Claude Mythos 5 Rancang Sirkuit Kuantum Lebih Efisien

feat anthropic kuantum

Anthropic mengklaim modelnya bisa merancang sirkuit untuk komputer kuantum lebih baik daripada desain terbaik yang sudah dipublikasikan manusia. Dalam riset yang terbit 16 Oktober 2026, mereka melaporkan Claude Mythos 5 menemukan sirkuit yang memakai lebih sedikit qubit dan lebih sedikit gerbang (gate) sekaligus — pada delapan jenis sirkuit yang berbeda.

Ini bukan soal model bahasa menjawab soal fisika. Yang mereka bangun adalah loop kerja otomatis: Claude mengusulkan desain sirkuit, sebuah program evaluator memeriksa apakah desainnya benar, lalu memberi skor berdasarkan jumlah qubit dikalikan jumlah gate — proksi seberapa lama sirkuit itu berjalan. Skor itu dikembalikan ke Claude untuk perbaikan putaran berikutnya, tanpa input manusia di antara putaran.

Kenapa ini penting: sirkuit adalah hambatan yang mahal

Komputer kuantum tidak cukup hanya punya qubit yang banyak. Algoritma yang berguna perlu diterjemahkan jadi rangkaian operasi yang bisa dijalankan di perangkat keras terbatas. Sirkuit yang boros qubit dan gate berarti algoritma yang seharusnya bisa jalan justru mentok di kapasitas mesin.

Anthropic memberi Claude delapan “primitif” komputasi — rutin dasar yang dipakai algoritma kuantum yang lebih besar — dari bidang kimia, optimasi, simulasi kuantum, teori bilangan, sampai komputasi numerik. Di kedelapan area itu, mereka menyatakan desain Claude mengalahkan desain terbaik yang pernah dipublikasikan.

Tiga angka yang paling konkret

Decoder jadi 12 kali lebih hemat gate. Untuk satu masalah optimasi spesifik, estimasi peneliti Google Quantum AI menyebut butuh sekitar tiga bulan di superkomputer Frontier, dibanding sekitar satu jam di komputer kuantum masa depan — dan sebagian besar dari satu jam itu habis untuk tahap decoding Reed–Solomon. Claude menyimpulkan algoritma extended Euclidean tidak cocok untuk sirkuit kuantum, lalu menyusun ulang dekodernya dengan pendekatan Berlekamp–Massey. Hasilnya: jumlah gate pada decoder turun 12 kali lipat dibanding konstruksi Google sebelumnya.

Ada desain yang memilih 12 persen qubit lebih banyak demi 17 kali gate lebih sedikit. Untuk operasi point addition pada kurva eliptik — salah satu benchmark standar di bidang ini, dan operasi yang juga jadi fondasi kriptografi kurva eliptik — Claude menghasilkan keluarga desain baru yang memperluas pilihan antara jumlah qubit dan waktu eksekusi. Dibanding desain terkecil sebelumnya, salah satu variannya memakai 12 persen qubit lebih banyak, tapi gate-nya 17 kali lebih sedikit.

Validasi lewat 403 juta sampel. Untuk membuktikan klaim penghematannya aman, tim menjalankan 403 juta sampel decoding dan mengukur seberapa sering kasus luar biasa muncul: hanya sekitar satu dari 10.000 proses yang butuh menyimpan lebih dari satu nilai. Karena itu desainnya hanya menyediakan ruang cadangan untuk satu nilai — 19 qubit — bukan cadangan terburuk yang besar.

Bagaimana ini didapat

Untuk eksperimen point addition, Claude diberi brief satu paragraf: aturan matematisnya, cara evaluator memeriksa kebenaran, dan skor yang dipakai. Ia lalu diminta mengeksplorasi beberapa pendekatan secara paralel, dan bekerja selama 53 jam dengan input manusia minimal (terbatas pada brief awal itu).

Kaitannya dengan berita kuantum kemarin

Ada pola yang menarik kalau disandingkan: sehari sebelumnya, Google Quantum AI melaporkan penurunan tingkat error sekitar 40 kali lipat di chip Willow lewat magic state cultivation. Google menyerang sisi perangkat keras dan koreksi error; Anthropic sekarang menyerang sisi rancangan sirkuit. Dua hambatan berbeda yang sama-sama membuat komputer kuantum “lebih cepat berguna” — persis kalimat yang dipakai Anthropic: kemajuan ini bisa membuat masalah yang dituju komputer kuantum tercapai lebih cepat.

Tapi sama seperti sebelumnya, jangan dibaca berlebihan. Sampai hari ini belum ada komputer kuantum yang bisa menembus enkripsi yang melindungi login bank atau dompet kripto. Yang berubah adalah estimasi biayanya, bukan kenyataannya.

Yang perlu dibaca dengan hati-hati

  • Semua angka berasal dari Anthropic sendiri. Belum ada replikasi independen atas hasil desain sirkuit ini. Perlakukan sebagai klaim pihak pertama, bukan fakta yang sudah diverifikasi komunitas.
  • Liputan pihak ketiga masih tipis. Sejauh penelusuran kami, baru satu media teknologi yang memberitakannya (Unite.AI) plus beberapa agregator kripto.
  • Paper lengkapnya ada di arXiv (2610.22367) — bisa dibaca siapa saja, tapi belum tentu sudah melalui peninjauan sejawat.

Riset ini dipimpin Andi Gu dalam program STEM Fellows Anthropic, dengan bimbingan Alek Kemeny, fisikawan kuantum di Anthropic, serta kolaborasi Susanne Yelin dan Mikhail Lukin dari Harvard University dan QuEra Computing.

Kredit foto: U.S. Air Force Research Laboratory — Wikimedia Commons (public domain).

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top