropa pada minyak impor.

“Dengan menggabungkan permintaan logistik nyata dengan kendaraan, pengisian daya, penyimpanan energi, tukar baterai, dan layanan siklus hidup, CATL berencana bekerja sama dengan DHL dan partner ekosistem lain untuk menciptakan solusi praktis dan terukur bagi transportasi barang tanpa emisi.” — Akin Li, Executive President CATL Overseas Business

Kenapa Elektrifikasi Truk Penting untuk Emisi

Truk adalah pemakai bahan bakar fosil dalam jumlah besar karena beroperasi hampir sepanjang hari di rute panjang. Menggantinya dengan listrik yang diproduksi secara berkelanjutan berarti memindahkan konsumsi energi dari minyak impor ke jaringan listrik, dan itu inti dari pengurangan emisi transportasi barang.

Bagi DHL Group, kerja sama ini adalah langkah menuju target korporatnya: emisi net-zero dari aktivitas logistik pada 2050. Adapun bagi pelaku logistik yang lebih kecil, insentifnya sama-sama nyata: biaya bahan bakar yang tinggi dihindari, sementara baterai, pengisian cepat, penyimpanan energi, dan tukar baterai ditawarkan sebagai satu paket. Bukan janji yang langsung terwujud tahun ini, tetapi arahnya makin jelas.

Sumber

  • Electrek — “Swaptopus inches towards reality as CATL reveals new semi truck battery” (Jo Borrás, 19 September 2026): electrek.co
  • Rilis pers CATL dan Octopus Energy (via CarNewsChina) sebagaimana dikutip Electrek.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top