Nvidia Resmi Akuisisi Hugging Face Senilai US$12,9 Miliar — “GitHub-nya AI” Masuk Raksasa Chip
Nvidia akhirnya mengonfirmasi akan mengakuisisi Hugging Face dengan nilai sekitar US$12,9 miliar. Kalau deal ini jalan, platform yang dikenal sebagai “GitHub-nya model AI open-source” akan resmi berdiri di bawah payung raksasa chip — dan itu bisa mengubah peta ekosistem AI secara besar-besaran.
Apa yang dikonfirmasi Nvidia?
Kabar ini disampaikan langsung oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam sebuah blog post resmi. Yang paling menarik dari pernyataannya adalah jaminan bahwa Hugging Face tetap akan jadi platform terbuka untuk seluruh ekosistem AI.
“Hugging Face will remain an open platform for the entire AI ecosystem. Developers will choose the models they want, the frameworks they want, the clouds and inference service providers they want and the computing platforms they want. Nvidia compute will not be required to build on or deploy through Hugging Face.”
Huang juga menyoroti kontribusi Nvidia: perusahaan sudah merilis lebih dari 500 model dan 250 dataset open-source di Hugging Face. Argumennya sederhana — membangun model open membantu Nvidia menarik developer di seluruh dunia untuk memakai platform mereka.
Kenapa ini penting?
Buat yang belum tahu, Hugging Face yang didirikan pada 2016 ini sudah mengumpulkan lebih dari US$395 juta pendanaan dan menjadi rumah bagi lebih dari 3 juta model yang dipakai 18 juta+ developer di seluruh dunia. Angka itu menjadikannya semacam hub distribusi model AI.
Dari sudut bisnis, akuisisi ini cerdas buat Nvidia. Sebagai pemain dominan di hardware AI (GPU), menguasai ekosistem open-model berarti Nvidia bisa membangun platform yang dioptimalkan untuk chip-nya. Ada juga potensi untuk menjual kapasitas komputasi yang menganggur ke perusahaan enterprise — dikemas bersama produk Hugging Face.
Di sisi lain, ini memunculkan kekhawatiran: kalau “rumah” model open-source dikuasai satu raksasa hardware, seberapa besar kebebasan ekosistem open AI ke depan? Sisi positifnya, Hugging Face CEO Clem Delangue menekankan alasan mereka mendekati Nvidia adalah kebutuhan compute, dukungan, kolaborasi, dan visibilitas yang lebih besar.
“But for it to happen at [a] larger scale, it needs more compute, more support, more collaboration, and more visibility. That’s why we went to talk to Jensen, who offered to do exactly that with us.”
Big picture
Ini bukan sekadar akuisisi startup AI biasa. Hugging Face adalah infrastruktur komunitas. Kalau platform ini masuk ke Nvidia, garis antara chip, cloud/inference, software stack, dan komunitas developer makin kabur — dan makin dekat ke satu pemain besar. Bagi industri, ini menggarisbawahi bahwa perang AI bukan cuma soal model paling pintar, tapi juga soal distribusi dan ekosistem.
Angka resmi dari pengumuman Nvidia
Dalam blog resminya, Nvidia menyebut nilai akuisisi secara persis: US$12.930.300.000. Huang juga membeberkan skala platform yang dibeli — lebih dari 18 juta developer, peneliti, dan kreator memakai Hugging Face untuk berbagi lebih dari 3 juta model, 500.000 dataset, dan 1 juta aplikasi. Lebih dari 200.000 perusahaan memakai platform itu untuk menemukan, mengevaluasi, menyesuaikan, dan men-deploy AI. Angka-angka ini menjelaskan mengapa Nvidia menyebut Hugging Face sebagai “rumah” bagi komunitas model terbuka.
Nvidia juga menegaskan Hugging Face akan tetap mendukung model open-source dan open-weight dari semua pembuat model, serta tetap multi-cloud dan multi-akselerator — artinya developer tidak dipaksa memakai perangkat keras Nvidia. Komitmen itu sejalan dengan sikap Nvidia yang ikut menandatangani surat terbuka soal pentingnya open weights bagi ekonomi AI. Bagi ekosistem, janji netralitas inilah yang bakal diuji setelah akuisisi rampung.
Business Standard mencatat inti strateginya: Nvidia dan Hugging Face berada di lapisan berbeda dalam tumpukan AI. Nvidia membangun posisinya lewat GPU, infrastruktur komputasi, dan perangkat lunak untuk melatih serta menjalankan model, sementara Hugging Face menjadi platform utama bagi developer untuk menemukan, membagikan, menyesuaikan, dan men-deploy model. Menggabungkan keduanya memperluas jangkauan Nvidia dari sekadar chip ke lapisan model dan komunitas developer.


