Penambang Kripto Rusia Wajib Pakai Listrik Prioritas Rendah

feat rusia miner

Pemerintah Rusia resmi menempatkan fasilitas penambangan kripto di kelas pelanggan listrik paling rendah. Lewat Resolusi No. 1300 yang disahkan 6 Oktober 2026, setiap fasilitas penambangan dan operator infrastruktur mining yang ingin tersambung ke jaringan listrik nasional wajib memakai koneksi berkategori keandalan 4, tingkat paling dasar yang tidak menjamin pasokan dan bisa diputus begitu listrik dibutuhkan pengguna lain. Kementerian Energi Rusia mengonfirmasi konsekuensi aturan ini pada 9 Oktober 2026.

Kategori keandalan terendah, tanpa jaminan pasokan

Dalam sistem ketenagalistrikan Rusia, kategori keandalan menentukan seberapa aman pasokan listrik seorang pelanggan. Koneksi kategori keempat berada di bawah pengaturan listrik konvensional. Operator yang menerimanya harus siap menghadapi pemutusan ketika jaringan mengalami kekurangan atau gangguan operasional. Kementerian Energi menyebut fasilitas penambangan bisa diputus tanpa koordinasi awal yang biasanya diberikan kepada pengguna berprioritas lebih tinggi. Menurut aturan pemerintah, pelanggan kategori 4 justru ditempatkan paling depan dalam jadwal darurat pengurangan beban; listrik mereka umumnya baru kembali setelah pasokan bagi pelanggan berprioritas lebih tinggi pulih. Kerangka kategori ini sendiri lahir pada Februari 2026 lewat Resolusi No. 103, yang membuka jalur koneksi terpisah bagi konsumen yang bersedia menerima pasokan kurang andal.

Siapa yang kena, dan seberapa jauh

Aturan ini menyasar perusahaan yang mengoperasikan peralatan penambangan, pelaku yang ikut dalam mining pool, serta penyedia infrastruktur yang menopang aktivitas mining. Cakupannya berlaku di seluruh Rusia, termasuk wilayah yang masih mengizinkan penambangan. Kebijakan ini menyentuh permohonan koneksi baru maupun sebagian permohonan lama yang belum selesai diproses. Namun, dekret tidak memerintahkan penghentian nasional seketika untuk fasilitas yang sudah beroperasi di bawah kontrak berprioritas lebih tinggi. Yang berubah adalah syarat memperoleh koneksi: operator jaringan bisa menolak permohonan bila syarat teknis menyangkut kapasitas sistem, peralatan proteksi, atau operasi jaringan tidak terpenuhi. Di wilayah yang sudah menerapkan larangan penambangan penuh, penyedia listrik bahkan dilarang menerima permohonan kategori 4 baru, dan pemrosesan permohonan yang tertunda dihentikan sampai larangan dicabut.

“Efficient use of existing energy infrastructure” — pernyataan Kementerian Energi Rusia, dikutip crypto.news

Frasa itu merangkum logika pemerintah: penambangan tetap boleh memakai jaringan, asal tidak menambah beban pada saat kapasitas sedang ketat.

Tekanan listrik di balik kebijakan

Langkah ini bukan kejutan. Sejak melegalkan penambangan terdaftar pada 2024, Rusia bergulat dengan dua tujuan yang saling tarik-menarik: memungut pendapatan pajak dan ekspor dari mining, sekaligus menjaga jaringan listrik yang mulai tertekan. Pada Agustus 2026, lewat Resolusi No. 936 yang ditandatangani Perdana Menteri Mikhail Mishustin, pemerintah melarang penambangan di Moskow, wilayah Moskow, dan sebagian Kursk hingga 31 Desember 2032. Kawasan itu menampung sekitar 1 gigawatt beban mining dalam sistem kelistrikan Moskow, dengan 65 pusat data berkapasitas gabungan 734 megawatt. Larangan serupa berlaku di sepuluh wilayah lain sampai 15 Maret 2031, sementara pembatasan sepanjang tahun diterapkan di sebagian Buryatia, Zabaykalsky Krai, dan selatan Irkutsk. Kementerian Energi sebelumnya memperingatkan risiko kekurangan kapasitas daya jika penambangan dibiarkan terus tersambung ke jaringan regional.

Dampak ke hashrate global dan desentralisasi

Rusia bukan pemain kecil. Menurut Luxor’s Hashrate Index yang dikutip CoinDesk, negara itu menyumbang sekitar 175 exahash per detik, atau 16,4 persen dari daya komputasi global Bitcoin pada kuartal pertama 2026, menempati posisi kedua setelah Amerika Serikat. Bila sebagian kapasitas Rusia terpaksa mengurangi uptime atau pindah, hashrate berpotensi bergeser ke yurisdiksi lain yang menawarkan pasokan lebih stabil. Di sisi lain, dampaknya belum bisa dipastikan besar. CoinDesk mencatat klaim bahwa larangan Moskow secara material mengubah hashrate global masih belum terverifikasi, karena tidak jelas berapa kapasitas yang benar-benar berada di wilayah terdampak. Yang lebih pasti, kontrak listrik yang bisa diputus mengubah risiko pemadaman dari gangguan fisik menjadi kondisi regulasi permanen. Fasilitas dengan margin tipis kini berhadapan dengan pendapatan yang dibatasi oleh kebijakan operator jaringan. Bila modal mining mengalir ke yurisdiksi dengan jaminan pasokan lebih kuat, hashrate dunia berisiko menumpuk di segelintir negara, dan itu memunculkan pertanyaan baru soal desentralisasi jaringan Bitcoin.

Relevansi untuk industri mining Indonesia

Bagi Indonesia, kasus Rusia adalah cermin tentang satu hal yang paling menentukan ekonomi mining: biaya dan keandalan listrik. Penambangan kripto menyita daya besar secara terus-menerus, sehingga lokasi yang menarik biasanya adalah daerah dengan tarif rendah dan pasokan berlebih. Namun hampir semua negara menempatkan rumah tangga, rumah sakit, dan industri strategis di urutan prioritas pertama. Jika sebuah pasar menerapkan kategori konsumen yang bisa diputus kapan saja, operator mining di sana menanggung risiko uptime yang sama persis dengan yang kini dialami penambang Rusia. Karena itu, keputusan Rusia patut dibaca bukan sekadar sebagai berita lokal, melainkan sebagai preseden pola regulasi: mining diizinkan selama ada kapasitas cadangan, dan menjadi lampu mati pertama ketika listrik menipis.

Sumber

  • crypto.news — “Russia’s new mining rules: Can Bitcoin miners lose power?” (9 Oktober 2026): https://crypto.news/russias-new-mining-rules-can-bitcoin-miners-lose-power
  • ПРАЙМ (1prime.ru) — “Майнеры криптовалют смогут подключаться к электросетям по всей России” (9 Oktober 2026): https://1prime.ru/20261009/rossija-874131491.html
  • CoinDesk — “Why the world’s second-largest Bitcoin mining power is shutting down rigs in its capital city” (15 Agustus 2026): https://www.coindesk.com/policy/2026/08/15/why-the-world-s-second-largest-bitcoin-mining-power-is-shutting-down-rigs-in-its-capital-city

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top