SpaceX Dorong Super Heavy ke Launch Pad

feat spacex superheavy

SpaceX resmi memindahkan booster Super Heavy ke launch pad di Starbase, fasilitas peluncurannya di South Texas. Langkah ini menandai dimulainya rangkaian persiapan menuju uji terbang orbital pertama Starship, yang ditargetkan meluncur 28 September 2026. Kalau sukses, misi ini akan jadi penerbangan ke-14 Starship dan yang pertama benar-benar menembus orbit Bumi.

Super Heavy sudah di pad, Ship menyusul

Kabar ini disampaikan SpaceX lewat postingan di X pada 21 September. Booster bernama Super Heavy itu keluar dari fasilitas perakitannya dan digiring ke launch pad di Starbase — momen yang difoto dan dibagikan perusahaan sebagai tanda bahwa jadwal peluncuran sudah masuk hitungan hari.

Menurut SpaceX, Super Heavy berikutnya akan disandingkan dengan tahap atasnya, yaitu Ship, di launch mount tak lama setelah ini. Kalau semua berjalan sesuai rencana, keduanya bakal lepas landas bersama pada 28 September dalam misi yang disebut sebagai yang paling ambisius sejauh ini.

Tahap persiapan yang masih harus dilalui

Menggulingkan booster ke pad bukan akhir dari persiapan, tapi justru awal tahap kritisnya.

  • Penyandingan dengan Ship. Super Heavy masih harus diangkat dan dipasangkan dengan Ship di launch mount. Dua tahap raksasa ini harus tersambung sempurna sebelum bisa dianggap siap.
  • Rangkaian pengecekan jelang peluncuran. Setelah tersusun lengkap, tim SpaceX masih perlu menyelesaikan pemeriksaan sistem sebelum memberi lampu hijau akhir.
  • Jendela waktu yang sudah bergeser. Di halaman yang sama, pemberitaan Space.com juga mencatat bahwa peluncuran Flight 14 sempat mundur enam hari hingga ke 28 September. Artinya, jadwal ini sudah pernah direvisi sekali dan bisa bergerak lagi tergantung hasil pengecekan.

Apa yang diuji di penerbangan berikutnya

Flight 14 punya dua target besar yang sekaligus, dan keduanya baru pertama kali dicoba dalam satu misi.

Pertama, Super Heavy dijadwalkan melakukan splashdown terkendali di Gulf of Mexico sekitar tujuh menit setelah lepas landas. Kedua, Ship akan melanjutkan perjalanan ke low Earth orbit dan melepaskan 26 satelit Starlink V3 milik SpaceX di sana.

Bagi Ship, ini juga jadi ujian daya tahan baru. Wahana itu akan bertahan di orbit cukup lama, mengelilingi Bumi sekitar enam kali, sebelum kembali dan splashdown di Samudra Pasifik lepas pantai Chile — sekitar 10 jam setelah peluncuran. Lokasi pendaratan ini baru: misi-misi suborbital Ship sebelumnya selalu berakhir di Samudra Hindia, lepas pantai Australia Barat.

Kenapa Starship penting buat industri satelit

Inti dari Flight 14 sebenarnya bukan cuma soal terbang sampai orbit. Misi ini adalah titik awal perakitan Starlink V3, megakonstelasi broadband generasi berikutnya milik SpaceX, yang menurut pendiri sekaligus CEO Elon Musk disebut akan terdiri dari sekitar 100.000 satelit bila rampung nanti.

Kontekstnya menarik: dua bulan lalu, di Flight 13, Ship sudah sempat melepaskan 20 satelit Starlink V3. Bedanya, saat itu trayektori wahana masih suborbital, jadi satelit-satelit tersebut cepat jatuh kembali ke Bumi. Flight 14 akan jadi kali pertama satelit V3 benar-benar ditempatkan di orbit dan bisa mulai beroperasi.

Kalau pola ini terbukti berjalan, satu peluncuran bisa menaruh puluhan satelit sekaligus. Inilah yang membuat Starship bukan sekadar proyek prestise, tapi kunci bagi cara kerja industri satelit ke depan — terutama untuk konstelasi besar yang butuh volume peluncuran tinggi tanpa biaya per kilogram yang meledak.

Aspinasi itu bertumpu pada desainnya. Starship disebut sebagai roket terbesar dan terkuat yang pernah dibangun, dengan tinggi versi saat ini mencapai 408 kaki atau 124 meter; versi-versi berikutnya disebut Musk akan lebih besar lagi. Yang lebih penting, kedua tahapnya dirancang bisa dipakai ulang secara penuh dan cepat — yang oleh SpaceX disebut sebagai “holy grail of rocketry”. Dengan itu, perusahaan meyakini Starship bisa mengubah cara manusia terbang ke luar angkasa dan membuat gagasan permukiman di Bulan serta Mars akhirnya masuk hitungan secara ekonomi.

Soal agenda Artemis dan NASA

Perlu dicatat, laporan Space.com yang jadi rujukan artikel ini tidak menyebut keterkaitan Flight 14 dengan agenda Artemis atau program NASA. Misi ini dibingkai murni sebagai tonggak orbital Starship dan awal penggelaran konstelasi Starlink V3, jadi jangan buru-buru mengaitkannya dengan jadwal misi Bulan sebelum ada pernyataan resmi berikutnya.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top