Ledger meminta seluruh distributor dan reseller di Asia Tenggara serta Hong Kong menghentikan penjualan dan menarik produk dari rak, sementara perusahaan menyelidiki perangkat wallet yang termodifikasi di jalur distribusi. Keputusan ini diambil setelah Ledger mengonfirmasi adanya chip implan rahasia di dalam perangkat yang dijual lewat salah satu reseller di kawasan tersebut.
Permintaan itu berlaku untuk distributor di Indonesia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Hong Kong sampai pemeriksaan keamanan perangkat selesai. Ledger menegaskan infrastruktur, sistem, layanan, dan jalur penjualan langsungnya aman dipakai.
Implan yang mengirim seed phrase lewat jaringan seluler
Sebagian perangkat yang dijual reseller CryptoBilis — disebut CoinDesk sebagai distributor asal Malaysia — sudah ditanami komponen tambahan sebelum sampai ke tangan pembeli. Mikrokontroler di implan itu membaca lalu menerjemahkan 24 kata pemulihan (seed phrase) yang muncul saat pengguna menyiapkan atau memulihkan wallet, kemudian mengirimkannya ke pihak tak berwenang melalui koneksi LTE memakai eSIM yang sudah disiapkan.
Yang membuatnya sulit terdeteksi: implan ini komponen terpisah. Ia tidak mengubah Secure Element, tidak menyentuh sistem operasi Ledger, dan tidak memodifikasi transaksi maupun tanda tangan. Pemeriksaan integritas bawaan Ledger pun tidak menemukan apa pun. CoinDesk menyebut chip itu juga bisa menangkap seed phrase dengan membaca sinyal dari layar perangkat.
Investigasi internal Ledger dimulai pada 9 Oktober 2026 setelah sejumlah pengguna melaporkan dana hilang. Tim keamanan Donjon milik Ledger membeberkan detail implan pada 14 Oktober.
Kerugian dan pembekuan dana
Angka kerugian bergerak beberapa kali. Estimasi awal berkisar US$72–86 juta, lalu direvisi naik menjadi US$93–102 juta. CoinDesk mencatat estimasi peneliti onchain sampai US$93,2 juta, sementara CryptoBriefing menyebut rentang revisi US$93–102 juta dengan lebih dari 324 wallet terdampak. Analis melihat aliran dana masuk ke alamat penampung dalam bentuk Bitcoin, Ethereum, TRON, dan stablecoin.
Tether membekukan sekitar US$10 juta dalam bentuk USDT yang terkait alamat-alamat yang dieksploitasi. Kerugian individual sebagian juga besar. Ada korban yang memindahkan sekitar 80 BTC ke wallet Ledger baru tak lama sebelum serangan 9 Oktober, dan satu pemegang wallet yang disebut dalam unggahan X sebagai penipu kripto kehilangan lebih dari 60 BTC atau setara US$4,8 juta.
CryptoBilis sempat menghentikan penjualan setelah kasus ini mencuat. Ledger menyebut pelakunya kelompok kriminal terorganisir yang menyiapkan implan dalam waktu panjang sebelum menyerang banyak wallet hampir bersamaan. Pola diam dulu lalu menyapu sekaligus memang memaksimalkan hasil dan mempersempit peluang korban awal memberi peringatan.
Kasus di luar reseller utama dan langkah Trezor
Ledger menyatakan semua kehilangan dana yang terkonfirmasi berasal dari perangkat yang dijual CryptoBilis. Meski begitu, sebagian pengguna melaporkan perangkat bermasalah yang mereka beli dari penjual lain di Asia dan Eropa, termasuk dari retailer Metapod di sebuah bandara di Singapura dan lewat MediaMarkt di Eropa. MediaMarkt, yang mendapat perangkat dari distributor Aqipa GmbH, menarik produk itu dari rak.
Vendor wallet hardware lain, Trezor, ikut memperketat jalur distribusi. Perusahaan memangkas jaringan reseller-nya dan memberi tahu mitra terdampak bahwa kemitraan mereka berakhir 1 Januari 2027. Trezor menegaskan belum menemukan bukti perangkatnya dikompromikan, tetapi memilih bertindak sebagai langkah pencegahan.
Ledger Atom dan mode aman ala smartphone
Di tengah tekanan itu, Ledger mengumumkan rencana mengubah hardware wallet menjadi perangkat yang lebih mirip smartphone. Perangkat bernama Ledger Atom dijadwalkan rilis pertengahan 2027, menjalankan Android, dan bisa dipakai memasang aplikasi sehari-hari seperti WhatsApp, Instagram, atau TikTok. Pengguna bisa berpindah antara fungsi smartphone biasa dan mode terproteksi untuk mengelola aset digital. Produksinya dilakukan di fasilitas Ledger di Vietnam.
Atom membawa sejumlah proteksi yang jelas menyasar insiden ini: selubung pelindung di sekitar komponen paling sensitif, sensor yang mendeteksi upaya melepas layar atau penutup belakang, dan kemasan yang menampakkan bila pernah dibuka. Sistem deteksi sabotase punya baterainya sendiri agar tetap bekerja walau perangkat mati. Ledger juga berencana menjual Atom awalnya hanya lewat situs resminya untuk mengurangi risiko jalur distribusi pihak ketiga. Perusahaan tidak menyiapkan program trade-in bagi pelanggan yang terdampak insiden ini.
Bagi pemilik perangkat dari penjual pihak ketiga, saran praktisnya sederhana: cek asal dan tanggal pembelian, terutama untuk pembelian dalam 90 hari terakhir, dan waspadai kemasan atau komponen yang terasa tidak wajar. Membuat seed phrase baru di perangkat yang sudah dikompromikan hanya memberi kunci baru kepada penyerang.
Sumber
- BleepingComputer: Ledger asks sellers across Asia to halt sales after supply-chain attack
- CryptoBriefing: Ledger supply-chain attack drains over 60 BTC from wallet tied to alleged crypto scammer
- CoinDesk: Under pressure, Ledger unveils plan to turn its crypto hardware wallet into a smartphone
Catatan: angka kerugian masih bergerak dan bisa berubah lagi seiring penyelidikan berjalan.


