Porsche Potong 9.000 Job, 911 Tak Jadi Listrik

feat porsche

Porsche akhirnya membuka semua kartunya. Di ajang Capital Markets Day 2026 di pusat pengembangan Weissach, Jerman, CEO baru Michael Leiters memaparkan strategi jangka menengah hingga 2035 bertajuk “Sportwagenschmiede ’35” — paket perombakan besar untuk mengembalikan pembuat mobil sport asal Stuttgart itu ke jalur profit. Pesannya lugas: Porsche harus mengecil dulu agar bisa berlari lebih cepat.

Leiters bukan nama baru di industri ini. Ia pernah menangani Cayenne di Porsche, lalu delapan tahun menjabat chief technology officer di Ferrari, dan terakhir memimpin McLaren. Ia mengambil alih kursi CEO dari Oliver Blume pada awal 2026, di tengah tekanan yang tidak main-main.

Efisiensi Dimulai dari Lantai Eksekutif

Ini kali pertama Porsche menyasar jabatan manajerial secara terbuka. Leiters mengakui perusahaan tumbuh “tidak proporsional” di fungsi-fungsi tidak langsung dan lapisan manajemen. Karena itu, jumlah posisi manajerial akan dipangkas sekitar 40 persen dalam jangka menengah, sementara total tenaga kerja dikurangi 25 persen, dengan sasaran strategis jangka panjang 30 persen.

Di sisi pekerja, manajemen dan perwakilan karyawan telah menyepakati pemotongan sekitar 9.000 posisi kerja lewat apa yang disebut “Future Package”. Pengurangan dilakukan lewat empat jalur: attrition alami, pengunduran diri sukarela, pensiun dini, dan pemutusan hubungan kerja dengan kompensasi sekali bayar. Sebagai penyeimbang, perusahaan menjamin lapangan kerja staf inti hingga 2035.

Penghematan menyusuri seluruh rantai nilai. Biaya pengembangan model baru turun hingga 20 persen, biaya tenaga kerja produksi hingga 30 persen, biaya penjualan 20 persen, sedangkan belanja material untuk proyek kendaraan baru dipangkas sekitar 10 persen dari rencana sebelumnya.

Titik Impas Diturunkan di Bawah 200.000 Unit

Salah satu perubahan paling fundamental terletak pada skala. Selama ini Porsche menghitung bisnisnya dengan asumsi penjualan 350.000 unit atau lebih per tahun. Ke depan, perusahaan ingin tetap mencetak laba meski hanya menjual kurang dari 200.000 mobil setahun — dengan asumsi China yang sengaja dibuat konservatif.

Artinya, Porsche memilih bertaruh pada nilai ketimbang volume. Jumlah varian model akan dipangkas sekitar 20 persen, tetapi penjualan per varian justru ditargetkan naik sekitar 30 persen. Portofolio digeser ke atas: porsi model di segmen premium D dan E dinaikkan sekitar 45 persen dalam jangka menengah.

China Ambruk 32%, 911 Tetap Bermesin Bakar

Perombakan ini dilatarbelakangi kinerja yang tergerus. Sepanjang 2025, Porsche mengirim 279.449 unit, turun 10 persen, dan margin operasinya ambruk dari 14,1 persen ke 1,1 persen. Pada semester pertama 2026, pengiriman global turun 16 persen menjadi 122.306 unit, dengan pendapatan turun 5,1 persen ke 17,23 miliar euro.

Pukulan terberat datang dari China: penjualan di pasar itu terjun 32 persen menjadi 14.501 unit. Leiters menyebut kondisi di China telah “berubah secara fundamental” dan tak mengharapkan perbaikan cepat. Ditambah euro yang kuat, tarif, dan rantai pasok yang rapuh, ia tak menjanjikan jalan mudah.

Di sisi produk, Porsche justru mengoreksi arah elektrifikasi. Untuk setiap varian mobil listrik, perusahaan akan menghadirkan dua varian bermesin bakar atau hybrid. Dan untuk para puritan, Leiters memberi jaminan yang jarang terdengar dari pabrikan sekelas Porsche:

“Saya bisa pastikan: 911 tidak akan pernah menjadi listrik.”

Selain itu, Porsche menyiapkan platform supercar bermesin tengah untuk model di atas 911, serta mengkaji SUV di atas Cayenne. Pada 2028, sebuah SUV ringkas bermesin bakar dan hybrid akan meluncur mendampingi Macan listrik, sejalan dengan prinsip dua model pembakaran untuk setiap satu model listrik.

Harga Naik, Portofolio Dirampingkan

Sisi lain strategi ini adalah menaikkan harga. Sepuluh ribu Porsche termahal yang terjual dalam setahun kini berharga rata-rata 270.000 euro; dalam jangka menengah angkanya ditargetkan menembus 330.000 euro, atau naik sekitar 20 persen. Lini personalisasi Sonderwunsch ditargetkan melipatgandakan pendapatan enam kali lipat. Porsche juga merapikan portofolio usahanya: melepas saham di Rimac dan Bugatti Rimac, menjual konsultan MHP, serta menutup lini baterai Cellforce.

Bagi pasar, sinyalnya ganda. Saham Porsche sempat melonjak 5,1 persen di Frankfurt usai pengumuman, tetapi skeptisisme tetap besar — terutama soal apakah pelanggan mau membayar lebih mahal untuk mobil yang lebih sedikit. Target margin operasi jangka menengah 2030-2031 tetap dijaga di 10-15 persen, dengan sasaran jangka panjang 15 persen. Seperti kata Leiters, “Tidak ada yang terjadi dalam semalam.”

Sumber

  • finews.asia — “Capital Markets Day: Porsche Shifts Down to Speed Up” (7 Oktober 2026): https://www.finews.asia/high-end/45127-porsche-capital-markets-day-2026-new-ceo-michael-leiters-mission-s-sportscar-strategy
  • The Herald Business — “Porsche to cut 9,000 jobs, trim 20% of model variants in sweeping restructuring” (8 Oktober 2026): https://biz.heraldcorp.com/article/10896562
  • CNBC-TV18 — “Porsche plans to cut 9,000 jobs and raise prices of top-end sportscars by about 20%” (7 Oktober 2026): https://www.cnbctv18.com/auto/porsche-strategy-job-cuts-price-hike-top-models-supercar-break-even-point-operating-margin-20006632.htm
  • evo — “New Porsche ‘Mission S’ supercar central in plan to tackle Ferrari head-on” (7 Oktober 2026): https://www.evo.co.uk/news/209162/porsches-comeback-plan-new-supercar-to-tackle-ferrari-head-on

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top