Kontraktor Super Micro Akui Selundupkan Server AI ke China

feat super micro

Seorang kontraktor yang bekerja untuk Super Micro Computer Inc. akhirnya mengaku bersalah atas perannya dalam skema penyelundupan server AI ber-chip Nvidia ke China. Ting-Wei “Willy” Sun, 44 tahun, menerima empat dakwaan pidana dalam sidang di pengadilan federal Manhattan, New York, Amerika Serikat, dalam kasus yang oleh jaksa disebut melibatkan peralatan senilai sekitar US$2,5 miliar. Pengakuan itu menjadi titik balik pertama dalam perkara yang membelit salah satu pemasok server AI terbesar dunia tersebut.

Berdasarkan dokumen pengadilan dan pemberitaan sejumlah media, Sun mengaku bersalah pada Oktober 2026 atas empat tuduhan sekaligus: konspirasi melanggar kontrol ekspor AS, konspirasi menyelundupkan barang keluar dari Amerika, konspirasi menipu pemerintah AS, dan obstruksi keadilan. Untuk dakwaan konspirasi yang mendasarinya saja, ancaman hukumannya bisa mencapai 20 tahun penjara. Jaksa menggambarkan Sun bukan pelaksana kecil, melainkan seorang “fixer” yang secara langsung menjalankan operasi pengalihan itu.

Empat dakwaan dan pengakuan bersalah pertama

Kasus ini menarik perhatian justru karena status Sun sebagai orang pertama yang mengaku bersalah di antara para tersangka. Ia menghadap hakim federal pada awal Oktober, dan berkas pengadilan mencatat pengakuan itu masuk pada 9 Oktober.

“Pengakuan bersalah Sun adalah pengakuan pertama dalam sebuah kasus yang menuduh tiga orang terkait Supermicro mengalihkan sekitar US$2,5 miliar nilai server AI ber-chip Nvidia ke China antara 2023 dan 2025, melanggar hukum ekspor AS,” tulis Startup Fortune, mengutip pemberitaan Bloomberg atas jalannya sidang.

Yang membuat dakwaan Sun terasa berat adalah masuknya tuduhan obstruksi keadilan. Ini menyiratkan jaksa meyakini Sun tidak cuma memindahkan chip secara ilegal, tetapi juga berusaha menutupinya setelah perbuatan itu terjadi. Kombinasi inilah yang membuat posisinya berbeda dari sekadar pelanggar aturan ekspor biasa.

Bagaimana server dialihkan ke China

Menurut dakwaan, inti skema ini adalah server Supermicro senilai sekitar US$2,5 miliar yang secara resmi dijual ke sebuah perusahaan di Asia Tenggara. Perusahaan itu, kata jaksa, bukan tujuan akhir melainkan sekadar persinggahan. Server tersebut lantas dialihkan lagi ke pelanggan di China. Skema ini disebut berjalan sejak sekitar Oktober 2023 hingga 2025.

Perangkat keras yang diperebutkan bukan barang biasa. Sorotan utama ada pada chip AI canggih seperti Nvidia H200 dan B200, kelas teknologi yang justru berusaha ditahan Washington agar tidak jatuh ke tangan China.

Metodenya terbilang sederhana untuk sebuah kejahatan berteknologi tinggi. Server dikemas ulang dalam kotak tanpa penanda, dan dokumen palsu dibuat untuk mengecoh otoritas AS soal tujuan sebenarnya. Rekaman pengawasan yang diperoleh penyidik bahkan disebut memperlihatkan Sun dan seorang rekan mencongkel stiker nomor seri dari dokumen pengiriman asli memakai pengering rambut, lalu menempelkannya ke server tiruan untuk mengelabui petugas bea cukai.

Skalanya pun luar biasa. Dalam rentang hanya tiga minggu, dari akhir April hingga pertengahan Mei 2025, server senilai lebih dari US$510 juta disebut sudah keluar menuju pelanggan di China.

Wally Liaw, Chang, dan nama-nama lain

Sun tidak sendirian. Investigasi yang berjalan sejak Maret 2026 ini juga menyeret co-founder Supermicro, Yih-Shyan “Wally” Liaw, serta manajer penjualan Taiwan, Ruei-Tsang “Steven” Chang. Liaw mengaku tidak bersalah dan sempat dibebaskan dengan jaminan US$5 juta. Jadwal persidangannya yang semula November digeser ke Maret 2027 karena pengacaranya mengungkap adanya subpoena dewan juri besar yang berpotensi penting bagi pembelaannya. Sementara itu, Chang masih buron dan belum pernah muncul di pengadilan AS.

Kasus ini turut menyeret nama di luar Supermicro. CEO Earthmade Computer, Greg Lui, baru-baru ini didakwa karena dituduh menyelundupkan tambahan US$300 juta chip Nvidia ke China lewat jalur serupa.

Reaksi Supermicro dan pasar

Dewan Supermicro menyatakan investigasi internalnya tidak menemukan bukti bahwa manajemen senior perusahaan saat ini mengetahui skema tersebut. Meski begitu, perusahaan bergerak memutus hubungan kerja dengan sejumlah karyawan di bidang penjualan, dukungan teknis, dan pengembangan bisnis yang terkait dengan perbuatan itu.

Pasar memberi reaksi keras. Saham Supermicro sempat jatuh sekitar 33 persen setelah dakwaan pertama diumumkan pada Maret, sebuah gambaran betapa cepat kepercayaan investor tergerus ketika isu kepatuhan menyentuh jajaran sebuah perusahaan teknologi.

Kasus ini juga mencerminkan arah kebijakan yang lebih luas. Washington diketahui memperketat pengawasan ekspor chip AI menuju China setidaknya sejak 2022, dan Supermicro berada tepat di tengah rantai pasok itu sebagai perakit server yang menampung chip-chip tersebut.

Ke depan, sejumlah hal masih layak ditunggu: apakah pengakuan Sun berujung pada kerja sama dengan penyidik yang memengaruhi kasus Liaw dan tersangka lain, apakah Chang akhirnya ditemukan, dan bagaimana proses hukum terhadap Earthmade Computer berkembang. Untuk Supermicro, pengakuan bersalah ini memastikan kasusnya tetap menghangat di pemberitaan. Perlu dicatat, sebagian besar detail dakwaan masih berupa tuduhan yang belum dibuktikan di pengadilan.

Sumber

  • Crypto Briefing — “Super Micro contractor pleads guilty in Nvidia AI chip rerouting scheme” (9 Oktober 2026): https://cryptobriefing.com/super-micro-contractor-pleads-guilty-nvidia-chips/
  • Startup Fortune — “Supermicro Smuggling Fixer Ting-Wei Sun Pleads Guilty in Nvidia Chip Case” (10 Oktober 2026): https://startupfortune.com/supermicro-smuggling-fixer-ting-wei-sun-pleads-guilty-in-nvidia-chip-case/
  • The Straits Times — “Super Micro contractor pleads guilty in scheme to divert AI servers with Nvidia chips to China” (10 Oktober 2026): https://www.straitstimes.com/world/united-states/super-micro-contractor-pleads-guilty-in-scheme-to-divert-ai-servers-with-nvidia-chips-to-china
  • Yahoo Finance — “Super Micro Computer Co-Founder’s Co-Defendant Pleads Guilty in Chip Export Case” (10 Oktober 2026): https://finance.yahoo.com/technology/ai/articles/super-micro-computer-co-founder-220637281.html

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top