Listen Labs Batalkan Putaran US$1,5B demi Salesforce

feat listen labs salesforce

Tech Pulse ID — Startup riset pasar berbasis AI, Listen Labs, dikabarkan membatalkan putaran pendanaan Series C senilai US$125 juta dengan valuasi US$1,5 miliar demi menjajaki akuisisi oleh Salesforce. Mundur dari term sheet yang sudah diteken sendiri tergolong langka dan umumnya dipandang buruk di kalangan venture capital.

Kabar ini dilaporkan TechCrunch pada 9 September 2026, mengutip beberapa orang yang mengetahui permasalahannya.

Term Sheet Sudah Diteken, Putarannya Tetap Tak Tutup

Menurut sumber-sumber tersebut, Listen Labs baru-baru ini menandatangani term sheet untuk Series C senilai US$125 juta dengan valuasi US$1,5 miliar. Menlo Ventures dijadwalkan memimpin putaran itu.

Namun pendanaan tersebut tidak pernah benar-benar tuntas. Listen Labs memilih berjalan keluar dari term sheet yang sudah mereka tanda tangani — kejadian langka di dunia venture dan, menurut para VC, biasanya dipandang negatif karena menandakan komitmen yang diingkari di menit-menit terakhir.

Pemicunya: Pembicaraan Akuisisi Salesforce

Penyebab kemungkinan batalnya putaran itu adalah pembicaraan akuisisi dengan Salesforce. Raksasa CRM tersebut disebut baru-baru ini menjajaki pembelian Listen Labs di kisaran US$2 miliar, seperti diberitakan Business Insider.

Perlu digarisbawahi: pembicaraan itu belum final dan bisa saja tidak berujung pada kesepakatan. Artinya, soal akuisisi ini masih sebatas kabar yang belum terkonfirmasi.

Jika negosiasi dengan Salesforce gagal, beberapa VC yang berbicara kepada TechCrunch memperkirakan Listen Labs akan kembali ke pasar dan membidik valuasi US$2 miliar atau lebih.

Kenapa Salesforce Tertarik

Mengakuisisi Listen Labs berpotensi memperkuat kemampuan AI Salesforce, terutama untuk membantu memprediksi kebutuhan pelanggan. Namun menurut seorang narasumber yang berpengalaman menegosiasikan exit ke Salesforce, perusahaan itu bisa saja akhirnya menilai harga 67 kali pendapatan terlalu mahal untuk dibayar.

Angka 67 kali itu bukan isapan jempol. Listen Labs yang baru berusia tiga tahun disebut memiliki pendapatan tahunan sekitar US$30 juta, atau sekitar tiga kali lipat lebih besar dari Simile, startup pesaing yang memprediksi perilaku manusia. Angka itu berasal dari dua orang yang memahami laporan keuangan kedua perusahaan.

Benchmark Valuasi Baru dari Simile

Konteks pasar ikut menjelaskan kenapa angka US$1,5 miliar terasa terlalu murah untuk Listen Labs. Pada akhir Juli, Simile mengumumkan telah menutup Series B senilai US$200 juta dengan valuasi US$2 miliar, dipimpin Greenoaks. Menurut satu sumber, putaran itu kemungkinan menetapkan tolok ukur valuasi baru bagi Listen Labs.

Sebagai perbandingan, Listen Labs sebelumnya dihargai US$500 juta ketika mengumumkan pendanaan Series B senilai US$69 juta pada akhir Januari. Putaran itu dipimpin Ribbit Capital dengan partisipasi Sequoia, Conviction, dan Pear VC sebagai investor lama.

Siapa di Balik Listen Labs

Listen Labs didirikan pada 2023 oleh Florian Jüngermann, mantan juara nasional Jerman di kompetisi pemrograman komputer, dan Alfred Wahlforss, yang sebelumnya mendirikan startup penyediaan tenaga kerja Bemlo. Keduanya bertemu saat menempuh gelar master di Harvard.

Produk mereka mengotomatisasi riset pelanggan. AI-nya menyusun pertanyaan survei lalu mewawancarai pelanggan melalui audio atau video. Percakapan yang dihasilkan kemudian dikemas menjadi laporan dan presentasi PowerPoint, mirip dengan yang biasanya dibuat peneliti pasar manusia.

Perusahaan-perusahaan Fortune 500 mengandalkan riset semacam ini untuk mengukur kebutuhan pelanggan dan kepuasan terhadap brand serta produk mereka. Masalahnya, riset pasar tradisional mahal dan bisa memakan waktu berminggu-minggu.

Teknologi Listen Labs menekan waktu dan biaya proyek-proyek tersebut, sehingga perusahaan bisa lebih cepat memahami reaksi pelanggan terhadap perubahan produk dan beriterasi dengan lebih efisien. Pelanggannya antara lain Microsoft, Canva, Anthropic, dan Sweetgreen.

Persaingan di Riset Pelanggan Berbasis AI

Listen Labs dan Simile bukan satu-satunya pemain yang mengganggu pasar riset pelanggan. Pesaing lain di ruang ini termasuk Outset, Keplar, dan Aaru. Sebagian platform mengotomatisasi wawancara dengan manusia sungguhan, sementara startup lain seperti Aaru dan Simile mengambil pendekatan sintetis — memakai AI untuk menyimulasikan perilaku manusia dan memprediksi jawaban tanpa mewawancarai siapa pun.

Listen Labs, Salesforce, Menlo Ventures, dan Simile tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Catatan Tech Pulse ID

Mundurnya Listen Labs dari term sheet bertanda tangan adalah sinyal bahwa gelombang akuisisi AI saat ini bisa mengalahkan logika pendanaan konvensional. Bagi startup, tawaran akuisisi besar memang sering lebih menarik daripada uang segar dari VC, tapi risikonya jelas: jika negosiasi bubar, perusahaan harus kembali ke pasar dengan cerita yang lebih rumit dijelaskan ke investor. Yang menarik juga adalah konteks pasarnya — Simile sudah lebih dulu menembus valuasi US$2 miliar, sehingga posisi tawar Listen Labs sebenarnya sedang kuat. Pertanyaannya kini tinggal satu: berapa harga yang mau dibayar Salesforce untuk mempercepat ambisi AI-nya, dan apakah 67 kali pendapatan masih masuk akal bagi mereka.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top