Google Rilis Gemini 4 Argon, Harga API Turun

feat gemini 4 argon

Google resmi melepas Gemini 4 Argon ke publik global pada 13 Oktober 2026. Ini model pertama dari generasi Gemini 4 dan kini menempati posisi teratas di jajaran produk AI Google. CEO Google Sundar Pichai mengumumkannya lewat akun X pribadinya.

Argon sendiri diperkenalkan 30 September lewat blog Koray Kavukcuoglu, SVP Google DeepMind, dengan akses terbatas untuk kalangan yang disebut Google “trusted cyber defenders” di program Fairwind. Kini pintunya dibuka jauh lebih lebar.

Siapa yang Sudah Bisa Memakainya

Menurut Pichai, Argon tersedia untuk developer dan perusahaan pada tier berbayar Gemini API dan platform Gemini, untuk pelanggan Ultra di Google Antigravity, serta pelanggan Pro dan Ultra di aplikasi Gemini dan Google Search, termasuk AI Mode. Pengguna gratis belum kebagian. Soal langganan, Google AI Pro dipatok US$19,99 per bulan; di I/O 2026 Google menambah paket Ultra US$100 per bulan dan menurunkan tier Ultra tertingginya dari US$250 jadi US$200 per bulan.

Harga API: Murah di Awal, Naik Desember

Google memasang harga perkenalan di Gemini API: US$2 per juta token input dan US$10 per juta token output. Token bukan uang, melainkan potongan kecil teks — kira-kira beberapa karakter — yang jadi satuan hitung layanan AI. Makin banyak teks diproses atau dihasilkan, makin banyak token yang dibayar. Token input dari cache dapat diskon 95 persen, jadi sekitar US$0,10 per juta token.

Google mencatat harga ini lebih murah dari dua rival utamanya: Claude Opus 5.5 US$4 (input) dan US$20 (output) per juta token, sedangkan GPT-6 Astra US$10 dan US$50. Dengan hitungan itu, harga output Argon sekitar 80 persen lebih rendah dibanding GPT-6 Astra. Tapi ini baru harga perkenalan: mulai 1 Desember 2026, versi akses publik berbayar US$4 per juta token input dan US$20 per juta token output.

Argon juga mendukung batas output hingga satu juta token. Itu ruang panjang untuk satu jawaban sekaligus, jauh lebih lega dibanding model dengan batas output lebih kecil — berguna untuk menulis dokumen panjang atau menghasilkan banyak kode sekaligus.

Benchmark: Klaim Google versus Uji Pihak Ketiga

Benchmark adalah uji standar berisi kumpulan soal atau tugas yang skornya dipakai membandingkan kemampuan model. Di tabel perbandingan Google, Argon mencetak skor tertinggi pada 14 dari 18 hasil, seri dengan GPT-6 di keamanan siber, dan tertinggal di lima pengujian. Semua angka di bagian ini berasal dari Google sendiri.

Keunggulan terbesarnya ada di pekerjaan pengetahuan. Google menyebut Argon peringkat pertama di Vals Index, indeks yang membobot pekerjaan keuangan, coding, hukum, dan pajak sesuai porsi sektor itu terhadap PDB Amerika Serikat. Di AutomationBench, uji tugas bisnis end-to-end milik Zapier, Argon mencetak 51,3 persen, sekitar sembilan poin di depan model berikutnya. Untuk coding hasilnya bercampur: Argon mencatat rekor 77,9 persen di DeepSWE v1.1, tetapi tertinggal dari GPT-6 Astra di FrontierSWE v2 dan di bawah ketiga rivalnya pada Terminal-Bench 4.0.

Beberapa angka kompetitor yang dicantumkan Google pun beda dari laporan pihak kompetitornya. Mashable menyoroti Anthropic mencatat GPT-6 Astra 57,9 persen di Terminal-Bench 4.0, sementara Google menuliskannya 58,2 persen. Di Terminal-Bench Science, Anthropic melaporkan Opus 5.5 sebesar 58,7 persen, sedangkan Google mencantumkan 63,3 persen.

Karena itu pengujian independen layak jadi pembanding. Artificial Analysis Intelligence Index, yang menggabungkan 10 evaluasi bidang matematika, sains, coding, tugas agentic, dan penalaran, memberi Argon (mode High) skor 53 — jauh di atas median 26 untuk model sebanding, dan naik 23 poin dari Gemini 3.1 Pro Preview. Meski begitu, Argon masih sekitar lima poin di bawah Claude Opus 5.5 dan Sonnet 5.5.

Bukan Cuma Soal Skor

Google turut membagikan hasil pemakaian internal. Engineer yang memakai Argon lewat Antigravity diklaim meningkatkan kiriman kode agentic lebih dari 35 persen dan menekan pembatalan kode (rollback) hampir sepertiga. Tim Chrome memakainya untuk memisahkan penanganan halaman web inti dari folder warisan berisi sekitar enam juta baris kode di dalam basis kode Chromium yang mencapai 40 juta baris; pekerjaan yang biasanya butuh berbulan-bulan disebut selesai dalam hitungan minggu.

Di sisi produk, Google memamerkan Argon membuat antarmuka 3D untuk Android dengan efek kaca buram, cahaya berubah, dan animasi riak. Model ini mencetak 87 persen pada benchmark Embodied Reasoning (ERQA) yang menguji pemahaman fisik dan spasial. Gemini kini terhubung ke lebih dari 40 aplikasi termasuk Instacart, OpenTable, Adobe, dan Shopify, plus tombol baru untuk berpindah dari mode chat ke mode tugas.

Datang di Musim yang Ramai

Argon mendarat di tengah musim gugur yang padat untuk model AI frontier: Anthropic sudah merilis Claude Opus 5.5, OpenAI merilis GPT-6 Astra, dan Meta baru meluncurkan Muse Wonder. Google sendiri beberapa kali melewati tenggat peluncuran Gemini 3.5 Pro, dan sejumlah laporan menyebut rencana model itu dibatalkan karena tak memenuhi target internal. Argon jadi model frontier pertama Google sejak Gemini 3 Pro tahun lalu.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top