Sejarah baru dimulai di Cupertino. John Ternus resmi menjabat CEO Apple pada Selasa lalu, menggantikan Tim Cook yang memimpin selama 15 tahun. Ternus hanya orang kedua yang menduduki kursi CEO Apple sejak Steve Jobs lengser pada 2011. Ia kini mengomandoi perusahaan bernilai pasar US$4,7 triliun yang belum sepenuhnya menemukan pijakan di medan kecerdasan buatan.
Pria berusia 51 tahun dan veteran 25 tahun di Apple itu datang dengan latar belakang hardware yang kuat. Sejak 2021 ia memimpin divisi perangkat keras, dan dikenal paham soal custom chip, daya tahan baterai, hingga arsitektur memori. “Jika kami membangun produk yang tepat dengan komponen yang tepat, orang akan menyukainya,” begitu prinsip yang pernah ia sampaikan ke CNBC pada akhir 2023.
Warisan yang Berat
Ternus mewarisi tantangan ganda. Pertama, krisis memori global yang didorong oleh permintaan chip AI melonjak, memaksa Apple menaikkan harga. Pada Juni, Apple sudah menaikkan harga MacBook dan iPad, dan para analis memperkirakan kenaikan serupa untuk iPhone akan datang di awal masa jabatan Ternus. Bahkan ponsel lipat Apple yang kabarnya rilis musim gugur ini diperkirakan bisa menembus US$2.500. Apple juga sudah menaikkan harga Apple TV dan paket langganan Apple One.
Kedua, posisi Apple di AI yang masih timpang dibanding OpenAI, Google, hingga Meta yang berlomba di perangkat baru seperti smart glasses. Vision Pro yang gagal laku menjadi pengingat bahwa Apple butuh “hit” baru. Kabarnya Apple tengah menggarap perangkat rumah pintar, robot, hingga AirPods berkamera AI — petunjuknya bahkan bocor di versi beta macOS.
Ujian Pertama September Ini
Panggung pertama Ternus adalah acara peluncuran iPhone pada 9 September, momen yang biasanya jadi panggung Cook dan ditonton jutaan orang. Cook sendiri tak pergi jauh — ia menjadi executive chairman dan tetap jadi sekutu penting Ternus menghadapi para pembuat kebijakan global. Konsultan Kathy Gersch dari Kotter mengingatkan, “Apa yang berhasil untuk Tim Cook belum tentu berhasil untuk John Ternus.” Saham Apple naik sekitar 17% sepanjang 2026, tapi analis seperti Gene Munster menegaskan Ternus harus “menyalakan mesin rekrutmen” untuk menemukan kembali diri Apple. Selama 15 tahun kepemimpinan Cook, Apple memang melahirkan AirPods dan Apple Watch, tetapi belum ada produk revolusioner yang mengubah industri — dan kini dunia menunggu apakah Ternus bisa menghadirkan gebrakan pertamanya.
Sumber: CNBC


