AWS Berhenti Pakai NDA untuk Proyek Data Center

feat aws nda data center

AWS Berhenti Pakai NDA untuk Proyek Data Center

Amazon Web Services (AWS) akhirnya buka suara soal gelombang protes warga terhadap pembangunan data center. CEO AWS Matt Garman menyatakan perusahaannya sudah berhenti memakai perjanjian kerahasiaan alias non-disclosure agreement (NDA) dalam urusannya dengan instansi pemerintah saat mengajukan izin proyek data center baru. Pernyataan itu cuma satu kalimat dalam blog post panjang yang ia tulis untuk membantah kecurigaan publik dan meyakinkan bahwa data center menguntungkan komunitas.

Garman juga berusaha menepis empat anggapan yang menurutnya keliru: data center boros air, menaikkan tarif listrik, menghasilkan polusi besar, dan tidak memberi manfaat apa pun. Ia menunjuk laporan Amazon soal pemakaian air sendiri dan menyebut konsumsi air langsung data center hanya 0,5% dari total pemakaian air industri di Amerika Serikat, jauh lebih kecil dibanding lapangan golf dan perkebunan almond. Soal listrik, ia berargumen kenaikan tarif lebih ditentukan oleh jaringan listrik yang tua dan kurang diinvestasikan, bukan oleh kehadiran data center.

Kenapa NDA Jadi Sumber Masalah

NDA sudah lama jadi praktik umum di industri data center, dan justru itu yang bikin warga marah. Pejabat lokal yang tanda tangan NDA tidak boleh membagikan informasi ke publik, termasuk konsumsi energi dan air sebuah proyek, bahkan identitas perusahaan yang membangunnya. Aktivis lingkungan Erin Brockovich menyebut keluhan nomor satu soal data center adalah transparansi, dengan pola berulang: proyek diumumkan setelah izin telanjur didapat, pengembang yang tak pernah balas telepon, dan pejabat lokal yang meneken NDA sebelum tetangganya tahu ada proyek sedang dipertimbangkan.

Pola serupa muncul di banyak tempat. Di Tucson, Arizona, identitas Amazon sebagai penyewa sebuah data center baru terbongkar tahun lalu lewat permintaan public records, setelah NDA mencegah pejabat county menyebut siapa penyewa sebenarnya. Di South Bend, Indiana, tempat Amazon menanam investasi lebih dari $13 miliar, sebagian pejabat terpilih mengaku pegawai pemerintah kesulitan menjawab pertanyaan warga karena terikat NDA. Dan di Wharton County, Texas, seorang pejabat justru tanda tangan NDA dengan kontraktor VisionFirst Advisors, bukan dengan Amazon langsung. The New York Times pada Juli juga mengungkap kesepakatan rahasia di berbagai level pemerintahan jadi kunci pembangunan Hyperion, data center raksasa Amazon di Louisiana.

Apa yang Berubah untuk Warga

Kebijakan baru ini berlaku untuk proyek AWS ke depan, dan sejauh memungkinkan AWS akan melepas mitra lamanya dari klausul kerahasiaan. Pemerintah lokal kini bebas menggelar dengar pendapat publik, membagikan estimasi kebutuhan listrik dan air, serta menyebut Amazon sebagai perusahaan di balik proposal berkode seperti Project Blue atau Project Prairie. Proyek diperkirakan terbuka sejak tahap penjajakan dan zonasi, termasuk rencana lokasi yang dipublikasikan, tinjauan lingkungan yang lebih awal, estimasi daya dan air, dan pembahasan insentif pajak secara terbuka.

“We no longer use nondisclosure agreements with the government agencies we work with on our projects.” — Matt Garman, CEO Amazon Web Services

Bagi pejabat lokal, aturan ini menghapus risiko hukum saat mereka bersuara. Bagi AWS, artinya kehilangan keunggulan bergerak diam-diam, tapi mendapat kesempatan menyampaikan argumen ekonomi sebelum rumor mengisi ruang kosong. Garman menambahkan komitmen lain: lebih dari $1 miliar investasi ke komunitas yang punya kehadiran data center Amazon, yang menurut laporan lain akan digelontorkan selama lima tahun ke depan untuk program community college gratis, pelatihan tenaga kerja, serta peningkatan efisiensi energi sekolah, rumah, dan bangunan komunitas.

Tekanan untuk Raksasa Teknologi Lain

AWS jadi hyperscaler pertama yang resmi melarang praktik NDA, dan para advokat langsung mendesak Microsoft, Google, Meta, serta Oracle untuk mengikuti. Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro, Gubernur Massachusetts Maura Healey, dan Gubernur Delaware Matt Meyer sudah meneken executive order yang membatasi NDA data center. Sejumlah negara bagian, termasuk New York, New Jersey, Indiana, dan Ohio, mempertimbangkan legislasi serupa, sementara di level federal muncul No Secrets for Data Centers Act, dan anggota Kongres Jamie Raskin mengirim surat ke Amazon, Google, Meta, dan Oracle soal pemakaian NDA.

Analis menilai dampak praktisnya bisa dua arah: negosiasi awal mungkin jadi lebih lambat, tapi persetujuan bisa lebih cepat karena lebih sedikit proyek yang digagalkan di menit akhir oleh gugatan soal pelanggaran open-meetings. AWS menyebut ada lebih dari 100 moratorium data center yang sedang dipertimbangkan di Amerika Serikat, sementara New York sudah menerapkan moratorium izin satu tahun untuk data center besar. Garman memperingatkan bahwa jika langkah-langkah itu diberlakukan, Amerika Serikat bisa menuliskan tiket kalahnya sendiri di perlombaan ini dan dampaknya bisa bertahan lintas generasi.

Isu yang sama juga kian relevan buat Indonesia, yang belakangan jadi salah satu tujuan pertumbuhan data center di kawasan, dari Batam sampai Jabodetabek. Keluhan soal listrik, air, dan kebisingan yang dipakai warga AS untuk menolak proyek bisa jadi cermin bagi daerah-daerah di sini saat peta ekspansi data center makin padat.

Sources

TechCrunch — Amazon responds to data center backlash, says it no longer uses NDAs

WIRED — Amazon Says It’s No Longer Using NDAs for Data Centers

AndroGuider — Amazon Ends Data Center NDAs as AWS CEO Fights Backlash

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top