Anthropic Resmi Ajukan IPO di Nasdaq, Kode ANT

feat anthropic

Anthropic akhirnya membuka kartunya. Pada Senin (26/10), perusahaan pembuat Claude itu menyerahkan registration statement Form S-1 ke US Securities and Exchange Commission (SEC) untuk rencana penawaran umum perdana. Sahamnya bakal dicatat di Nasdaq Global Select Market dengan kode ANT.

Yang belum diputuskan justru bagian paling ditunggu pasar: jumlah saham dan rentang harganya. Anthropic menyebut keduanya belum ditentukan. Tapi satu hal sudah pasti — ini bukan IPO biasa.

Perusahaan ini berdiri 2021 setelah Dario Amodei dan sekelompok peneliti keluar dari OpenAI, dan kini jadi salah satu pemain inti gelombang AI generatif lewat model Claude serta alat coding Claude Code. Untuk pertama kali, isi pembukuan lab AI kelas atas ini bisa dibaca publik.

Rugi US$80,7 miliar — dan kenapa angkanya terlihat ekstrem

Angka yang paling ramai dibahas: Anthropic mencatat kerugian US$80,7 miliar pada semester I 2026. Setahun sebelumnya, pada periode yang sama, kerugiannya US$12,9 miliar. Untuk seluruh 2025, kerugian tercatat sekitar US$41,9 miliar, melebar dari US$8,3 miliar pada 2024.

Anthropic menjelaskan, kerugian itu “largely reflects accounting charges related to changes in the value of convertible notes” — pembebanan akuntansi akibat naiknya valuasi perusahaan pada tiap periode.

Artinya, angka itu tidak sama dengan uang tunai yang dibakar untuk operasional. Ini penting disebut supaya US$80,7 miliar tidak dibaca sebagai “Anthropic menghabiskan 80 miliar dolar dalam enam bulan”.

Di sisi pendapatan, pertumbuhannya liar. Pendapatan semester I 2026 tercatat US$16,29 miliar, naik 1.304% dari US$1,16 miliar di periode yang sama tahun lalu. Sebanyak US$13,1 miliar atau 80% berasal dari model bayar-sesuai-pemakaian, sedangkan langganan menyumbang US$3,2 miliar atau 20%.

Tapi beban nyatanya tetap raksasa, dan itu terlihat di halaman komitmen.

US$120,5 miliar buat komputasi, sampai 2029

Di filing yang sama, Anthropic mengungkap kesepakatan membayar SpaceX sekitar US$3,1 miliar per bulan untuk akses komputasi berbasis GPU Nvidia setelah seluruh kapasitas yang dijanjikan terkirim. Total komitmennya mencapai US$120,5 miliar sampai 2029. Ada pula perjanjian dengan Microsoft, Nscale, Lambda, dan penyedia cloud lain.

Skala itu kelihatan dari sisi SpaceX: dalam laporan kuartal ketiga pekan lalu, SpaceX menyebut satu pelanggan — yaitu Anthropic — membayar sedikit di atas US$5 miliar, atau 34,5% dari total pendapatan kuartalan SpaceX sebesar US$14,58 miliar.

Filing juga mencantumkan risiko ketergantungan pada TSMC untuk produksi chip — kalau akses ke chip canggih dari Taiwan terganggu, bisnis dan hasil operasi ikut terpukul.

Pendiri tetap pegang 50,1% hak suara

Struktur kekuasaannya juga tidak biasa. Filing menyebut struktur modal dan tata kelola Anthropic sebagai sesuatu yang “tanpa preseden langsung di perusahaan publik”.

Mekanismenya: tujuh pendiri — Dario Amodei, Daniela Amodei, Tom Brown, Jack Clark, Jared Kaplan, Sam McCandlish, dan Christopher Olah — jadi satu-satunya anggota Founder LLC. Entitas itu memegang 50,1% hak suara dari seluruh saham beredar, sementara grup ini secara total memiliki sekitar 1,7 miliar saham Class A.

Konsekuensinya: publik bisa membeli saham, tapi keputusan strategis tetap di tangan pendiri — paparan ke pertumbuhan AI tanpa hak suara sepadan.

Basis pelanggan lebih terdiversifikasi dari Nvidia

Satu hal yang justru jadi nilai jual: tidak ada satu pelanggan pun yang menyumbang lebih dari 10% pendapatan untuk sembilan bulan sampai 30 September 2026. Lima pelanggan terbesar menyumbang sekitar seperempat pendapatan, dan 48% pendapatan mengalir lewat cloud marketplace.

Sebagai pembanding, Nvidia punya lima klien yang masing-masing menyumbang minimal 10% piutangnya per Juli lalu — untuk perusahaan berumur lima tahun, diversifikasi Anthropic relatif sehat.

Skala pencatatan dan pembandingnya

Analis dan investor sebelumnya membicarakan valuasi Anthropic di atas US$1,5 triliun, dengan rentang US$1,5–2 triliun disebut setara 22–30 kali pendapatan. Kalau terealisasi, ini bakal jadi salah satu pencatatan terbesar dalam sejarah pasar modal.

Pembanding terdekat adalah SpaceX, yang melantai di Nasdaq Juni lalu dengan raupan US$85,7 miliar — IPO terbesar yang pernah ada. Bedanya, saham SpaceX sampai pekan lalu masih sedikit di bawah harga pembukaan. Pasar memberi sinyal: besar saat IPO tidak otomatis besar sesudahnya. Goldman Sachs dan Morgan Stanley duduk sebagai underwriter utama.

Kenapa ini penting buat pembaca Indonesia

Ada tiga hal yang layak dipantau. Pertama, harga. Penerbitan saham dan IPO tidak langsung menaikkan harga API — di fase ini persaingan antar-lab yang menekan harga, bukan valuasi. Jadi dampak jangka pendek ke biaya produk AI lokal relatif kecil.

Kedua, patokan pendanaan: hasil IPO ini akan dipakai investor untuk menilai startup AI di mana pun, termasuk yang sedang mengumpulkan dana di Asia Tenggara. Ketiga, struktur saham pendiri versus publik — isu yang bakal muncul begitu startup teknologi Indonesia mendekati bursa.

Dan satu sambungan yang relevan: di hari yang sama, Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia menunda ekspor listrik karena kebutuhan domestik — termasuk data center — diperkirakan mencapai 20 GW. Dua berita ini dua sisi dari hal yang sama: uang besar AI butuh komputasi, komputasi butuh listrik.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top