Suzhou Dongshan Precision Manufacturing mengumpulkan sekitar HK$9,88 miliar, atau setara US$1,3 miliar, dari penawaran umum perdana di Bursa Hong Kong. Angka itu terkonfirmasi setelah perusahaan menetapkan harga saham di HK$86,80 per lembar pada Sabtu (24/10), atau 7,5% di bawah batas atas HK$93,80.
Perusahaan melepas 113.783.200 saham H, terdiri dari 11.378.400 saham untuk publik Hong Kong dan 102.404.800 saham untuk penawaran internasional. Opsi penyesuaian ukuran penawaran (offer size adjustment) tidak dieksekusi dan sudah kedaluwarsa, menurut pengumuman resmi ke bursa. Artinya tidak ada tambahan saham di luar rencana awal.
Dengan harga final itu, saham yang dilepas setara 5,85% dari total 1.945.390.732 saham Dongshan setelah pencatatan. Sisanya, 1.831.607.532 saham A yang sudah diperdagangkan di Shenzhen. Saham H akan mulai diperdagangkan di papan utama pada 28 Oktober 2026 dengan kode 2384 dan lot 100 saham. Hasil alokasi diumumkan sehari sebelumnya, 27 Oktober.
Ini menjadi pencatatan terbesar di Hong Kong dalam hampir dua bulan terakhir. Peminat utamanya bukan investor ritel, melainkan investor besar yang dikunci sejak awal.
Cornerstone menanggung separuh penawaran
Dongshan mengantongi komitmen US$680 juta, atau sekitar HK$5,34 miliar, dari 20 cornerstone investor. Pada harga maksimum, porsi mereka setara 50% dari seluruh saham yang ditawarkan, dan 2,92% dari total saham perseroan setelah IPO. Cornerstone mendapat jatah pasti, dengan imbalan sahamnya tidak dijual minimal enam bulan.
Yang terbesar adalah Aurora SF dengan US$150 juta, disusul Yonglian Investment US$88 juta dan JPMorgan Asset Management (JPMAMAPL) US$75 juta. Nama lain: Alibaba Investment US$45 juta, CPE Bodhi US$38 juta, LMR dan Foresight Funds masing-masing US$30 juta, Montage HK US$25 juta, lalu Orient Asset Management, Spring River Greater China Fund, dan Jane Street masing-masing US$20 juta. Di lapis US$15 juta ada Jump Trading, Ghisallo, Pinpoint, Tianhong Fund, dan New China Asset Management.
Komposisi ini penting bukan karena nominalnya saja. Kehadiran JPMorgan Asset Management dan Alibaba Group memberi sinyal bahwa permintaan terhadap komponen infrastruktur AI masih dianggap punya dasar, meski sentimen pasar sedang goyah. Perusahaan sendiri adalah pemasok papan sirkuit cetak (PCB) dan transceiver optik, dua komponen yang dipakai di server AI. Menurut prospektusnya, Dongshan adalah pemasok PCB terbesar ketiga di pasar global senilai US$85,2 miliar.
Uangnya dipakai untuk kapasitas, bukan bagi-bagi dividen
Berdasarkan prospektus bertanggal 20 Oktober, Dongshan memperkirakan dana bersih sekitar HK$10,52 miliar bila saham dihargai di batas atas. Alokasinya: 64,5% atau sekitar HK$6,78 miliar untuk membangun fasilitas baru dan meningkatkan lini produksi yang ada, mencakup ekspansi kapasitas chip EML berkecepatan tinggi dan modul optik di Tiongkok daratan, plus pabrik baru Multek di Zhuhai yang fokus pada PCB kelas atas.
Sebanyak 20% atau sekitar HK$2,10 miliar dialokasikan untuk investasi strategis atau akuisisi di sepanjang rantai nilai PCB, komponen presisi, dan transceiver optik. Sisanya: 5,5% untuk melunasi sebagian utang dan 10% untuk modal kerja. Catatan penting, angka dolar Hong Kong itu dihitung pada harga maksimum, jadi nominal riilnya lebih kecil setelah harga final dipangkas.
Saham A sudah jatuh lebih dulu
Tekanan justru datang dari kampung halaman sendiri. Saham Dongshan di Shenzhen sudah turun lebih dari 50% dari puncaknya pada Juni 2026. The Edge Singapore menyebut penurunannya mendekati 60%, meski sepanjang tahun ini sahamnya masih naik sekitar 35%. Briefs Finance pada 19 Oktober menyebut kapitalisasi pasarnya RMB224 miliar, atau US$33,5 miliar, sehari sebelum prospektus terbit.
Jangan campur dua angka ini: US$33,5 miliar adalah nilai pasar seluruh saham Dongshan, sedangkan US$1,3 miliar adalah dana yang baru dikumpulkan dari IPO Hong Kong. Keduanya berbeda skala dan berbeda instrumen, sebab harga saham A di Shenzhen dan harga IPO saham H di Hong Kong memang tidak sama.
Harga saham Shenzhen Dongshan yang turun cukup dalam membuat valuasi acuan untuk penawaran Hong Kong ikut turun. Investor masih ingin eksposur ke revolusi AI, tetapi mereka makin menuntut visibilitas laba, bukan sekadar membeli narasi. — Francis Tan, kepala strategi Asia Indosuez Wealth Management
Pasar Hong Kong ramai, tapi investor mulai pilih-pilih
Sepanjang 2026, pencatatan saham baru di Hong Kong sudah mengumpulkan lebih dari US$50 miliar, mendekati rekor US$57,8 miliar pada 2010. Namun gelombang itu datang bersama kenaikan imbal hasil obligasi dan kinerja buruk sejumlah deal besar. Operator pusat data Firmus Grid membatalkan rencana pencatatan sekitar US$5 miliar setelah valuasinya ditolak pasar, sementara AirTrunk menunda IPO REIT di Singapura ke tahun depan.
Di titik inilah Dongshan mencoba peruntungan. Cornerstone yang berbobot menahan sisi permintaan, tapi harga yang dipotong dan saham A yang merosot menunjukkan pasar sedang menghitung ulang seberapa besar belanja AI yang benar-benar akan terbayar. UBS, Guotai Haitong, GF Securities, dan Citic Securities bertindak sebagai joint sponsor. UBS AG Cabang Hong Kong juga menjadi stabilizing manager.
Bagi investor, tiga hal yang layak dipantau setelah 28 Oktober: bagaimana saham H diperdagangkan di hari pertama, apakah over-allotment option dipakai, dan seberapa dalam koreksi saham A mempengaruhi harga H. Sebab di pasar yang sedang sensitif terhadap cerita AI, selisih harga antara Shenzhen dan Hong Kong akan jadi ujian paling jujur.
Foto: Shixart1985 via Wikimedia Commons (CC BY 2.0) – proses pemasangan komponen pada papan sirkuit. Ilustrasi: bukan fasilitas Dongshan.


