Otoritas pasar modal Amerika Serikat, SEC, melangkah lebih jauh menuju era perdagangan saham tanpa henti. Regulator tersebut mengusulkan aturan baru terkait transfer agent, sebuah kebijakan yang dirancang untuk memuluskan perdagangan saham AS sepanjang waktu atau 24/7. Jika terwujud, ini akan menjadi perubahan fundamental dalam cara pasar ekuitas AS beroperasi, yang selama ini masih terikat jam perdagangan konvensional.
Peran Kunci Transfer Agent
Transfer agent adalah pihak yang bertanggung jawab mencatat perpindahan kepemilikan saham. Selama ini, proses pembukuan saham masih banyak bergantung pada jam kerja normal dan sistem yang belum sepenuhnya real-time. Aturan baru yang diusulkan SEC bertujuan memperbaiki infrastruktur pencatatan ini agar mampu mendukung perdagangan yang berlangsung terus-menerus, termasuk di malam hari dan akhir pekan. Tanpa pembaruan di level pencatatan, mimpi perdagangan 24/7 sulit terwujud karena risiko kegagalan penyelesaian (settlement) akan meningkat.
Konteks Persaingan dengan Kripto
Dorongan ini tak lepas dari tekanan kompetitif. Pasar kripto yang beroperasi 24 jam tanpa henti selama bertahun-tahun telah mengubah ekspektasi investor modern, khususnya generasi muda yang terbiasa bertransaksi kapan saja. Bursa saham tradisional merasa tertinggal dan mulai bereksperimen dengan sesi perdagangan yang lebih panjang. Usulan SEC ini menjadi sinyal bahwa regulator pun mulai serius menyiapkan kerangka aturan untuk mewujudkan perdagangan ekuitas yang benar-benar tanpa henti.
Dampak dan Tantangan
Perdagangan 24/7 menjanjikan likuiditas dan akses yang lebih besar, tetapi juga membawa tantangan. Volatilitas di jam-jam sepi bisa meningkat, dan perlindungan investor perlu diperkuat. Di sisi lain, pelaku pasar ritel Indonesia dan investor global lainnya akan diuntungkan karena bisa bertransaksi saham AS tanpa harus menyesuaikan diri dengan perbedaan zona waktu. Aturan ini masih berupa proposal dan akan melalui proses komentar publik, namun arahnya sudah jelas: pasar saham AS sedang bergerak menuju era baru yang tak pernah tidur.
Sumber: CoinDesk


