Butterfly Effect, perusahaan induk di belakang startup AI agent Manus, mengumpulkan lebih dari US$500 juta dalam putaran pendanaan baru. Kabar itu datang beberapa bulan setelah regulator China memaksa Meta membatalkan akuisisi terhadap Manus — salah satu transaksi AI lintas negara yang paling disorot tahun ini.
Putaran ini dipimpin bersama oleh Boyu Capital dan IDG Capital. Investor lama Manus ikut serta: Tencent, HSG (sebelumnya Sequoia China), dan ZhenFund. Butterfly Effect mengumumkan pendanaan itu lewat unggahan di Weixin, platform media sosial China, dan menyatakan sedang merekrut tenaga kerja di dalam maupun luar negeri.
Kronologi yang berujung pembatalan
Meta mengumumkan rencana mengakuisisi Manus pada 29 Desember 2025, dengan nilai kesepakatan lebih dari US$2 miliar. Meta saat itu menyebut Manus sudah melayani jutaan pengguna dan bisnis di seluruh dunia, kurang dari setahun setelah meluncurkan AI agent pertamanya, dan berencana memperbesar layanan itu.
Jalan ceritanya berubah cepat. Januari lalu CNBC melaporkan regulator China sedang menyelidiki pembelian Manus oleh Meta — fokusnya apakah transaksi itu patuh pada aturan kontrol ekspor China. Pada April, otoritas China memerintahkan transaksi itu dibatalkan di tengah meningkatnya pengawasan terhadap investasi Amerika di perusahaan yang terkait teknologi AI China. Manus lalu menyatakan akan kembali beroperasi secara independen.
Manus sendiri bukan pemain baru. Startup itu sempat viral tahun lalu setelah demo AI agent-nya, dan sebelumnya membangun produk AI agent, bukan chatbot biasa. Sebelum kesepakatan dengan Meta diumumkan, sebagian stafnya sudah dipindahkan ke Singapura pada pertengahan 2025.
Valuasi masih gelap
Butterfly Effect tidak mengumumkan valuasi putaran baru ini. Laporan sebelumnya menyebut Manus mengejar sekitar US$500 juta dengan valuasi di kisaran US$4 miliar. Bloomberg melaporkan pada September bahwa Manus menargetkan menggandakan valuasinya ke angka tersebut; CNBC mengonfirmasi perusahaan tak mengungkap angka resminya.
Yang jelas, ini adalah putaran pendanaan besar pertama Manus sejak berpisah dari Meta. Artinya kepercayaan investor kembali datang setelah krisis regulasi — dan sebagian datang dari investor yang sama yang sudah ada di dalamnya, bukan hanya pemain baru.
Kenapa ini penting
- Ini contoh paling gamblang bahwa transaksi AI lintas negara sekarang bisa batal bukan karena harga, tapi karena politik dan aturan kontrol teknologi.
- Uang senilai US$500 juta memberi Manus ruang untuk tumbuh independen tanpa harus masuk ke dalam perusahaan besar — jalur yang selama ini jadi cara termudah bagi startup AI untuk skala besar.
- Komposisi investornya menarik: modal China kembali jadi pemain utama di startup yang justru memindahkan operasinya ke Singapura.
- Meta kehilangan kesepakatan itu, tapi bukan posisinya di perlombaan AI — dan Manus tetap harus bersaing dengan pemain raksasa yang sama.
Bacaan untuk pasar Indonesia
Kisah Manus menunjukkan tiga hal yang relevan buat ekosistem startup di sini. Pertama, pendanaan besar tetap bisa datang setelah set-back regulasi — asal produknya tumbuh dan metriknya nyata. Kedua, struktur kepemilikan lintas negara kini jadi risiko tersendiri, bukan cuma urusan legalitas administratif; startup yang punya investor atau operasi di beberapa yurisdiksi perlu memperhitungkan aturan kontrol teknologi sejak awal. Ketiga, independensi punya harga: tanpa akuisisi, jalur pertumbuhannya jadi lebih lambat dan bergantung pada pendanaan eksternal berulang.
Bagi investor, kasus ini juga mengingatkan bahwa valuasi AI saat ini bergerak cepat di atas kertas, sementara nilai sebenarnya baru terbukti saat model bisnisnya berjalan tanpa sokongan pendanaan baru.
Yang juga belum jelas, selain valuasi, adalah bentuk akhir hubungan Manus dengan Meta. Perusahaan menyatakan kembali beroperasi secara independen, tapi detail teknis pembatalan transaksi tidak diumumkan. Laporan media pun berbeda dalam menyebut waktunya: sebagian menyebut pembatalan diperintahkan pada April, sebagian lain hanya menyebut “beberapa bulan setelah” kesepakatan gagal.
Dari sisi pasar, putaran ini menegaskan satu hal — permintaan terhadap produk AI agent belum surut. Sebuah perusahaan bisa kehilangan kesepakatan akuisisi besar dan tetap mendapat pendanaan segar, selama pertumbuhan pendapatannya berjalan. Laporan menyebut pendapatan Manus terus tumbuh meski krisis regulasi menimpanya. Bagi startup yang sedang membangun produk serupa, itu pesan yang lebih relevan daripada angka valuasinya.


