Robinhood Chain Kalahkan Ethereum dalam Pendapatan Harian, Ledakan Memecoin Jadi Pemicunya

420b7f8ce090d7bdf4a04ea5fa1495a09ff9ce29 6889x4593

Persaingan antar blockchain Layer-1 kembali memanas. Kali ini, Robinhood Chain — jaringan blockchain besutan raksasa trading saham asal Amerika Serikat — berhasil menyalip Ethereum dalam hal pendapatan harian. Berdasarkan data yang dihimpun CoinDesk, pendapatan aplikasi Robinhood Chain dalam sehari menyentuh sekitar US$2,66 juta, mengungguli Ethereum yang selama bertahun-tahun menjadi raja di sisi fee. Pemicunya bukan DeFi kelas institusi, melainkan gelombang spekulasi memecoin.

Memecoin Jadi Mesin Fee

Ledakan ini tak lepas dari aktivitas token-token yang dirilis lewat platform launchpad di Robinhood Chain, seperti PONS dan LONG. Aliran dana yang mengejar keuntungan cepat membuat volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) jaringan ini melonjak tajam hingga menembus US$1,33 miliar dalam sehari — angka yang melampaui Ethereum, BNB Chain, dan Base sekaligus.

Fenomena ini menegaskan pola lama di industri kripto: ketika pasar sedang lesu atau sideways, likuiditas spekulatif cenderung bermigrasi ke aset berisiko tinggi seperti memecoin. Bedanya, kini panggungnya berpindah ke jaringan yang relatif baru dan lebih murah, sehingga setiap transaksi yang terjadi langsung berkontribusi signifikan terhadap pendapatan harian jaringan.

Dorongan Ekspansi Kripto Robinhood

Langkah Robinhood membangun rantainya sendiri bukan kejutan. Perusahaan yang dikenal lewat layanan trading saham tanpa komisi ini dalam beberapa tahun terakhir gencar memperluas jejak di aset digital, termasuk melalui akuisisi exchange Bitstamp. Robinhood Chain hadir sebagai upaya perusahaan merangkul pengguna ritel kripto secara langsung, sekaligus menangkap peluang dari pasar token yang sedang naik daun.

Strategi launchpad yang mempermudah rilis memecoin menjadi pintu masuk yang efektif. Biaya murah, kecepatan transaksi, serta basis pengguna ritel yang besar membuat jaringan ini cepat menarik perhatian para pedagang spekulatif yang haus keuntungan jangka pendek.

Apa Artinya bagi Ethereum?

Bagi Ethereum, tertinggal dalam pendapatan harian bukan berarti kehilangan relevansi. Ekosistem Layer-2 yang dibangun di atasnya tetap memproses volume yang sangat besar, dan Ethereum masih menjadi rumah bagi mayoritas aset serta protokol DeFi terbesar. Namun, tren ini menjadi pengingat bahwa dominasi sebuah jaringan kini ditentukan oleh seberapa cepat ia bisa menarik aktivitas riil pengguna — bukan sekadar klaim teknologi.

Ke depannya, sorotan akan tertuju pada apakah Robinhood Chain mampu mempertahankan momentum ini setelah euforia memecoin mereda. Sebab, pendapatan yang digerakkan murni oleh spekulasi jangka pendek biasanya bersifat fluktuatif dan bisa menguap secepat datangnya. Satu hal yang pasti, pertarungan memperebutkan fee antar jaringan kripto kini semakin sengit dan tak lagi didominasi satu nama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top