Bitchat Diblokir di India, Isu App Offline Menguat
Bitchat, app pesan desentralisasi milik Jack Dorsey yang dirancang supaya jalan tanpa koneksi internet, sudah hilang dari App Store dan Google Play di India. Ini terjadi beberapa bulan setelah New Delhi pertama kali berusaha membatasi akses ke software open-source tersebut.
Dorsey sendiri yang mengabarkan pada Sabtu bahwa pemerintah India memerintahkan Apple untuk mencabut Bitchat dari App Store di negara itu. Dalam notice dari Apple yang dia posting di X, Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India mengeluarkan permintaan itu lewat Section 69A dari Information Technology Act, ketentuan hukum utama yang dipakai pemerintah untuk memblokir akses online.
Sisi lain juga kena. Google Play di India tidak lagi menyediakan Bitchat untuk diunduh saat TechCrunch mengecek pada Sabtu, dan situs resmi Bitchat ikut tidak bisa diakses lewat sejumlah internet service provider di sana. Belum jelas apakah Google dan para ISP juga menerima arahan dari pemerintah federal. Apple, Google, dan kementerian IT India tidak menjawab permintaan komentar.
App Tanpa Internet, Justru Dianggap Ancaman
Bitchat diluncurkan Juli tahun lalu dan memakai Bluetooth mesh networking supaya perangkat yang berdekatan bisa saling bertukar pesan terenkripsi tanpa jaringan seluler, tanpa akses internet, dan tanpa server pusat. Arsitektur seperti inilah yang bikin app-nya menarik: tidak ada satu titik yang bisa dimatikan untuk menghentikan percakapan.
Justru di situ masalahnya. Dalam ordernya ke GitHub, pemerintah India menyebut arsitektur Bitchat bikin penegak hukum sulit menyadap komunikasi atau melacak pengguna, dan menyoroti kemampuannya tetap hidup saat internet shutdown.
The Indian government said in its order to GitHub at the time that Bitchat’s architecture made it hard for law enforcement agencies to intercept communications or trace users, and pointed to its ability to continue operating during internet shutdowns.
Menariknya, order Juli itu bersandar pada ketentuan lain di hukum IT India, yaitu pasal soal intermediary dan tanggung jawab mereka atas konten pihak ketiga. Bukan Section 69A yang dikutip di notice Apple terbaru. Internet Freedom Foundation, kelompok advokasi hak digital yang berbasis di New Delhi, menyebut order terbaru ini tidak konstitusional. Argumen mereka: Section 69A memang mengizinkan pemerintah memblokir informasi yang melanggar hukum, tapi bukan memblokir app pesan hanya karena kemampuannya beroperasi saat internet shutdown. IFF juga menyoroti bahwa baik order pemblokirannya maupun konten yang disebut ilegal tidak pernah dibuat publik.
App Store, Google Play, GitHub: Titik Kontrol yang Paling Mudah Ditekan
Yang paling kelihatan dari kasus ini bukan soal Bluetooth-nya, tapi soal dari mana tekanan datang. Pemerintah tidak mematikan mesh-nya, karena itu secara teknis susah: tidak ada server pusat yang bisa disita atau dimatikan. Yang ditekan adalah platform distribution-nya. Lewat satu surat ke Apple, app itu hilang buat seluruh pengguna iPhone di India. Google Play menyusul. Sebelumnya, pada Juli 2026, Dorsey mengungkap otoritas India memerintahkan GitHub menurunkan repository yang terkait app pesan open-source itu. Akses lewat web-nya pun ikut dijegal di level ISP.
Polanya konsisten: selama sebuah app masih harus lewat toko aplikasi, layanan hosting kode, atau jalur web biasa untuk sampai ke pengguna baru, di situ selalu ada titik yang bisa dikunci. Buat pengguna yang sudah punya app-nya, Bluetooth mesh-nya masih jalan. Yang mati adalah jalan masuk berikutnya: download, update, dan code repository. Jadi app yang “offline” bukan berarti otomatis kebal dari tekanan negara.
Apa Artinya buat Developer Fitur Privasi & Desentralisasi
Buat developer yang membangun fitur privasi atau desentralisasi, ada beberapa hal yang perlu dihitung ulang. Pertama, distribusi sama pentingnya dengan arsitektur. Menghilangkan server pusat memang bikin app tahan terhadap internet shutdown, tapi tidak otomatis bikin app tahan terhadap takedown, justru platform distribution yang jadi permukaan serangnya. Kedua, dasar hukum pemblokiran bisa bergeser: order Juli memakai pasal soal intermediary, order terbaru memakai Section 69A. Legal basis-nya berubah, padahal fitur app-nya tidak berubah sedikit pun.
Ketiga, konteks lokal sangat menentukan. Minat terhadap Bitchat di India melonjak di waktu yang sama dengan aksi protes. India menyumbang sekitar 85% dari total unduhan global app itu antara 17 dan 23 Juli, naik dari sekitar 1% pada 30 hari sebelumnya, menurut data firma market intelligence Sensor Tower. Demonstrasi juga kembali memanas belakangan ini. Polisi menahan sejumlah orang dalam aksi di New Delhi pada Sabtu, saat pengunjuk rasa menuntut mundurnya ketua komisi pemilihan India atas dugaan manipulasi daftar pemilih, dan otoritas menangguhkan layanan internet di sekitar Jantar Mantar selama 12 jam pada Jumat. Saat protes Juli, demonstran dilaporkan beralih ke Bitchat dan app rival Briar setelah layanan internet ditangguhkan. Buat developer, itu pesan yang jelas: app yang kamu bangun bisa berubah fungsi dari alat komunikasi sehari-hari jadi infrastruktur darurat dalam hitungan hari, dan tekanan regulasi biasanya datang setelahnya.
Sources
TechCrunch — Jack Dorsey’s Bitchat disappears from app stores in India after government order


