4.000 BTC Ditarik White Hat dari Liquid, ETF Bitcoin Cetak Inflow Terkuat 2026

feat bitcoin

4.000 BTC Ditarik “White Hat” dari Liquid, ETF Bitcoin Cetak Inflow Terkuat 2026

Dunia kripto pekan ini diramaikan dua kabar besar sekaligus: hampir 4.000 Bitcoin senilai sekitar US$319 juta ditarik dari Liquid Network — sidechain yang dioperasikan Blockstream — oleh pihak yang mengaku “white hat”. Di saat yang sama, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk (inflow) terkuat sepanjang 2026.

Insiden Liquid: “we are whitehats”

Sedikit di bawah 4.000 BTC senilai US$319 juta diambil dari Liquid Network, dengan pelaku yang menyebut diri “white hat”. Sebuah pesan OP_RETURN yang belum terverifikasi bahkan berbunyi: “we are whitehats. contact us on chain.”

Sidechain milik Blockstream itu lalu menjeda bridge nodes dan meminta bursa untuk menghentikan sementara deposit serta penarikan LBTC, sambil berupaya menghubungi pelaku dan mengidentifikasi celah keamanan. Menurut explorer Liquid, saldo dompet federasi turun dari 4.200 BTC menjadi hanya 207,275 BTC.

Dalam mekanisme normal Liquid, LBTC dibakar di sidechain sebelum Bitcoin ditarik — transaksinya butuh otorisasi multisig 11-of-15 dan pengiriman ke whitelist yang disetujui. Pihak Liquid menyebut dana tersebut ditarik lewat SideSwap PAK (Peg-out Authorization Key), tapi menegaskan kunci itu “tidak dikompromikan”. Dana juga dikirim lewat Sideswap, yang menyatakan kunci mereka tidak bocor, melainkan L-BTC pada order tersebut dibuat lewat bug di perangkat lunak Elements.

Analis kripto DBCrypto menilai dana yang ditarik “tidak dipindahkan dan tidak dicampur”, sehingga lebih konsisten dengan aksi whitehat — semacam upaya pengamanan — daripada pencurian. Tapi insiden ini menimbulkan pertanyaan besar soal keamanan sidechain: “11 dari 15 functionaries benar-benar menandatangani, atau whitelist yang seharusnya mencegah hal ini tidak berfungsi. Dua-duanya tidak membuat Liquid terlihat bagus,” ujarnya.

ETF Bitcoin cetak inflow terkuat 2026

Sementara itu, ETF spot Bitcoin AS mencatat tiga pekan dengan arus masuk terkuat sepanjang 2026. Dana-dana tersebut menarik US$986,9 juta pada pekan yang berakhir Jumat, membawa total inflow tiga pekan ke US$3,8 miliar (data SoSoValue). Total aset bersih seluruh dana berada di US$101,3 miliar pada Jumat, dengan kumulatif inflow menyentuh US$55,6 miliar.

Pada Kamis, ETF Bitcoin bahkan mencatat US$730,9 juta net inflow — hari terkuat sejak 14 Januari. Meski Bitcoin belum konsisten bertahan di atas moving average 50 minggu yang jadi penanda pasar bull, lonjakan inflow ini menandakan minat institusional mulai kembali menguat, dengan Bitcoin diperdagangkan sedikit di atas US$80.000.

Menariknya, gelombang dana ini datang di tengah pasar yang masih waspada. Banyak analis melihat kombinasi antara data makro dan arus dana institusional sebagai faktor yang menopang harga, sementara sebagian investor memilih strategi yang lebih defensif — mengalokasikan ke aset digital sambil menahan posisi pada aset berisiko lain. Ini pola yang kerap muncul menjelang periode volatilitas.

Konteks buat pembaca Indonesia

Buat investor retail di Indonesia, dua kabar ini punya pelajaran berbeda. Insiden Liquid mengingatkan bahwa peringatan “white hat” tetap menguji keandalan infrastruktur kripto — sidechain dan protokol bukan tanpa celah, dan risiko keamanan tetap ada di balik mayoritas volume transaksi. Sementara gelombang inflow ETF menunjukkan arus besar institusi global yang bisa jadi sinyal sentimen pasar.

Indonesia sendiri masih menimbang regulasi aset kripto yang terus berkembang (di bawah pengawasan Bappebti), dengan perlindungan konsumen dan tata kelola risiko yang terus disempurnakan. Ini konteks yang layak dicatat: pasar global bergerak cepat, dan literasi risiko harus ikut naik.

Sumber: Cointelegraph · The Block · The Daily Hodl · SoSoValue

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top