Pengadilan Australia Paksa Apple Buka Sideloading

feat australia apple

Apple kalah di pengadilan Australia. Hakim Federal Court Jonathan Beach memutuskan Apple melanggar hukum persaingan usaha dan memerintahkan perusahaan itu membuka iPhone untuk toko aplikasi pihak ketiga, pemasangan aplikasi langsung dari web, dan sistem pembayaran alternatif. Putusan [2026] FCA 1552 itu bertanggal 22 Oktober 2026, keluar dari perkara yang Epic Games mulai sejak 2020.

Ini bukan putusan pertama. Tahun lalu hakim yang sama sudah menyatakan Apple melanggar Pasal 46 Competition and Consumer Act 2010. Putusan baru ini mengurus bagian yang lebih praktis: perintah apa yang harus dijalankan Apple.

Dasar hukumnya apa

Beach memakai Pasal 46(1) UU Persaingan Usaha Australia: larangan bagi perusahaan berkuasa besar melakukan tindakan yang bertujuan atau berpotensi mengurangi persaingan secara signifikan. Ia menyimpulkan Apple punya “kekuasaan substansial” di pasar distribusi aplikasi iOS dan pasar pembayaran dalam aplikasi, lalu memakai perjanjian developer serta pedoman App Store untuk mengunci pasar itu.

Deklarasi pengadilan menyebut pelanggaran itu berlangsung sejak 6 November 2017. Contoh yang dikutip Beach: pencabutan Fortnite dari App Store pada 13 Agustus 2020 dan pemutusan akun developer Epic pada 28 Agustus 2020, yang ia sebut “paradigm example” dari penegakan syarat restriktif Apple.

Yang wajib dibuka Apple

Perintahnya luas, dan sengaja dirancang menutup celah “patuh tapi nakal” yang dulu dipakai Apple di beberapa negara.

  • Pengguna iPhone dengan akun Apple Australia harus bisa menemukan, mengunduh, dan memperbarui aplikasi lewat kanal selain App Store, termasuk toko aplikasi pihak ketiga dan unduhan langsung dari situs developer.
  • Apple wajib membuka akses ke tools, API, dan SDK dengan syarat yang kurang lebih sama seperti yang dinikmati developer App Store.
  • Apple dilarang memungut biaya atau syarat apa pun untuk akses ke kanal distribusi alternatif, termasuk biaya yang lebih mahal daripada yang dikenakan ke aplikasi gratis.
  • Developer boleh memakai sistem pembayaran selain Apple, boleh mengarahkan pengguna ke pembayaran di luar aplikasi, dan tidak wajib melaporkan transaksi yang diproses penyedia lain.
  • Developer tidak boleh dipaksa menyediakan konten yang sama lewat in-app purchase Apple, dan boleh menangani refund sendiri.
  • Apple tidak boleh memasang aturan yang membuat aplikasi hasil sideloading tidak bisa berjalan di iPhone.

Apple masih boleh mewajibkan pemindaian keamanan otomatis dan notarisasi untuk aplikasi di luar App Store. Jadi bukan pintu tanpa penjaga.

Bukan berarti sideloading sudah jalan hari ini

Ini bagian yang gampang salah dibaca. Perintah 3 sampai 11 baru berlaku pada 1 Maret 2027, pukul 12.00 waktu Melbourne. Apple diberi satu kesempatan mengajukan perpanjangan antara 1 dan 15 Februari 2027, dan kalau dikabulkan tenggatnya bergeser ke 3 Mei 2027.

Artinya, sampai awal 2027 belum ada toko aplikasi pihak ketiga yang beroperasi resmi di iPhone Australia. Yang berubah lebih dulu cuma satu: aplikasi Epic.

Fortnite kembali lebih dulu

Perintah nomor 2 soal pengembalian aplikasi Epic dikecualikan dari tenggat Maret 2027 dan berlaku begitu Epic mengajukan permohonan tertulis. Epic langsung mengumumkan di X: “Big news: Fortnite is coming back to the App Store in Australia tomorrow!” Fortnite sebenarnya sudah kembali ke App Store di hampir semua negara pada Mei 2026; Australia satu-satunya pengecualian karena perkara ini masih jalan. Engadget sempat menulis Fortnite “sudah” kembali, lalu menerbitkan koreksi bahwa saat artikelnya terbit itu belum terjadi.

Apple banding, dan menang sedikit

Apple tidak menerima putusan ini. Juru bicaranya bilang Apple “tidak punya posisi monopoli di Australia atau di pasar mana pun di dunia”, dan tidak setuju dengan banyak temuan hakim, termasuk definisi pasar yang menurut mereka sudah ditolak pengadilan lain.

“We will request a stay and appeal the outcome to seek a resolution that respects our intellectual property and protects the safe, secure experience that consumers and developers expect from the App Store.”

Beach sudah mengantisipasi langkah itu: ia akan mendengar kedua pihak soal perlu tidaknya penangguhan (stay) selama banding.

Apple juga menang sedikit: permintaan Epic agar perintah berlaku ke seluruh dunia ditolak, pemindaian keamanan dan notarisasi tetap boleh, Apple tidak wajib mendistribusikan toko saingan lewat App Store-nya sendiri, klaim “unconscionable conduct” Epic ditolak, dan pengadilan tidak mengatur besaran komisi.

Soal biaya, Apple menanggung 85 persen biaya hukum Epic sampai sidang liabilitas, tarif standar. Biaya sidang remedies ditunda.

Berlaku hanya di Australia

Perintah ini berlaku untuk App Store Australia dan pengguna yang akun Apple-nya disetel ke negara Australia. Untuk developer definisinya longgar: siapa pun di dunia yang terdaftar di Apple Developer Program ikut tercakup. Tapi konsumennya dibatasi ke akun Australia, jadi tidak ada efek langsung ke pengguna iPhone di Indonesia.

Untuk pasar lain, putusan ini menambah tekanan. Uni Eropa sudah memaksa Apple membuka toko aplikasi alternatif lewat Digital Markets Act, dan Jepang serta Brasil punya aturan serupa. Bedanya, di Australia pengadilan ikut melarang biaya akses ke kanal alternatif, hal yang masih jadi perdebatan di Eropa.

Foto: Elrondil via Wikimedia Commons (CC BY 4.0) – Commonwealth Law Courts, Victoria Avenue, Perth.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top