BioWare benar-benar berakhir. Rabu (21/10), Electronic Arts mengumumkan bahwa studio asal Edmonton, Kanada, itu ditutup setelah lebih dari 30 tahun berkarya, dan proyek Mass Effect yang sedang digarap sejak lama ikut dibatalkan. Pengumuman itu datang bersamaan dengan pemangkasan sekitar 400 posisi di seluruh EA.
BioWare bukan nama kecil. Dari studio inilah lahir Baldur’s Gate, Neverwinter Nights, Star Wars: Knights of the Old Republic, Dragon Age, Mass Effect, sampai Anthem. Tiga dekade terakhir, nama itu nyaris selalu muncul setiap kali orang membicarakan RPG naratif dengan pilihan moral yang berat.
Siapa yang mengumumkan, dan kapan
Kabar ini disampaikan lewat memo internal yang kemudian dipublikasikan EA di situsnya dengan judul “Building EA’s Next Chapter”. Penandatangannya dua orang: Cam Weber (President dan Chief Studios Officer) dan David Tinson (President dan COO).
Di memo itu keduanya menulis bahwa EA memusatkan tim, teknologi, dan investasi pada tiga prioritas besar, dan keputusan tersulit ada di portofolio waralaba. Soal BioWare, kalimatnya lugas:
“As we focus on these larger opportunities, we’ve had a small team at BioWare working on early-development for Mass Effect. We’ve made the decision not to move forward with this development, which means we’re closing the studio and our Edmonton workspace.”
Beberapa jam kemudian akun resmi BioWare menyampaikan perpisahan di media sosial, menyebut BioWare “lebih dari sekadar studio” dan berterima kasih karena pemain sudah menjadi “bagian paling berarti dari cerita kami”.
400 orang, tapi bukan 400 dari BioWare
Ini bagian yang mudah salah dibaca. Angka 400 adalah jumlah posisi yang dipangkas di seluruh EA, sekitar 3 persen dari total tenaga kerja perusahaan. Angka itu pertama kali dilaporkan Bloomberg, dan memo resmi EA sendiri tidak merinci berapa orang per studio.
Dari 400 itu, hanya sekitar 50 posisi yang berasal dari BioWare. Artinya, tim yang tersisa di studio itu praktis habis, sementara mayoritas pemangkasan terjadi di tempat lain. Menulis “400 karyawan BioWare di-PHK” akan keliru.
Studio lain yang kena antara lain Maxis (The Sims), Full Circle (skate.), dan Ripple Effect (Battlefield). EA tidak menyebut nama-nama itu di memo, tapi sejumlah karyawan mengonfirmasi sendiri lewat unggahan LinkedIn, dan Rock Paper Shotgun mencatat beberapa di antaranya: Anna Huerta, senior creative director The Sims di Maxis, yang menyatakan dirinya “impacted by today’s restructuring”; Dylan Palmer, art director Sims; juga John Epler, David Milne, dan beberapa developer Full Circle serta Ripple Effect.
Yang tersisa dan yang dipindahkan
EA tidak mengumumkan studio tujuan bagi karyawan BioWare yang tersisa. Memo hanya menjanjikan dukungan agar karyawan terdampak bisa “mencari peluang lain di dalam EA” — kalimat yang biasa dipakai saat restrukturisasi, bukan jaminan penempatan.
Untuk studio lain, perubahan lebih jelas. Pengembangan “Project Lotus” di Maxis dihentikan sementara agar tim bisa fokus ke “Project Evergreen”. Tim skate. diperkecil supaya lebih fokus pada roadmap yang sudah ada. Sementara Respawn dan DICE akan berkolaborasi pada satu proyek baru, dan Battlefield tetap berjalan.
Nasib Mass Effect dan Dragon Age
Mass Effect berikutnya resmi batal. Proyek itu sempat dikonfirmasi berlatar ratusan tahun setelah Mass Effect 3, kembali ke galaksi Milky Way. Jawabannya tidak akan pernah ada.
Soal kepemilikan waralaba, posisinya tidak berubah: EA memegang semuanya. BioWare adalah studio milik EA sepenuhnya sejak diakuisisi pada 2007, jadi hak atas Mass Effect, Dragon Age, dan Jade Empire melekat pada EA, bukan pada studio yang tutup. Mantan executive producer BioWare, Mark Darrah, menyebut hal ini secara langsung: “EA owns all the IPs.”
Apakah EA akan menjualnya? Belum ada indikasi ke sana. Darrah sendiri menduga EA mungkin jadi lebih terbuka untuk melepas IP yang kini tidak punya tim penggarap, tapi bisa juga memilih menyimpannya rapat-rapat. Satu hal yang masih hidup: serial live-action Mass Effect di Amazon MGM Studios dilaporkan tetap berjalan.
Latar uangnya
Keputusan ini tidak muncul di ruang kosong. Beberapa bulan sebelumnya, EA resmi jadi perusahaan tertutup lewat akuisisi senilai US$55 miliar oleh konsorsium yang dipimpin dana investasi Arab Saudi (PIF), bersama Silver Lake dan Affinity Partners milik Jared Kushner. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, EA menanggung utang sekitar US$20 miliar yang harus dibayar.
Di bagian lain memo, EA menyebut akan memusatkan upaya pada “fewer simultaneous, large-scale projects” untuk genre action-adventure. Dikombinasikan dengan penutupan salah satu studio paling legendaris mereka, arahnya cukup jelas: lebih sedikit judul, lebih sedikit orang, dan taruhan yang lebih terukur.
Bagi pemain, tersisa satu pertanyaan yang belum ada jawabannya: apakah Mass Effect akan pernah kembali, dan kalau pun kembali, di tangan siapa.
Foto: Jadon Barnes via Wikimedia Commons (CC0).


