anthropic og

Gubernur Bank of England Peringatkan G20: AI Frontier Jadi Ancaman Nyata bagi Stabilitas Finansial Global

London — Gubernur Bank of England (BoE), Andrew Bailey, menyampaikan peringatan tegas kepada para pemimpin keuangan dunia: kecerdasan buatan (AI) frontier kini menjelma menjadi ancaman nyata bagi stabilitas finansial global. Lewat surat resmi yang ia tandatangani sebagai Ketua Financial Stability Board (FSB), Bailey menegaskan bahwa risiko siber adalah kekhawatiran paling mendesak yang ditimbulkan teknologi ini.

Surat bertanggal 28 Agustus itu dipublikasikan FSB pada 31 Agustus, tepat menjelang pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Asheville, North Carolina, yang digelar 31 Agustus hingga 1 September. Dalam suratnya, Bailey menulis bahwa model AI frontier menunjukkan “otonomi dan kemampuan pemecahan masalah yang semakin canggih, sekaligus kapabilitas ancaman.” Ia memperingatkan sistem semacam itu berpotensi mengubah “kecepatan, skala, dan ekonomi” dari risiko siber secara material.

Risiko Konsentrasi dan Efek Domino

Salah satu poin utama Bailey adalah bahaya ketergantungan pada segelintir penyedia AI pihak ketiga. Ketika bank, manajer aset, hingga bursa sama-sama bertumpu pada infrastruktur AI dari beberapa perusahaan besar, kegagalan di satu titik tak akan berhenti di situ—melainkan menjalar cepat lintas batas negara. “Infrastruktur yang dibagi berarti risiko yang dibagi,” begitu inti peringatannya.

Kekhawatiran itu bukan tanpa dasar. Per pertengahan 2026, perusahaan-perusahaan AI dilaporkan menguasai sekitar setengah dari kapitalisasi pasar indeks S&P 500. Koreksi pada saham-saham AI tak hanya merugikan investor teknologi, tetapi juga menyeret dana pensiun hingga dana kekayaan negara yang menjadikan indeks tersebut sebagai alokasi dasar portofolionya.

Dari Trading Agent hingga Skenario PDB

Sebelumnya, pada 30 Juni, Deputi Gubernur BoE Sarah Breeden telah menyoroti bahaya agen trading AI yang bergerak otonom dan bisa memicu pergerakan pasar yang tajam dan mendadak. Ia bahkan melontarkan gagasan mekanisme pelindung seperti circuit breaker atau “kill switch” untuk menghentikan aktivitas trading berbasis AI saat volatilitas melonjak tak terkendali. Laporan Stabilitas Finansial BoE pada Juli lalu juga memproyeksikan potensi kontraksi PDB Inggris hingga 2,2 persen dalam skenario koreksi pasar yang dipicu faktor AI.

Bailey pun mendorong kerangka kerja internasional yang terkoordinasi, bukan aturan nasional yang tambal sulam. Sebab, kata dia, banyak yurisdiksi belum memiliki protokol memadai untuk mengelola pengembangan dan penerapan model AI frontier. Pesan utamanya sederhana namun berat: AI berevolusi lebih cepat daripada infrastruktur regulasi yang dirancang untuk menahannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top