SoftBank Jajaki Beli Allied Universal, Nilai US$18 Miliar

feat softbank allied

SoftBank Group dilaporkan menjajaki kemungkinan mengakuisisi Allied Universal, salah satu perusahaan layanan keamanan swasta terbesar di dunia, dengan nilai transaksi yang disebut mencapai sekitar US$18 miliar. Kabar ini pertama kali dilaporkan Bloomberg News dengan mengutip orang-orang yang mengetahui pembicaraan, yang berbicara tanpa menyebut nama. Sampai artikel ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari SoftBank maupun Allied Universal, dan pembicaraannya sendiri masih bisa batal.

Siapa sebenarnya Allied Universal

Allied Universal dibentuk pada 2016 dari penggabungan AlliedBarton Security Services dan Universal Services of America, berkantor pusat di Conshohocken, Pennsylvania, dan Irvine, California. Menurut keterangan perusahaan, setelah mengambil alih G4S pada April 2021 senilai £3,8 miliar (sekitar US$5,3 miliar saat itu), jumlah karyawannya menembus 800.000 orang.

Bisnis utamanya memasok petugas keamanan untuk kantor, properti komersial, tempat umum, dan acara besar. Yang membuatnya relevan bagi SoftBank, menurut Reuters, adalah kehadirannya yang tumbuh di sektor pusat data, mulai dari pembangunan sampai operasional fasilitas. Permintaan atas pusat data melonjak seiring gelombang AI, dan itu membuat penyedia jasa keamanan jadi aset yang lebih strategis dari yang terlihat.

Catatan soal angka karyawan: data perusahaan dan sejumlah laporan menyebut lebih dari 800.000 orang, sementara Lapaas Voice menulis “hampir 770.000 orang”. Keduanya beredar tanpa angka resmi terbaru.

Dua angka yang belum satu suara

Ini bagian yang mudah bikin salah paham. US$18 miliar yang ramai diberitakan adalah perkiraan nilai ekuitas Allied Universal, bukan harga final. Financial Times secara terpisah menyebut potensi nilai transaksi mendekati US$30 miliar bila utang ikut dihitung, dan beberapa rangkuman atas laporan Bloomberg menyebut utang perusahaan sekitar US$12 miliar.

Jadi keduanya bukan klaim yang bertabrakan soal fakta yang sama, karena menghitung hal berbeda. Tapi sumbernya berbeda dan tak satu pun dikonfirmasi perusahaan, jadi keduanya sebaiknya dibaca sebagai perkiraan, bukan harga yang sudah disepakati.

Apa sebenarnya maunya SoftBank

Kaitannya bukan pada jasa keamanan itu sendiri, melainkan otomasi. Reuters menulis motifnya melengkapi fokus pendiri SoftBank, Masayoshi Son, yang makin besar di AI: ia menjajaki pemakaian robot bertenaga AI di berbagai industri dan ingin memperkuat infrastruktur pendukungnya. Dengan Allied Universal, SoftBank dilaporkan berencana menggantikan sebagian petugas dengan robot untuk tugas tertentu. Namun menurut orang yang dikutip Bloomberg, penerapan tenaga keamanan mirip humanoid masih butuh waktu lama.

Langkah ini bukan yang pertama. Reuters menyebutnya melanjutkan dorongan SoftBank ke robotika dan otomasi, setelah sepakat membeli bisnis robotika grup Swiss ABB senilai US$5,4 miliar pada tahun lalu. Beberapa rangkuman lain mencatat SoftBank baru menuntaskan investasi OpenAI US$30 miliar pada Oktober ini. Angka US$30 miliar untuk OpenAI itu urusan berbeda dari US$30 miliar pada potensi nilai transaksi Allied Universal.

Belum dikonfirmasi, dan bisa batal

Ini bagian yang paling penting. Sampai berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari kedua perusahaan: SoftBank menolak berkomentar soal laporan tersebut, sedangkan Allied Universal tidak langsung menanggapi permintaan komentar Reuters. Reuters menegaskan pembicaraan masih awal:

“Deliberations are preliminary and no final decisions have been made, including on the potential price.” — Reuters

Karena itu, belum ada harga final, struktur transaksi, maupun jadwal, dan pembicaraan bisa saja batal terutama soal harga. Jalan menuju kesepakatan juga tidak sederhana: menurut Financial Times yang dikutip Lapaas Voice, Allied Universal kini dikendalikan firma ekuitas Warburg Pincus dan dana pensiun Kanada La Caisse (CDPQ) yang bersama-sama menggenggam lebih dari dua pertiga saham. Perusahaan itu kabarnya sudah beberapa tahun mempertimbangkan melantai di bursa, jadi menjual ke SoftBank cuma satu opsi.

Reaksi pasar pun belum menggambarkan kejelasan apa pun. Saham SoftBank disebut turun setelah kabar ini beredar; TokenPost mencatat depositary receipts SoftBank di Amerika Serikat (SFTBY) turun sekitar 9,5 persen pada 16 Oktober, meski angka itu baru dari satu sumber.

Kenapa ini tetap layak diikuti

Kalau benar terwujud, ini akan jadi salah satu taruhan SoftBank terbesar di luar chip dan model AI, dan taruhannya bukan pada perangkat lunak melainkan pada tenaga kerja manusia. Allied Universal bergerak di industri jasa bermargin tipis, dengan pendapatan utama dari kontrak pasokan personel. Menempatkan robot di industri seperti itu jauh lebih rumit: robot keamanan harus bergerak di antara orang, membaca situasi yang berubah, dan tetap andal dalam cuaca serta kondisi tak terduga, belum lagi soal aturan privasi dan keselamatan kerja di tiap negara.

Bagi pembaca di Indonesia, isu ini menarik bukan karena keterlibatan langsung kedua perusahaan di sini, melainkan karena polanya. Sektor keamanan dan fasilitas menyerap banyak tenaga kerja di banyak negara, dan setiap kali perusahaan teknologi besar membeli pemain jasa semacam ini, pertanyaan soal otomasi dan nasib pekerja ikut terbawa. Untuk sekarang statusnya cuma satu: laporan awal yang belum dikonfirmasi siapa pun.

Foto: panayota (Pixabay) via Wikimedia Commons (CC0) – ilustrasi kawasan bisnis, bukan gedung SoftBank atau Allied Universal.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top