Perusahaan pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia, Strategy (sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy), kembali menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap aset digital ini. Dalam sepekan terakhir, perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor itu menambah kepemilikan bitcoin senilai US$370 juta. Aksi beli ini menegaskan bahwa Strategy tetap konsisten dengan strategi akumulasi bitcoin jangka panjangnya.
Detail Pembelian
Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan awal pekan, Strategy membeli 4.603 bitcoin dengan nilai sekitar US$369,7 juta pada periode 24 hingga 30 Agustus. Transaksi ini menandai pembelian bitcoin pertama yang dilaporkan perusahaan sejak Juni, sekaligus mengakhiri jeda pembelian selama sekitar sepuluh pekan.
Dalam transaksi terbaru itu, Strategy membayar rata-rata US$80.318 per bitcoin. Perusahaan juga menambah saldo kas dolar sebesar US$29 juta dan membeli kembali US$152 juta obligasi konversi jenis STRC. Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan bitcoin Strategy kini mencapai 845.050 BTC, dengan leverage bersih 0,0 persen.
Secara kumulatif, seluruh bitcoin Strategy diperoleh dengan total biaya sekitar US$63,73 miliar, termasuk biaya dan beban lain, atau rata-rata US$75.412 per BTC. Sinyal bahwa pembelian akan kembali dilakukan sebenarnya sudah muncul lebih dulu, ketika Saylor mengunggah “We’re back” di X pada 30 Agustus.
Konsistensi di Tengah Gejolak
Yang membuat langkah ini menarik adalah waktunya. Pembelian dilakukan di tengah kondisi pasar yang bergejolak, ketika harga bitcoin berada di bawah tekanan akibat ketegangan geopolitik. Strategi membeli saat pasar melemah ini justru mencerminkan keyakinan mendalam bahwa nilai bitcoin akan terus naik dalam jangka panjang. Bagi Strategy, penurunan harga bukanlah ancaman, melainkan kesempatan untuk akumulasi dengan harga diskon.
Perusahaan juga sempat menjual sebagian kepemilikannya pada periode sebelumnya. CEO Strategy, Phong Le, menyatakan penjualan itu dilakukan hanya untuk menutup dividen saham preferen dan mengurangi utang, bukan karena perusahaan berubah pandangan terhadap bitcoin.
Model Perusahaan Berbasis Bitcoin
Strategy bukanlah perusahaan biasa. Sejak mulai mengakumulasi bitcoin beberapa tahun lalu, perusahaan ini telah bertransformasi menjadi semacam kendaraan investasi bitcoin yang tercatat di bursa. Kepemilikan bitcoin yang masif telah menjadi aset utama neraca perusahaan, dan pergerakan harga bitcoin berdampak langsung pada valuasi sahamnya. Penambahan US$370 juta ini semakin mempertebal posisi Strategy sebagai pemegang bitcoin korporat nomor satu, jauh melampaui perusahaan publik lainnya.
Dengan total 845.050 bitcoin, nilai kepemilikan tersebut berada di kisaran US$68,5 miliar berdasarkan harga saat laporan dibuat. Angka itu menjadikan neraca Strategy lebih mirip dana investasi aset kripto ketimbang perusahaan teknologi biasa.
Konteks Pasar yang Lebih Luas
Pembelian ini terjadi ketika bitcoin diperdagangkan di bawah tekanan akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah, yang memukul aset berisiko secara luas. Harga bitcoin saat itu berada jauh di bawah puncaknya, dan sebagian analis masih memperdebatkan apakah pasar sedang berkonsolidasi atau berpotensi turun lebih dalam. Dalam situasi seperti itu, keputusan Strategy menyuntik modal justru dibaca sebagai sinyal kontrarian.
Strategi Saylor menyisakan catatan. Model “beli dan tahan” membuat kinerja saham Strategy sangat terikat pada harga bitcoin, sehingga investor yang masuk ke MSTR sebenarnya membeli eksposur aset kripto dengan tambahan risiko neraca perusahaan. Saylor sendiri tetap menegaskan pandangan jangka panjangnya bahwa harga bitcoin masih punya ruang kenaikan yang sangat besar dalam dua dekade ke depan.
Dampak bagi Pasar
Aksi beli oleh pemain institusional sebesar Strategy selalu menjadi perhatian pelaku pasar. Pembelian dalam jumlah besar menunjukkan kepercayaan institusi terhadap bitcoin sebagai penyimpan nilai, sekaligus membantu menyerap pasokan di pasar. Bagi investor ritel, langkah ini kerap dijadikan sinyal bullish.
Meski demikian, keputusan Strategy tidak lepas dari risiko konsentrasi — karena ketika harga bitcoin jatuh tajam, neraca perusahaan ikut terpukul. Namun sejauh ini, strategi berani tersebut masih menjadi ciri khas dan daya tarik utama perusahaan di mata para penggemar bitcoin, sekaligus tolok ukur seberapa besar kepercayaan institusi terhadap aset kripto.


