Ondo Finance Dituding Sempat Ditawarkan ke Pembeli

feat ondo finance

Ondo Finance Dituding Sempat Ditawarkan ke Pembeli

Platform tokenisasi aset Ondo Finance disebut sempat ditawarkan ke sejumlah calon pembeli setelah kematian mendadak pendiri sekaligus CEO-nya, Nathan Allman, awal tahun ini. Laporan itu dicatat sebagai laporan industri berdasarkan keterangan tiga orang yang mengetahui perkara tersebut, dan bukan fakta yang sudah terbukti di pengadilan. Pihak Ondo Finance membantah tegas seluruh pembicaraan soal penjualan.

Menurut laporan yang dikutip Cryptonews dari CoinDesk, pendekatan ke calon pembeli terjadi beberapa waktu setelah Allman meninggal pada 25 Mei, menurut dua dari tiga orang yang berbicara dengan syarat anonim karena perkara ini bersifat privat. Siapa persisnya yang berada di balik upaya penjualan itu masih belum jelas hingga kini.

Apa itu tokenisasi aset (RWA)?

Buat pembaca yang belum familier, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) adalah proses mengubah aset konvensional — misalnya surat utang pemerintah, saham, atau properti — menjadi token digital yang bisa dipindahkan dan diperdagangkan di blockchain.

Logikanya sederhana: asetnya tetap yang asli, tetapi kepemilikannya dicatat secara digital sehingga bisa berpindah tangan lebih cepat, lebih murah, dan lebih mudah diakses investor global. Ondo berdiri pada 2021, didirikan oleh mantan eksekutif Goldman Sachs, dan berbasis di New York. Perusahaan ini menawarkan produk surat utang Amerika Serikat serta saham yang ditokenisasi, dengan lebih dari 3,8 miliar dolar AS tersebar di seluruh produknya. Angka itu membuat Ondo salah satu platform aset dunia nyata terbesar di blockchain. Salah satu produknya, dana OUSG, menempatkan investasi di BUIDL, dana yang ditokenisasi oleh BlackRock.

Konflik kendali setelah pendiri meninggal

Nathan Allman meninggal secara mendadak tanpa meninggalkan wasiat pada usia 32 tahun. Karena itu, nasib saham pengendalinya di Ondo serta kepemilikan token ONDO dalam jumlah besar menjadi tidak pasti. Setelah proses probate, harta warisannya jatuh kepada kedua orang tuanya, Kathleen Allman (77 tahun) dan Lawrence Allman (82 tahun).

Seperti dilaporkan CoinDesk pada 6 Agustus 2026, tiga dokumen pengadilan Delaware mengungkap pertarungan untuk mengendalikan perusahaan. Harta warisan menuduh mantan Presiden sekaligus CEO saat ini, Ian De Bode, melakukan pengambilalihan kendali secara tidak sah setelah Allman tak lagi ada. Menurut gugatan tersebut, sebelum proses probate rampung, De Bode mengklaim otomatis menjadi CEO berdasarkan anggaran dasar Ondo, mengangkat dirinya sendiri sebagai direktur tunggal lewat perjanjian pemungutan suara, lalu melakukan sejumlah tindakan korporasi — termasuk mempekerjakan penasihat, menyetujui pemberian insentif kinerja, dan mencoba menambah direktur lain. Harta warisan berargumen bahwa anggaran dasar mewajibkan adanya tindakan dewan untuk mengisi kekosongan posisi CEO, sehingga langkah-langkah itu dianggap tidak sah.

Kathleen Allman baru bisa memakai hak suara atas saham warisan setelah secara resmi ditunjuk sebagai perwakilan pribadi melalui probate di Hawaii pada 26 Juni. Dokumen pengajuan menyebut ia awalnya menempuh jalur transisi kooperatif daripada langsung mencopot De Bode. Namun upaya itu gagal setelah De Bode dan penasihat luar perusahaan menolak mengakui tindakan Kathleen atau menyerahkan catatan korporasi yang diminta. Kathleen lantas memperluas dewan, menunjuk direktur baru, dan dalam rapat dewan pada 24 Juli memilih memberhentikan De Bode dari semua posisi sekaligus menunjuk dirinya sebagai ketua dan CEO sementara.

Namun dalam perintah pengadilan yang berlaku saat ini, De Bode tetap menjabat CEO Ondo dan boleh mengawasi operasional harian, tetapi tidak dapat melakukan perubahan besar pada perusahaan selama sengketa kendali ini belum selesai. Sebuah petisi terpisah dari saudari tiri Allman dan seorang investor Ondo berupaya membatasi kendali Kathleen atas bagian warisannya. Kathleen Allman membantah seluruh tuduhan dalam petisi itu.

Bantahan perusahaan dan status hukum

Juru bicara Ondo membantah bahwa perusahaan, pada titik mana pun, sedang mencari pembeli. Ia menyebut pembicaraan soal potensi penjualan sebagai hal yang sama sekali tidak benar.

“Tidak ada seorang pun di perusahaan yang menawarkannya untuk dijual, terlibat dalam pembicaraan penjualan, atau meminta orang lain melakukannya atas nama perusahaan. Tidak ada fakta yang mendukung hal ini.”

Harta warisan Allman menolak berkomentar. Di sisi lain, De Bode menyatakan bahwa keputusan Kathleen mengajukan gugatan sangat disayangkan karena dianggap tidak sejalan dengan kepentingan perusahaan, pemegang saham, tim, maupun ekosistem Ondo. Ia menegaskan klaim tersebut tidak berdasar dan akan terbukti di pengadilan.

Dewan Direksi Ondo dalam pernyataan terpisah menyebut tetap berkomitmen pada keyakinan pendiri mereka bahwa pasar onchain adalah masa depan keuangan. Mereka mengaku fokus melayani komunitas tanpa gangguan sambil mencari pengganti. Perusahaan juga mengumumkan telah mengangkat mantan eksekutif Blockchain.com, Adam Schlisman, sebagai chief financial officer.

Perlu ditekankan, pengadilan belum memutuskan soal tuduhan tersebut, dan dokumen pengajuan hanya mencerminkan versi kejadian menurut pihak harta warisan. Satu orang yang mengetahui perkara ini memperkirakan sengketa hukum yang makin memanas telah menahan rencana penjualan perusahaan, jika memang ada.

Sources

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top