Anthropic dan Akamai Teken Deal Cloud US$11,6 Miliar

feat anthropic akamai deal cloud 116 miliar

Anthropic dan Akamai Teken Deal Cloud US$11,6 Miliar

Anthropic kembali menunjukkan satu hal yang makin jelas di industri AI: membangun model pintar saja tidak cukup. Perusahaan di balik Claude itu berkomitmen membayar Akamai sebesar US$11,6 miliar selama tujuh tahun untuk layanan cloud, menurut laporan TechCrunch yang mengutip pengumuman dan pengajuan sekuritas Akamai.

Nilai ini jauh lebih besar dari kabar deal sebelumnya yang disebut Bloomberg pada Mei, yaitu sekitar US$1,8 miliar. Namun komitmen tersebut tidak sepenuhnya otomatis. Dalam pengajuan Akamai, pelaksanaan deal tetap bergantung pada syarat kapasitas, pengiriman layanan, dan ketersediaan tertentu. Kedua pihak juga punya kondisi tertentu yang bisa membuat kontrak berakhir.

Bukan cuma perang GPU

Selama ini narasi infrastruktur AI banyak berputar di GPU: chip mahal yang dipakai untuk melatih dan menjalankan model besar. Deal Anthropic-Akamai menarik karena menyorot sisi lain yang tidak kalah penting: CPU dan kapasitas cloud umum.

CPU dibutuhkan untuk banyak kerja pendukung AI, terutama ketika produk makin mengarah ke agent. AI agent tidak hanya menjawab pertanyaan, tapi juga bisa menjalankan kode, membuka browser, mengatur workflow, memanggil tools, dan mengerjakan tugas latar. Aktivitas seperti ini butuh infrastruktur yang luas, stabil, dan dekat dengan pengguna.

Akamai selama ini dikenal sebagai pemain besar di jaringan pengiriman konten dan edge infrastructure. Jika perusahaan seperti Anthropic mulai mengunci kapasitas besar di sana, sinyalnya jelas: bottleneck AI mulai melebar dari pusat data GPU ke jaringan cloud yang lebih tersebar.

Deal cloud dengan struktur finansial baru

Bagian menarik lainnya adalah struktur deal. TechCrunch melaporkan Akamai memberi Anthropic warrant, yaitu hak membeli saham pada harga tertentu, untuk saham preferen non-voting yang bisa dikonversi menjadi hingga 7,7 juta saham biasa. Potensinya setara sampai sekitar 5% saham beredar Akamai.

Sekitar 2% diperkirakan akan vest setelah pembayaran pertama. Sisanya terkait dengan tambahan belanja Anthropic. Setiap komitmen tambahan US$3 miliar ke layanan cloud Akamai membuka kira-kira 1% lagi, sehingga total deal berpotensi naik sampai sekitar US$20 miliar.

Ini membuat relasi vendor dan pelanggan AI makin kabur. Di beberapa deal lain, pemasok chip atau cloud berinvestasi ke lab AI yang menjadi pelanggan mereka. Dalam kasus ini, Akamai justru memberi pelanggan potensi kepemilikan yang tumbuh seiring belanja.

Dampaknya untuk pasar AI

Buat pasar, deal ini memperkuat pola bahwa AI frontier adalah bisnis sangat padat modal. Model besar butuh data, talenta, distribusi, dan yang paling mahal: komputasi. Bahkan setelah model diluncurkan, biaya inferensi dan agent runtime tetap bisa membengkak.

Akamai memperkirakan belum akan melihat pendapatan dari deal ini pada tahun berjalan. Eksekutifnya menyebut potensi pendapatan US$150 juta sampai US$300 juta pada 2027, dimulai paruh kedua, lalu laju tahunan sekitar US$1,7 miliar pada akhir 2028. Untuk membangun kapasitas, Akamai memperkirakan belanja sekitar US$5,5 miliar dan menambah belanja modal tahun ini sekitar US$1,7 miliar untuk komponen seperti memory.

Bagi pemain cloud, ini membuka peluang baru di luar hyperscaler besar. Bagi startup AI, pesannya lebih keras: akses compute akan tetap menjadi medan kompetisi utama. Yang menang bukan hanya model paling pintar, tapi juga pihak yang bisa mengamankan kapasitas, harga, dan distribusi infrastruktur paling efisien.

Sources

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top