XLSmart Naikkan Capex 2026 ke Rp 20 T, 5G di 101 Kota

feat xlsmart 5g capex

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk menaikkan belanja modal (capex) tahun 2026 dari Rp 15 triliun menjadi Rp 20 triliun. Tambahan itu dipakai untuk mempercepat perluasan jaringan 5G ke 101 kota dan kabupaten sampai akhir tahun, sekaligus menopang jaringan nasional yang kini berisi lebih dari 265.000 BTS.

Buat yang belum akrab, capex adalah belanja modal — uang yang dikeluarkan perusahaan untuk membangun aset jangka panjang. Di kasus ini bentuknya menara, perangkat radio, dan kabel serat optik. Sementara BTS (base transceiver station) adalah menara pemancar sinyal yang menghubungkan ponsel kamu ke jaringan. Makin banyak BTS, makin rapat sinyal yang bisa didapat.

XLSmart sendiri adalah hasil penggabungan XL Axiata (grup Axiata) dengan Smartfren (grup Sinar Mas). Perusahaan ini tercatat di bursa dengan kode saham EXCL.

Kenaikan 33%, diarahkan ke jaringan dan spektrum

Lompatan dari Rp 15 triliun ke Rp 20 triliun setara kenaikan sekitar 33%, atau kurang lebih US$1,25 miliar. Menurut manajemen, dana tambahan itu diarahkan ke tiga hal: infrastruktur jaringan, perluasan 5G, dan pemanfaatan spektrum 700 MHz plus 2,6 GHz.

Dua pita frekuensi itu punya karakter berbeda. Frekuensi 700 MHz bersifat “rendah” — jangkauannya lebih jauh dan lebih mudah menembus dinding, jadi cocok untuk wilayah luas. Sementara 2,6 GHz ada di pita menengah, kapasitasnya besar, dan dipakai di titik-titik padat yang trafiknya tinggi.

Dari 88 menjadi 101 kota, tambah Lombok dan Malang

Target komersial 5G direvisi naik dari 88 menjadi 101 kota/kabupaten. Dua pasar baru yang disebut bakal menyala sebelum tutup tahun adalah Lombok dan Malang.

Sepanjang semester I-2026, jaringan 5G XLSmart tercatat sudah hidup di 52 kota — sekitar 23% dari populasi nasional. Sejumlah kota ikut menyusul, termasuk Bekasi, Tangerang, Kendal, dan Binjai. Jadi tambahan tahun ini bukan cuma soal menambah menara, tapi memperluas daftar wilayah yang benar-benar bisa merasakan 5G.

“Kami sepakat memperluas cakupan ke 101 kota, dengan pasar baru seperti Lombok dan Malang yang menyala sebelum akhir tahun ini. Dalam tiga minggu setelah kami menerima lisensi, seluruh site 5G 2,6 GHz kami sudah bertegangan — perubahan cepat dari menang lelang sampai siaran langsung, dan laju ini akan berlanjut sampai tahun depan.”

Menang lelang 5 Agustus, nyala dalam tiga minggu

Kalimat di atas menyentuh satu hal teknis yang penting: kecepatan eksekusi spektrum. XLSmart memenangkan lelang spektrum 2,6 GHz pada 5 Agustus 2026, dan dalam tiga minggu seluruh site 5G di frekuensi itu sudah menyala. Tidak ada jeda panjang antara menang lelang dan layanan yang benar-benar bisa dipakai pelanggan.

265.000 BTS, separuh tambahan di luar Jawa

Jaringan nasional XLSmart tercatat 265.442 BTS per semester I-2026, tumbuh sekitar 26% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sekitar 15.000 di antaranya adalah BTS khusus 5G.

Yang menarik, sekitar 50% tambahan BTS dalam setahun terakhir berada di luar Jawa — menyasar Sulawesi dan Kalimantan, sekaligus memperkuat 5G di Balikpapan dan Banjarmasin. Di Sumatra Utara, lebih dari 1.000 BTS 5G menopang Medan, Binjai, dan Deli Serdang, dari total lebih dari 15.000 BTS di provinsi itu.

Manajemen menegaskan pendekatannya bukan menambal 5G di titik acak. Direktur sekaligus Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyebut layanan 5G dan 4G dijalankan bersamaan di lokasi sel yang sama supaya kualitasnya tetap mulus saat berpindah. Jaringan yang dibangun itu sekarang melayani lebih dari 69,4 juta pelanggan.

Artinya apa buat pengguna

Ada tiga hal yang paling terasa. Pertama, kecepatan. Paket Unlimited 5G XLSmart diklaim bisa menembus sampai 500 Mbps, tergantung kondisi jaringan, perangkat, lokasi, dan trafik. Untuk streaming, main game, atau video call, angka itu jauh di atas cukup.

Kedua, cakupan. Karena separuh tambahan BTS dibangun di luar Jawa, kedatangan 5G bukan lagi cuma kabar buat warga Jakarta dan sekitarnya. Kota seperti Balikpapan, Banjarmasin, Medan, sampai Lombok dan Malang masuk daftar.

Ketiga, persaingan. Dengan tambahan belanja modal sebesar ini, XLSmart jelas menantang Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison di pasar yang padat. Persaingan yang sehat biasanya berujung pada dua hal yang menguntungkan pengguna: jaringan yang lebih rapi, dan tarif yang lebih kompetitif.

Yang perlu dicatat, seluruh angka ini adalah target dan capaian di atas kertas perusahaan. Buktinya tetap ada di lapangan — seberapa konsisten sinyal 5G bertahan saat kita pindah kota, dan seberapa cepat operator mengejar janji 101 kota itu sebelum 2026 berakhir.

Sumber

Kredit foto: Foto ilustrasi: BarlianH.Utomo (CC BY-SA 4.0) via Wikimedia Commons.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top