Meta dan Microsoft Kurangi Pemakaian Claude, Dorong Karyawan Pakai AI Internal

hero

Meta dan Microsoft sedang sama-sama mengurangi pemakaian Claude di kalangan karyawan mereka sendiri. Padahal keduanya termasuk pelanggan korporat terbesar Anthropic. Kini mereka mendorong staf beralih ke alat AI buatan rumah.

Kabar ini pertama dilaporkan The Information, Senin (5/10). Laporan itu menyebut langkah tersebut menjadi tantangan bagi Anthropic, yang selama ini mengandalkan lonjakan sisi bisnis untuk menjaga pertumbuhan. Informasinya mengutip sumber yang tidak disebut namanya, jadi angka-angkanya belum dikonfirmasi resmi oleh pihak perusahaan.

Microsoft pangkas anggaran Claude

Microsoft sempat diperkirakan menghabiskan sekitar $1 miliar tahun ini hanya untuk pemakaian internal teknologi Anthropic. Angka itu sudah dipotong lebih dari sepertiga.

Alat yang dipakai karyawan Microsoft meliputi Claude Code, model Claude yang tersambung ke layanan Copilot, dan Claude Mythos. Seorang juru bicara Microsoft menyebut perusahaan mengarahkan staf memakai GitHub Copilot untuk urusan coding. Meski begitu, engineer masih boleh memilih model lain bila mau.

Pilihan itu masuk akal dari sisi bisnis. GitHub Copilot adalah produk Microsoft sendiri, jadi mendorong karyawan memakainya berarti menekan pengeluaran ke pihak ketiga sekaligus mengasah alat internal mereka.

Meta potong pengguna Claude Code separuh

  • Pengguna Claude Code di internal Meta turun dari sekitar 60.000 orang di awal tahun menjadi 30.000.
  • Meta mendorong sisanya pindah ke Muse Code, pesaing Claude Code buatan mereka sendiri.
  • Ada juga MetaCode, alat yang hanya bisa diakses di dalam lingkungan Meta.

Sebelumnya Meta diperkirakan bakal membelanjakan miliaran dolar untuk alat AI internal sepanjang tahun ini, dan Claude Code jadi yang paling populer di antara semuanya. Meta tidak memberi komentar dalam laporan tersebut.

Bagi vendor AI, kontrak korporat adalah sumber pemasukan paling stabil. Di Meta saja, Claude Code sempat dipakai sekitar 60.000 karyawan sekaligus. Ketika satu klien sebesar itu memutuskan pindah ke alat internal, guncangannya ke pendapatan jauh lebih besar ketimbang kehilangan pengguna perorangan.

Biaya AI makin susah ditebak

Langkah kedua raksasa teknologi itu sejalan dengan laporan Wall Street Journal di hari yang sama. WSJ menulis perusahaan kini makin sulit memprediksi berapa besar belanja AI mereka.

Dari hampir 400 perusahaan yang disurvei, hanya 11% yang bisa memproyeksikan biaya AI mereka dengan akurat.

AI memang beda dari software biasa. Sistem ini bertingkah seperti pekerja manusia: mengambil tindakan, membuat keputusan, dan sesekali salah, semuanya sambil terus berjalan. Biaya pun ikut naik-turun mengikuti pemakaian, bukan sekadar jumlah lisensi yang dibeli.

Ramp AI Index yang terbit 12 Agustus memberi gambaran soal jurang pengeluaran. Satu persen perusahaan paling boros di Amerika Serikat menghabiskan median $7.400 per karyawan untuk AI pada Juli. Sementara perusahaan median cuma mengeluarkan $11,95 per karyawan. Artinya, kelompok paling agresif membelanjakan lebih dari 600 kali lipat per karyawan dibanding bisnis biasa, dan sekitar 11 kali lipat dibanding tingkat adopsi agresif berikutnya. Anthropic menangkap porsi terbesar dari uang itu.

Anthropic belum tergeser

Meski begitu, Anthropic belum kehilangan posisi. Perusahaan ini masih memimpin adopsi di sektor bisnis. Per Juli, 43,5% bisnis di Amerika Serikat membayar langganan atau token Claude. Pesaing butuh waktu untuk menyamai angka itu.

Yang perlu digarisbawahi, pengurangan ini bukan soal kualitas model. Meta dan Microsoft sama-sama punya alat sendiri, punya alasan kuat untuk memakainya, dan tentu lebih hemat kalau tak perlu bayar ke pihak ketiga. Bagi Anthropic, ini pengingat bahwa pelanggan besar bisa berubah jadi pesaing.

Dampaknya ke pertumbuhan Anthropic masih jadi pertanyaan. Tapi satu hal sudah jelas: perusahaan yang tadinya jadi mesin uang bisa menarik sebagian belanja itu kembali ke kantong sendiri, dan tren ini kemungkinan menular ke perusahaan besar lain yang mulai menghitung ulang ongkos AI mereka.

Sources

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top