RockawayX Siapkan US$150 Juta untuk Yield Onchain
Perusahaan investasi aset digital RockawayX mengalokasikan US$150 juta untuk membawa lebih banyak private credit (kredit swasta, yakni pinjaman yang diberikan langsung ke perusahaan tanpa melalui bank) dan aset penghasil imbal hasil lain ke ranah onchain — istilah untuk aset atau transaksi yang dicatat di blockchain. Perusahaan menilai pembiayaan yang terikat pada ekonomi riil akan menjadi salah satu pasar terbesar di industri kripto.
RockawayX, firma investasi aset digital dengan nilai kelolaan sekitar US$2 miliar, meluncurkan Catapult, sebuah program yang menyediakan pendanaan ventura, penyusunan struktur produk, likuiditas, market making, dan distribusi bagi produk kredit yang ditokenisasi. Rencana ini disampaikan perusahaan kepada CoinDesk pada Kamis.
Fokusnya bukan sekadar membeli aset, melainkan membangun perangkat pasar di sekelilingnya. Menurut RockawayX, Catapult akan menyasar sejumlah bidang: pembiayaan perdagangan dan rantai pasok (trade and supply-chain finance), sekuritas beragun aset khusus, CLO, serta kredit terkait properti.
Pendanaan sampai distribusi dalam satu paket
RockawayX bukan pemain baru di lapisan investasi kripto. Perusahaan menjalankan dana ventura untuk investasi tahap awal, dana market-neutral yang menyediakan likuiditas ke protokol DeFi, serta bisnis vault dengan modal terpasang sekitar US$300 juta. Pada Agustus, RockawayX juga mengakuisisi dana lindung nilai kripto Relayer.
Dengan struktur itu, Catapult diposisikan sebagai jembatan antara penyedia aset di dunia keuangan konvensional dan operator kripto yang mampu memasarkan produk tersebut secara digital. Cakupannya sengaja lebar: dari mencari kesepakatan, merancang instrumen, menempatkan likuiditas, sampai mendistribusikan produk ke investor.
Taruhan pada aset dunia nyata
Aset dunia nyata (RWA) yang ditokenisasi — seperti obligasi, saham, dan reksa dana — tumbuh cepat dan kini bernilai sekitar US$38 miliar. Namun menurut data RWA.xyz, lebih dari separuh pasar itu masih berupa reksa dana pasar uang yang ditokenisasi, segmen yang imbal hasilnya relatif rendah dan mengikuti suku bunga acuan.
RockawayX melihat peluang berikutnya justru pada aset yang memberi imbal hasil lebih tinggi dan bergerak berbeda dari pasar kripto. Perusahaan memperkirakan pasar RWA bisa menembus US$10 triliun hingga US$20 triliun pada 2030 — jauh lebih ambisius dibanding proyeksi dasar analis Citi yang memperkirakan US$5,5 triliun pada akhir dekade ini.
CEO RockawayX Viktor Fischer menyatakan tesis perusahaan berpusat pada imbal hasil sebagai penggunaan blockchain berikutnya yang besar.
“Tesis kami ke depan adalah setelah trading, yield akan menjadi use case terbesar onchain. Untuk itu, kami butuh sumber yield baru, 12% plus, yang tidak berkorelasi dengan kripto.”
— Viktor Fischer, CEO RockawayX
Soal likuiditas, bukan tokenisasi
Fischer menuturkan daya tarik membawa aset yang kurang likuid ke blockchain adalah kemampuan market maker menciptakan jalan keluar, bahkan ketika instrumen dasarnya punya periode penebusan yang panjang. Ini penting bagi investor yang tidak ingin dananya terkunci bertahun-tahun.
Dia menilai bagian tersulit dari RWA bukanlah tokenisasinya. “Bagian sulit dari RWA tidak pernah soal tokenisasi. Semuanya setelah itu: siapa yang membeli asetnya, di mana ia diperdagangkan, dan apa yang terjadi ketika seseorang perlu keluar,” ujarnya.
Karena itu, RockawayX mencari tenaga profesional keuangan tradisional yang memahami cara mencari dan menilai risiko aset tersebut, lalu memasangkannya dengan operator yang tumbuh di ekosistem kripto untuk menyusun dan mendistribusikan produk secara onchain. Kombinasi dua keahlian ini diyakini menjadi kunci, sebab aset kredit menuntut proses uji tuntas dan pemantauan yang jauh lebih rumit daripada token biasa.
Langkah RockawayX menambah deretan upaya industri membawa imbal hasil dunia nyata ke DeFi. Bila berhasil, dana yang kini berputar di instrumen keuangan konvensional berpotensi menemukan jalur baru lewat blockchain — dengan catatan risiko kredit, likuiditas, dan kepatuhan tetap harus dikelola seketat di sistem keuangan tradisional.


