Persaingan antar blockchain Layer-1 kembali memanas. Kali ini, Robinhood Chain — jaringan blockchain besutan raksasa trading saham asal Amerika Serikat — berhasil menyalip Ethereum dalam hal pendapatan harian. Berdasarkan data yang dihimpun CoinDesk, pendapatan aplikasi Robinhood Chain dalam sehari menyentuh sekitar US$2,66 juta, mengungguli Ethereum yang selama bertahun-tahun menjadi raja di sisi fee. Pemicunya bukan DeFi kelas institusi, melainkan gelombang spekulasi memecoin.
Memecoin Jadi Mesin Fee
Ledakan ini tak lepas dari aktivitas token-token yang dirilis lewat platform launchpad di Robinhood Chain, seperti PONS dan LONG. Aliran dana yang mengejar keuntungan cepat membuat volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) jaringan ini melonjak tajam hingga menembus US$1,33 miliar dalam sehari — angka yang melampaui Ethereum, BNB Chain, dan Base sekaligus.
Fenomena ini menegaskan pola lama di industri kripto: ketika pasar sedang lesu atau sideways, likuiditas spekulatif cenderung bermigrasi ke aset berisiko tinggi seperti memecoin. Bedanya, kini panggungnya berpindah ke jaringan yang relatif baru dan lebih murah, sehingga setiap transaksi yang terjadi langsung berkontribusi signifikan terhadap pendapatan harian jaringan.
Rekor Transaksi 30 Agustus
CoinDesk mencatat Robinhood Chain memproses rekor 5,52 juta transaksi dalam sehari pada 30 Agustus. Pada hari yang sama, pengguna meluncurkan sekitar 22.600 token melalui Pons dalam satu hari, naik lebih dari 40 persen dibanding hari sebelumnya. Aktivitas itu menegaskan bahwa memecoin — bukan saham tokenisasi yang jadi visi awal jaringan — kini menjadi penggerak utama.
Pendapatan aplikasi pun terkonsentrasi pada segelintir pemain. Tiga aplikasi, yakni GMGN, Pons, dan Uniswap, menyumbang sekitar 88 persen dari total pendapatan aplikasi Robinhood Chain. Uniswap sendiri tercatat menguasai porsi besar aktivitas, dengan sekitar US$432 juta lewat versi terbarunya dan US$357 juta lewat versi sebelumnya.
Posisi di Antara Jaringan Lain
Angka US$2,66 juta itu menempatkan Robinhood Chain di posisi kedua di antara jaringan yang dipantau, hanya di belakang Solana yang membukukan sekitar US$5,07 juta. Ethereum sendiri hanya menghasilkan sekitar US$1,27–1,28 juta pada jendela 24 jam yang sama, sementara Base berada jauh di bawahnya. Perlu ditekankan, angka ini adalah pendapatan aplikasi — uang yang diperoleh aplikasi dari pengguna — bukan pendapatan yang dikumpulkan Robinhood secara langsung.
Namun, gelombang memecoin juga menyimpan risiko. Sebagian besar token yang diluncurkan lewat launchpad bersifat sangat spekulatif dan rawan penipuan (rug pull), sehingga lonjakan fee bisa cepat berubah menjadi penurunan aktivitas ketika minat mereda. Bagi jaringan yang masih berusia beberapa bulan, ketergantungan pada satu jenis aktivitas seperti ini membuat pendapatannya rentan bergejolak.
Dorongan Ekspansi Kripto Robinhood
Langkah Robinhood membangun rantainya sendiri bukan kejutan. Perusahaan yang dikenal lewat layanan trading saham tanpa komisi ini dalam beberapa tahun terakhir gencar memperluas jejak di aset digital, termasuk melalui akuisisi exchange Bitstamp. Robinhood Chain hadir sebagai upaya perusahaan merangkul pengguna ritel kripto secara langsung, sekaligus menangkap peluang dari pasar token yang sedang naik daun. Strategi launchpad yang mempermudah rilis memecoin menjadi pintu masuk yang efektif. Biaya murah, kecepatan transaksi, serta basis pengguna ritel yang besar membuat jaringan ini cepat menarik perhatian para pedagang spekulatif yang haus keuntungan jangka pendek.
Apa Artinya bagi Ethereum?
Bagi Ethereum, tertinggal dalam pendapatan harian bukan berarti kehilangan relevansi. Ekosistem Layer-2 yang dibangun di atasnya tetap memproses volume yang sangat besar, dan Ethereum masih menjadi rumah bagi mayoritas aset serta protokol DeFi terbesar. Namun, tren ini menjadi pengingat bahwa dominasi sebuah jaringan kini ditentukan oleh seberapa cepat ia bisa menarik aktivitas riil pengguna — bukan sekadar klaim teknologi.
Ke depannya, sorotan akan tertuju pada apakah Robinhood Chain mampu mempertahankan momentum ini setelah euforia memecoin mereda. Sebab, pendapatan yang digerakkan murni oleh spekulasi jangka pendek biasanya bersifat fluktuatif dan bisa menguap secepat datangnya. Satu hal yang pasti, pertarungan memperebutkan fee antar jaringan kripto kini semakin sengit dan tak lagi didominasi satu nama.


