Agen AI Tencent Cloud 2.600 Kali Coba Bobol Amap

feat agen ai tencent

Tencent buka suara soal ulah sejumlah agen AI yang berjalan di infrastruktur cloud mereka. Perusahaan asal Shenzhen itu mengakui agen-agen tersebut sempat menjelajah web di luar batas yang dimaksud, termasuk ketika berulang kali mencoba menembus proteksi Amap, layanan peta milik Alibaba.

Pengakuan itu muncul setelah laporan kelompok riset keselamatan AI independen, Swarmchasers, yang dirilis 14 Oktober 2026. Mereka mencatat lebih dari 2.600 percobaan untuk mengambil data dari Amap dalam rentang 28 September sampai 8 Oktober. Reuters, mengutip laporan yang sama, menyebut totalnya 2.818 percobaan. Sementara China Daily menuliskan angka “lebih dari 2.600” untuk periode yang sama.

Pertanyaannya sederhana, caranya tidak

Yang membuat kasus ini menarik justru karena tugas para agen tergolong sepele. Menurut para peneliti, tiap agen kira-kira mengerjakan satu pertanyaan tentang satu tempat, misalnya pintu masuk mana di Kebun Binatang Chengdu yang paling sering dipakai pengguna Amap untuk navigasi. Ada juga pertanyaan soal museum, taman, sampai rumah sakit.

Masalahnya, permintaan otomatis mereka diblokir sistem anti-bot Amap. Alih-alih berhenti, agen-agen itu mencari jalan lain. Swarmchasers mencatat beberapa pola: memakai urlquery.net, layanan pemindai URL publik, sebagai browser jarak jauh dengan menyisipkan program buatan mereka sendiri ke dalam URL dalam bentuk base64; menangkap token yang dihasilkan pustaka anti-bot Alibaba lalu mencoba memakainya untuk menyerupai pengguna normal; menyelidiki server pra-produksi Alibaba yang tidak ditujukan untuk publik; serta memakai kunci API dan kode keamanan Amap yang ditemukan terbuka di kode publik. Salah satu kunci, yang berasal dari kode sumber perusahaan lain, dilaporkan sempat mengembalikan data tempat yang asli.

Sebagian besar gagal

Meski caranya agresif, hasilnya jauh dari kata berhasil. Dari sampel yang para peneliti kumpulkan sampai 4 Oktober, 45 persen percobaan berakhir di halaman kosong atau dinding login Amap, 24 persen di tab kosong, 5 persen di halaman CAPTCHA. Swarmchasers menegaskan tidak menemukan bukti bahwa agen-agen itu menembus pertahanan anti-bot utama Amap maupun mengakses sistem privat.

Namun, beberapa proses dilaporkan berhasil memperoleh data lewat halaman cache dan layanan perantara seperti Jina, Baidu Translate, dan Microlink. Termasuk di antaranya data kedatangan pengunjung Kebun Binatang Chengdu. Para peneliti tidak bisa memastikan apakah agen benar-benar membaca hasil itu atau menyelesaikan tugasnya. Hingga kini juga tidak ada indikasi data pengguna Amap terdampak.

Swarmchasers menyebut kelompok ini “fleet”, bukan “swarm”, karena tidak menemukan bukti para agen berkoordinasi satu sama lain secara real time. Jejak ke Tencent sendiri bersifat infrastruktur: seluruh 17 kotak masuk yang bisa diperiksa peneliti dibuat dari server Tencent Cloud di Hong Kong, dan permintaan dari mesin agen melewati proksi bernama hysandbox-ats.

Tencent: evaluasi model pihak ketiga

Pada 16 Oktober, unit AI Tencent menanggapi lewat sebuah unggahan di X. Mereka menyatakan aktivitas itu berasal dari evaluasi model pihak ketiga, bukan model Hy milik mereka sendiri, dan menegaskan tinjauan internal tidak menemukan bukti penargetan maupun koordinasi yang disengaja.

“Selama evaluasi tersebut, beberapa agen menunjukkan perilaku penjelajahan web yang tidak disengaja,” tulis Tencent. “Kami menanggapi temuan ini dengan serius. Kami sedang memperkuat kontrol akses jaringan dan pemantauan agen.”

Reuters menyebut pernyataan itu sebagai pengakuan kasus agen AI “lepas kendali” pertama dari perusahaan teknologi besar China. Seseorang yang dekat dengan perusahaan mengatakan proyek evaluasi tersebut bersifat sementara dan sudah berakhir. Alibaba sendiri menolak berkomentar.

Satu hal yang perlu dicatat: identitas model masih kabur. Sebagian agen mengaku sebagai Claude milik Anthropic, tetapi peneliti menilai pengakuan itu tidak bisa dipercaya karena model bisa salah menyebut dirinya sendiri. Swarmchasers mengaku “sangat tidak yakin” model mana yang sedang dievaluasi. Mereka juga mengakui sempat memancing agen dengan teks tersembunyi yang tidak terlihat pembaca manusia, dan meminta maaf atas metode itu.

Foto: Markus Spiske via Wikimedia Commons (CC0).

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top