LinkedIn Verifikasi Baru Perangi Profil Palsu

feat linkedin verifikasi profil palsu

LinkedIn Rilis Alat Verifikasi Baru, Perangi Profil Palsu dan Riwayat Kerja Bohong

LinkedIn mengumumkan seperangkat alat baru untuk memerangi profil palsu dan riwayat kerja yang tidak benar. Langkah ini diambil ketika kemampuan artificial intelligence (AI) membuat pembuatan akun dan identitas palsu jadi jauh lebih mudah, sehingga manipulasi dan penipuan daring ikut meluas.

Pengumuman itu disampaikan pada Rabu, sebagaimana dilaporkan TechCrunch. Perusahaan menyebut alat baru ini tidak hanya membasmi akun palsu, tetapi juga memberi anggota dan perusahaan kendali lebih besar atas kehadiran mereka di platform. Di antaranya, anggota kini bisa saling menjamin pengalaman kerja, sementara perusahaan mendapat kontrol baru untuk mengatur siapa yang boleh mengasosiasikan diri dengan merek mereka.

Menjamin pengalaman kerja, bukan sekadar rekomendasi

Fitur pertama memberi anggota kemampuan menjamin atau vouch pengalaman rekan kerja dan teman sekelas, baik saat ini maupun di masa lalu. Fitur ini berbeda dari endorsement yang lebih dulu dikenal. Jika endorsement adalah bentuk rekomendasi kepada orang lain, vouch lebih menegaskan bahwa seseorang benar-benar punya pengalaman seperti yang ia klaim di profilnya.

Sederhananya, fitur ini adalah cara mengatakan “saya bekerja dengan orang ini pada periode tersebut” — bukan penilaian soal apakah pengalaman itu menyenangkan atau tidak.

LinkedIn membekali fitur ini dengan sejumlah pengaman agar tidak disalahgunakan. Orang yang memberi jaminan harus sudah memiliki profil terverifikasi, sudah terhubung dengan orang yang dijamin setidaknya satu tahun, dan memakai akun aman dengan autentikasi dua faktor. Syarat terakhir penting untuk menekan risiko akun diretas lalu dipakai memberi jaminan palsu.

Perusahaan bisa menyingkirkan klaim kerja palsu

Perubahan besar kedua menyasar halaman perusahaan. Fitur yang sebelumnya diuji coba dengan perekrut dan eksekutif itu kini dibuka lebih luas: perusahaan dapat menghapus akun yang secara palsu mengklaim bekerja di sana, agar tidak muncul di halaman mereka maupun di hasil pencarian yang terkait dengan halaman tersebut.

Caranya, admin halaman mengunjungi akun orang yang mengklaim bekerja di perusahaan mereka, lalu menghapusnya secara manual. LinkedIn juga sedang menguji pengaturan yang memungkinkan admin mewajibkan setiap akun yang ingin mengasosiasikan diri dengan halaman mereka menyelesaikan verifikasi tempat kerja, misalnya lewat alamat email kantor.

Perlu dicatat, penghapusan ini tidak mengubah profil anggota itu sendiri — profil tetap sepenuhnya di bawah kendali pemiliknya. Yang hilang adalah tautan yang bisa diklik menuju halaman perusahaan dari profil tersebut, dan pengalaman kerjanya tidak lagi tampil sebagai terverifikasi.

LinkedIn menyebut fitur ini menyasar karyawan penuh waktu, bukan pekerja kontrak atau pekerja lapangan. Kedua kelompok terakhir tetap punya jalur lain untuk mengklaim keterkaitan mereka dengan perusahaan yang mempekerjakan mereka.

Memalsukan kredibilitas tidak pernah semudah dan semurah hari ini; sebaliknya, menunjukkan kredibilitas tidak pernah sepenting sekarang. — Oscar Rodriguez, VP of Product LinkedIn

Verifikasi diperluas ke luar platform

LinkedIn juga memperluas kerja sama dengan sejumlah perusahaan agar anggota bisa memamerkan identitas terverifikasi mereka di luar LinkedIn. Truecaller dan PeerSpot bergabung dengan mitra yang sudah ada sebelumnya, yakni Adobe dan UserTesting.

Contohnya, anggota Truecaller bisa menambahkan identitas terverifikasi LinkedIn mereka sehingga identitas itu tampil di layar penerima ketika mereka melakukan panggilan. Pola ini memperluas fungsi verifikasi dari sekadar lencana di dalam profil menjadi sinyal kepercayaan yang terbawa ke layanan lain.

Menurut LinkedIn, alat verifikasi yang sudah berjalan sejauh ini telah dipakai untuk memverifikasi 115 juta pengguna dan lebih dari 700.000 perusahaan. Oscar Rodriguez, VP of Product LinkedIn, mengatakan pihaknya berinvestasi di area ini karena yakin autentisitas akan menjadi “mata uang paling berharga di internet”.

Angka internal LinkedIn menunjukkan dampak langsung bagi anggota terverifikasi: mereka rata-rata menerima 50 persen lebih banyak tayangan unggahan dan 90 persen lebih banyak impresi dibanding profil yang belum terverifikasi. Bagi perusahaan, alat baru ini jadi cara menekan risiko nama mereka dipakai sebagai kedok di sebuah profil.

Bagi pencari kerja, kombinasi jaminan pengalaman dan verifikasi tempat kerja berarti klaim di CV dan profil semakin mudah diuji. Reputasi profesional yang dibangun bertahun-tahun kini berdiri di atas jejak yang bisa dicek, bukan sekadar narasi yang ditulis sendiri.

Sources

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top