Microsoft Mundur dari Kampus AI Nscale di Essex

feat microsoft nscale

Microsoft membatalkan kesepakatannya sebagai penyewa utama kampus data center Nscale di Loughton, Essex, Inggris. Kabar itu pertama dilaporkan The Daily Telegraph pada Minggu, 18 Oktober 2026, lalu dikutip Reuters dan Bloomberg. Microsoft belum memberi keterangan resmi; Nscale menyatakan pembatalan ini tidak memengaruhi kontraknya yang lain.

Yang batal bukan proyek kecil. Loughton adalah campus 50 megawatt yang Nscale umumkan Oktober 2025, dengan rencana ekspansi sampai 90 MW. Di situs itulah sekitar 23.000 prosesor grafis disiapkan untuk melayani Azure, dengan jadwal pemasangan mulai kuartal pertama 2027.

Apa yang sebenarnya berubah

Status Microsoft di Loughton adalah anchor tenant — penyewa utama yang menjadi dasar perhitungan pendapatan sebuah kampus data center. Menurut The Telegraph, Microsoft adalah satu-satunya pelanggan yang sudah diumumkan untuk situs itu. Dengan posisi itu hilang, Nscale kini memegang proyek unggulan yang belum punya penyewa utama, tepat ketika perusahaan sedang bersiap melantai di bursa.

Nscale menyatakan kontrak lain dengan Microsoft tidak terpengaruh. Juru bicara perusahaan menyebut masalahnya spesifik: ketersediaan listrik di London. Mereka bilang sedang mempertimbangkan sumber daya alternatif dan lokasi ekspansi lain di Inggris. Nscale juga tidak menyebut tanggal operasional pengganti, dan belum ada nama pelanggan baru untuk Loughton.

Hambatannya listrik, bukan chip

The Telegraph melaporkan operator jaringan listrik tidak memperkirakan pasokan daya ke lokasi itu tersedia sebelum dekade 2030-an. Jika benar, artinya kampus tersebut bisa berdiri tanpa bisa dipakai beroperasi selama bertahun-tahun — bukan karena GPU-nya belum ada, tapi karena tidak ada daya untuk menyalakannya.

Ini pola yang mulai sering muncul di industri. Kebutuhan daya data center AI tumbuh jauh lebih cepat daripada kemampuan jaringan transmisi dibangun. Di Amerika Serikat, sebagian operator harus menunggu bertahun-tahun untuk sambungan baru, dan sejumlah proyek akhirnya memilih membangun pembangkit sendiri. Kasus Loughton menunjukkan versi Inggris dari masalah yang sama: izin dan lahan bisa didapat, sambungan listrik tidak.

Ironi tambahannya, Loughton adalah bagian dari komitmen Microsoft senilai US$30 miliar untuk infrastruktur AI Inggris periode 2025–2028, yang diumumkan September 2025. Sekitar US$15 miliar di antaranya dialokasikan untuk belanja modal, termasuk kerja sama superkomputer dengan Nscale. Komitmen itu tetap ada; yang dicabut adalah satu tenancy di satu situs.

Posisi Nscale menjelang IPO

Nscale mengajukan pernyataan pendaftaran ke SEC pada 18 September 2026 dan berencana mencatatkan saham di New York Stock Exchange. Pada 25 September, perusahaan mengumumkan pembiayaan obligasi konversi US$3,36 miliar — US$2,36 miliar di tahap awal dan US$1 miliar menyusul sekitar pertengahan November — yang otomatis berubah jadi saham setelah IPO rampung.

Dalam rilis pembiayaan itu, Nscale menyebut total nilai kontraknya di atas US$103 miliar, tanpa merinci porsi untuk Loughton. Laporan Startup Fortune yang mengutip pengajuan IPO menyebut Microsoft dan Anthropic bersama-sama menyumbang sekitar 85% dari nilai kontrak tersebut, dengan Microsoft menyumbang sekitar 73% pendapatan Nscale pada 2025. Angka-angka itu menjelaskan mengapa satu pembatalan di satu situs dianggap risiko, bukan gangguan kecil.

“Hubungan kami dengan Microsoft tetap kuat dan jangka panjang, dan masalah jaringan listrik di London ini tidak berdampak pada kontrak kami yang lain,” kata juru bicara Nscale kepada The Telegraph.

Kenapa penting buat pembaca Indonesia

Indonesia sedang mengejar gelombang investasi data center yang sama, dengan Batam, Jababeka, dan IKN sebagai titik utama. Pertanyaan yang dijawab kasus Loughton bukan soal harga tanah atau insentif pajak, melainkan soal yang lebih membosankan: kapan jaringan listrik dan transmisinya siap. Kalau pembangkit dan grid tidak ikut dibangun secepat kampusnya, hasilnya adalah gedung berisi rak server yang menunggu daya — biaya modal jalan, pendapatan belum.

Bagi pembaca yang mengikuti saham dan bisnis teknologi, ada dua hal yang layak dipantau. Pertama, apakah Nscale tetap melanjutkan IPO sesuai jadwal setelah kehilangan anchor tenant di situs unggulannya. Kedua, apakah operator lain yang bergantung pada satu atau dua pelanggan besar mulai menyesuaikan ekspektasi. Satu pembatalan tidak membatalkan seluruh siklus investasi AI, tapi ia memindahkan pertanyaan dari “berapa cepat GPU datang” ke “berapa cepat listrik datang”.

Foto: Carl Lender via Wikimedia Commons (CC BY 2.0).

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top