Google Pangkas Error Kuantum 40x, Ancaman ke Kripto Nyata

feat google error kuantum

Google Quantum AI mengklaim baru saja memecahkan salah satu hambatan paling mahal di komputasi kuantum. Dalam makalah yang terbit di jurnal Science pada Kamis (15/10/2026), tim mereka menunjukkan teknik bernama magic state cultivation memangkas tingkat error sekitar 40 kali lipat di prosesor Willow.

Sekilas ini urusan lab fisika. Tapi taruhannya lebih luas dari itu: makin murah membangun komputer kuantum, makin cepat ia benar-benar berguna untuk merancang obat dan material baru — dan makin cepat pula ia bisa menembus enkripsi yang menjaga login bank serta dompet bitcoin.

Masalahnya: bahan bakar sekali pakai

Komputer kuantum bekerja dengan qubit, yang bisa menampung campuran 0 dan 1 sekaligus sehingga banyak kemungkinan jawaban bisa ditelusuri paralel. Masalahnya qubit sangat rapuh: sedikit panas atau noise listrik bisa membalik nilainya dan merusak perhitungan. Karena itu seluruh industri sibuk dengan error correction — menyebar satu informasi ke banyak qubit supaya kesalahan bisa dideteksi dan diperbaiki.

Koreksi error menangani operasi sederhana dengan baik. Tapi program yang benar-benar berguna juga butuh kelas operasi yang lebih sulit dan tidak bisa dilindungi dengan cara yang sama. Untuk menjalankannya, mesin harus lebih dulu memproduksi magic state, yang berfungsi seperti sel bahan bakar sekali pakai: habis dipakai, langsung dibuang.

Dan memproduksinya mahal. Google menyebut sejumlah estimasi menempatkan biaya pembuatan magic state hingga 95 persen dari total kapasitas sebuah komputer kuantum, menyisakan sedikit sekali ruang untuk komputasi yang sesungguhnya. Sejak 2004, resep standarnya adalah magic state distillation — menyaring banyak magic state kotor menjadi sedikit yang bersih. Cara itu bekerja, tapi menuntut “pabrik” qubit luas yang tidak mengerjakan apa pun selain itu.

40 kali lebih bersih, dan akhirnya di perangkat keras nyata

Metode cultivation yang diuji Google adalah jalan pintas dari pabrik tersebut. Hasilnya, menurut pengumuman mereka: penurunan error 40 kali lipat dibanding magic state yang belum di-cultivate, dengan logical fidelity 99,99 persen — rekor untuk kelas state ini.

Harga dari kerapian itu juga terlihat jelas: hanya sekitar 8 persen percobaan lolos seluruh pemeriksaan. Artinya chip membuang lebih dari sembilan dari sepuluh upaya demi menyisakan satu state yang bersih. Eksperimen ini memakai paling banyak 54 dari 105 qubit yang tersedia di Willow. Yang penting dicatat, sebelum ini cultivation baru diuji di atas kertas dan lewat simulasi komputer.

Bukan (belum) ancaman buat dompet kamu

Biar tidak salah baca: belum ada dompet yang bisa dikuras dengan temuan ini. Untuk memfaktorkan kunci RSA-2048, dibutuhkan magic state dengan error sekitar satu per 10 miliar — kira-kira sejuta kali lebih bersih daripada yang baru dicapai Google.

Yang layak diperhatikan justru arah trennya. Cultivation adalah salah satu trik di balik estimasi peneliti Google, Craig Gidney, pada 2025 bahwa RSA-2048 bisa dibobol dengan kurang dari satu juta qubit berderau — turun 20 kali lipat dari estimasi 20 juta qubit pada 2019. Maret lalu, whitepaper Google Quantum AI yang ditulis bersama peneliti Ethereum Foundation Justin Drake dan kriptografer Stanford Dan Boneh menempatkan biaya menembus kriptografi kurva eliptik bitcoin di bawah 500.000 qubit fisik.

Industri kripto mulai menyiapkan payung

Kekhawatiran itu sudah berubah menjadi organisasi. Sembilan perusahaan kripto meluncurkan Quantum Alliance untuk menyusun standar keamanan bersama bagi bitcoin, Ethereum, dan jaringan blockchain lain. Aliansi ini memperkirakan 6,4 juta bitcoin — 30,2 persen dari total pasokan — sudah mengekspos kunci publiknya. Koin-koin itu belum bisa dicuri dengan cara ini hari ini, karena belum ada komputer kuantum yang cukup kuat.

“Tidak ada yang tahu tanggalnya, tapi estimasinya terus turun, dan risikonya sudah bisa direncanakan. Pertanyaan buat kustodian bukan apakah tanggalnya 2028 atau 2035, tapi apakah kamu bisa migrasi tepat waktu kalau ternyata datang lebih cepat.” — Bryn Bennett, chief revenue officer The Vault, kepada CoinDesk.

Richard Carback, CTO Postquant Labs, lebih pesimistis: ia menilai 2028 realistis untuk mesin yang mampu memecahkan kriptografi hari ini. Muncul juga perdebatan soal aset rentan — termasuk sekitar 1,1 juta bitcoin milik Satoshi Nakamoto. Pendiri Binance, Changpeng Zhao, mengusulkan agar koin itu dibekukan bila tetap tidak bergerak; sebagian pengembang menolak karena bertentangan dengan janji bahwa bitcoin tidak bisa disita siapa pun.

Langkah berikutnya

Google menyebut tahap selanjutnya adalah menjalankan cultivation dalam skala lebih besar. Tim mereka memproyeksikan bahwa memangkas noise perangkat keras Willow menjadi setengah saja akan menekan error magic state ke sekitar dua per 100.000, karena error pada proses ini menyusut mengikuti pangkat tiga dari tingkat noise chip.

Bagi perusahaan yang menyimpan aset kripto atau data sensitif untuk jangka panjang, pesannya sederhana: ini belum darurat, tetapi jadwal migrasi ke kriptografi pasca-kuantum sebaiknya mulai dihitung dari sekarang — bukan setelah tenggatnya terlihat jelas.

Kredit foto: FMNLab — Wikimedia Commons, CC BY 4.0.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top