Kalau kamu melihat mobil melintas dengan lampu biru kehijauan yang menyala stabil di depan, samping, dan belakang, itu bukan modifikasi gaya-gayaan. NHTSA, otoritas keselamatan jalan raya Amerika Serikat, sedang mengusulkan warna cyan sebagai penanda resmi kendaraan yang sedang dikemudikan sistem otonom. Usulan ini masuk paket revisi Federal Motor Vehicle Safety Standard (FMVSS) No. 108, standar yang mengatur lampu dan alat pemantul kendaraan.
Statusnya: ini masih notice of proposed rulemaking, bukan aturan final. Dokumennya terbit di Federal Register 26 Oktober 2026 dengan nomor 91 FR 67243, meski NHTSA sudah mengumumkannya pada 23 Oktober. Nomor docket-nya NHTSA-2026-1519, dan masa komentar publik ditutup 25 November 2026.
Kenapa cyan, bukan biru biasa
Lampu kendaraan sudah punya kamus warna padat: merah untuk rem, amber untuk sein, putih untuk lampu utama, plus biru-merah berkedip untuk kendaraan darurat. Menambah warna mirip akan bikin bingung, karena itu NHTSA memilih cyan, yang disebut sebagai “blue-green color defined in SAE J578” dan dinilai cukup berbeda dari biru kendaraan polisi maupun derek.
Spesifikasi warnanya pun tidak kabur. Di teks regulasi yang diusulkan, batas kromatisitas cyan ditulis eksplisit:
- y = 0,32 sebagai batas biru
- x = 0,20 sebagai batas putih
- y = 0,50 − 0,50x sebagai batas hijau
Uji warnanya memakai metode visual dan tristimulus, dengan toleransi tegas:
“Cyan is not acceptable if it is less saturated (paler), greener, or bluer than the limit standards.”
Cyan yang terlalu pucat, terlalu hijau, atau terlalu biru tetap gagal uji — supaya warna penanda tidak melenceng jadi hijau sein atau biru lampu darurat.
Empat sampai delapan lampu, dan opsional
Soal jumlah dan posisi, NHTSA mengusulkan satu atau dua lampu di bagian depan, satu atau dua di tiap sisi, dan satu atau dua di belakang. Total minimal empat, maksimal delapan lampu. Semuanya dipasang tidak lebih rendah dari 15 inci (sekitar 38 sentimeter) dari permukaan jalan, dan boleh di dalam maupun luar bodi.
Cara nyalanya juga diatur: harus menyala stabil (steady burning), bukan berkedip; aktif otomatis saat ADS mengambil alih kendali dan mati saat ada pengemudi yang memantau jalan; serta seluruh lampu menyala dan mati bersamaan. NHTSA juga membuka kemungkinan lampu ini dipakai untuk isyarat arah gerak, tapi mengakui risetnya belum ada dan meminta masukan.
Yang paling sering salah dipahami: usulan ini tidak mewajibkan lampu cyan di semua kendaraan otonom. NHTSA memakai pendekatan “if equipped” — kalau pabrikan memilih memasangnya, maka harus sesuai spesifikasi; kalau tidak dipasang, tidak ada pelanggaran. Konsekuensinya, lampu ini justru dilarang dipasang di kendaraan tanpa kemampuan otonom, supaya tidak jadi hiasan tanpa makna.
Lampu cyan juga tidak boleh digabung secara optik dengan lampu lain, termasuk daytime running lamp — NHTSA menolak pendekatan yang pernah dibahas di forum UNECE pada 2023. Jaraknya ke lampu identifikasi minimal dua kali jarak antar lampu identifikasi yang bersebelahan.
Siapa yang lebih dulu mengusulkan
Idenya bukan datang dari regulator. SAE International sudah menerbitkan standar J3134 pada Mei 2019 dan merevisinya Desember 2025, termasuk untuk posisi depan, samping, dan belakang. Mercedes-Benz termasuk yang paling vokal: mereka melakukan uji jalan dua tahun di California pada 2023–2025, dan menilai pandangan 360 derajat pada lampu cyan bermanfaat bagi kepolisian.
California sudah lebih dulu mengizinkannya lewat Cal. Vehicle Code §§ 25950 dan 38750, mengacu ke J3134 dan J578. NHTSA menyatakan aturan federal ini, kalau final, berpotensi mendahului (preempt) sebagian ketentuan California yang berbeda.
Tanggapan industri positif tapi belum bulat. SAE menilai warna unik memberi keleluasaan penempatan lampu. Sebaliknya, kelompok kerja UNECE untuk kendaraan otonom (GRVA) tidak merekomendasikan kewajiban lampu tambahan karena risetnya dinilai belum cukup. NHTSA sendiri mengakui usulannya belum sepenuhnya sejalan dengan J3134 — terutama soal fotometri, kombinasi optik, dan aktivasi manual.
Ada juga perubahan yang lebih kering: kewajiban sein yang mati sendiri setelah setir berputar, sakelar hazard manual, dan sakelar lampu jauh tidak lagi berlaku untuk kendaraan tanpa kendali manual. Uji lampu utama 12,8 volt diganti ke 128 watt agar pabrikan bisa mensertifikasi pada tegangan desain lampu LED modern.
China menyiapkan aturan serupa pada 2028
Langkah NHTSA ini sejalan dengan China. Pada 20 Oktober 2026, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) membuka konsultasi publik atas revisi standar GB 4785, yang menetapkan warna turquoise untuk lampu penanda sistem mengemudi otonom. Sama seperti usulan AS, pemasangannya opsional, tapi dibatasi hanya untuk kendaraan dengan sistem Level 3 ke atas. Rancangan itu diusulkan berlaku 1 Januari 2028.
Bedanya, China sudah lebih dulu bergerak di lapangan: sebelum standar ini dibuka, MIIT dikabarkan meminta pabrikan menghentikan pemakaian “little blue lights” karena tidak sesuai GB 4785 yang berlaku. Jadi standar baru ini lebih soal merapikan praktik yang telanjur jalan.
Untuk pasar Amerika, semuanya masih menunggu komentar sampai 25 November. Setelah itu NHTSA harus menyusun aturan final, yang biasanya berbulan-bulan. Untuk sekarang, belum ada kendaraan di jalan yang wajib memakai lampu cyan.
Foto: Wikimedia Commons (CC0) – unit sensor atap pada mobil uji swakemudi. Ilustrasi: bukan kendaraan yang diatur dalam usulan ini.


