Jio Platforms Bidik IPO US$3,2 Miliar

feat jio ipo

Jio Platforms, unit digital milik Reliance Industries, resmi membidik dana segar hingga US$3,2 miliar lewat penawaran umum perdana (IPO). Kalau mulus, ini bakal jadi IPO terbesar dalam sejarah pasar modal India.

Apa Itu Jio Platforms?

Sederhananya, Jio Platforms adalah “rumah” bagi bisnis telekomunikasi dan digital Reliance Industries, konglomerat milik Mukesh Ambani. Di dalamnya ada Reliance Jio Infocomm, operator seluler terbesar di India, plus layanan internet rumah, aplikasi digital, dan layanan korporat.

Jio mulai beroperasi pada 2016 dan langsung mengguncang pasar dengan data gratis serta paket murah. Kini perusahaan mencatat 524,4 juta pelanggan per akhir tahun fiskal 2026, jauh di depan Bharti Airtel, Vodafone Idea, dan BSNL. Seiring waktu, Jio melebar keluar dari bisnis telekomunikasi ke broadband, layanan cloud, dan sejumlah bisnis digital lain.

Angka-Angka IPO

Dalam keterbukaan ke bursa, Reliance menetapkan band harga ₹1.065–₹1.119 per saham. Jumlah saham yang dilepas 270 juta lembar saham baru (fresh issue) — artinya seluruh dana masuk ke perusahaan, tanpa penjualan saham oleh pemegang saham lama.

  • Target dana maksimal: sekitar US$3,2 miliar (₹30.213 crore di harga atas)
  • Valuasi di harga atas: sekitar ₹10,3 lakh crore (sekitar US$108 miliar)
  • Masa penawaran: 21–23 Oktober, dengan penawaran investor anchor pada 19 Oktober
  • Mulai diperdagangkan di NSE dan BSE: 28 Oktober
  • Lot minimum 12 saham, setara ₹12.780 di harga bawah sampai ₹13.428 di harga atas

Satu catatan soal harga. TechCrunch dan Fortune India menulis batas bawah ₹1.065, sedangkan Livemint menulis ₹1.069. Selisihnya kecil, tapi kami sebutkan supaya tidak ada yang disembunyikan.

Kenapa Disebut yang Terbesar di India?

Pembandingnya adalah Hyundai Motor India, yang IPO-nya pada 2024 meraup ₹27.856 crore (versi Livemint menyebut ₹27.870 crore), sekitar US$3,3 miliar saat itu. Di harga atas, nilai IPO Jio kira-kira 8,5% lebih besar dari Hyundai dalam rupee. Bahkan di harga bawah, Jio diperkirakan tetap melampaui rekor tersebut.

Yang lebih mencolok adalah soal valuasi. Di harga atas, Jio dihargai sekitar 6,5 kali valuasi Hyundai ketika IPO. Sebagai perbandingan, pada 2020 Jio masih dihargai maksimal ₹4,91 triliun, sekitar US$65 miliar waktu itu.

Jejak Investor Raksasa

Sebelum masuk bursa, Jio sudah menarik lebih dari US$20 miliar dari investor global. Meta (dulu Facebook) menyuntik US$5,7 miliar dan kini memegang 9,98% lewat Jaadhu Holdings LLC, sementara Google menanam US$4,5 miliar melalui Google International LLC (7,73%). Reliance Industries sendiri masih menggenggam 66,43%.

“Jumlah saham yang ditawarkan tetap sama, tapi ukuran penawaran sedikit dikurangi setelah pembicaraan dengan dana investasi domestik. Ini memastikan masih ada ruang tersisa setelah listing, baik dari sisi valuasi maupun potensi pertumbuhan.” — sumber yang terlibat langsung dalam transaksi, kepada Livemint

Duitnya Dipakai untuk Apa?

Sebagian besar hasil IPO, sampai ₹27.500 crore (sekitar US$2,9 miliar), akan dipakai untuk melunasi utang Reliance Jio Infocomm. Sisanya dialokasikan untuk kebutuhan korporat umum. Perusahaan juga menyisihkan saham hingga ₹2.500 crore untuk pemegang saham RIL dan ₹500 crore untuk karyawan, dengan diskon ₹54 per saham bagi karyawan yang memenuhi syarat.

Kinerja keuangannya terbilang sehat. Pendapatan tahun fiskal 2026 mencapai ₹1,47 lakh crore, naik dari ₹1,28 lakh crore setahun sebelumnya, dengan laba bersih sekitar ₹30.050 crore dan EBITDA ₹76.255 crore (margin 51,9%). Untuk kuartal yang berakhir Juni, pendapatan naik hampir 12% menjadi ₹391,7 miliar (sekitar US$4,1 miliar) dan laba bersih naik 9% ke ₹77,6 miliar (sekitar US$816 juta).

Tapi Pasar Sedang Tidak Ramah

Soal waktu, IPO ini datang saat pasar saham India sedang goyang. Indeks Nifty 50 turun delapan pekan beruntun sampai 1 Oktober, rentetan terburuk dalam 25 tahun, dan sudah melemah lebih dari 13% sepanjang tahun ini. Ada pula ketegangan di luar pasar: Elon Musk menuduh Ambani berupaya menahan Starlink keluar dari India. Otoritas India menolak klaim itu, dan sebelumnya Jio bersama Airtel memang meneken kerja sama dengan SpaceX untuk mendistribusikan layanan internet satelit Starlink, menunggu persetujuan regulator.

Jadi IPO ini bukan cuma soal angka. Ia akan menguji seberapa besar selera investor publik terhadap perusahaan yang sudah dipercaya investor global, di tengah pasar yang sedang tidak bersahabat.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top